Gembala menyapa umat Wilayah Paulus, Kristoforus, Isidorus.
Minggu, 2 Mei 2021, dilaksanakan acara Gembala Menyapa Umat 2 (GMU 2) di tengah padatnya agenda paroki sejak Sabtu, yaitu Tahbisan Diakon Steve Ramli di Makassar yang membuat Pastor Lammarudut Sihombing, CICM harus mengikutinya dari sana, dan dimulainya rangkaian Misa Penerimaan Komuni Pertama.
Pastor Matius Pawai, CICM juga harus berjibaku di hari Minggu itu dengan mempimpin misa mingguan pagi hari, terus live talk show panggilan, disusul GMU. Ini suatu pelayanan yang tidak main-main dari para gembala kita!

Ibu Joyce Arif, moderator GMU 2.
Kali ini, para gembala Paroki Ciledug berkesempatan mengunjungi tiga wilayah tergilir: Isidorus, Kristoforus, dan Paulus. Acara siang itu didahului dengan doa oleh Ibu Yanti, Kaling Kristoforus 2, dimoderatori oleh Bendahara DPH, Ibu Joyce Arif, dan dibuka oleh Wakil Ketua Panitia Penggerak Tahun Refleksi (PPTR) Pak Kristianto Widiwardono.
Anggota DPH, Kabid Pewartaan 1 Pak GM Budi Suryanto, memberi presentasi singkat tentang batas-batas teritorial Paroki dan harapan KAJ untuk paroki, salah satunya program SAPA, yaitu program online bikinan KAJ, sebagai perwujudan Tahun Refleksi.

Pak Kristianto Widiwardono, Wakil Ketua PPTR.
Lalu Bu Joice menyampaikan ornigram, yaitu struktur pengurus gereja, mulai Pastor Kepala, DPH, Sekretariat, sampai ke kaling-kaling.
PPTR Ciledug masih bertekun menggunakan MS Teams sesuai arahan KAJ, agar umat terbiasa menggunakan aplikasi daring ini dalam kegiatan-kegiatannya. Sebelumnya PPTR Ciledug sudah memberikan pelatihan penggunaan MS Teams, sehingga kesempatan ini juga digunakan untuk mengevaluasi pelatihan.

Sebanyak 74 akun mengikuti GMU 2.
Tercatat 74 akun menghadiri acara, yang di dalam satu akun bisa terlihat satu keluarga ikut. Meriah dan hangat. Tentu peran serta aktif dari korwil dan kaling sangat menentukan keterlibatan umat dalam acara ini.
Benar-benar forum ini memberi ruang untuk pertanyaan apa pun menyangkut pelayanan Gereja, dan para gembala kita segera menjawab dengan lengkap dan runut. Terutama soal pelayanan liturgi non-ekaristi (misa requiem selama masa pandemi).

Pastor Matius Pawai, CICM.
Ada yang bertanya soal prosedur konseling, ada pula yang menyampaikan saran misa live streaming dua kali, tapi juga ada apresiasi atas pelayanan gembala kita. Suasana sungguh bebas.
Pastor Matius meyakinkan bahwa beliau siap hadir melayani misa requiem selama bisa dipastikan bahwa yang meninggal tidak terkena Covid-19. “Masa pandemi ini memang membuat kami sebagai gembala merasa serba-salah, sementara umat butuh tetapi aturan KAJ harus ditaati,” katanya.

Pastor Lammarudut Sihombing, CICM, ikut dari Makassar.
Ditegaskan bahwa jika kita langgar aturan KAJ itu, akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Nanti semua umat akan menanggung akibatnya. Mohon pengertian semua umat, agar pelayanan tetap dijalankan, kita lakukan bersama dengan disiplin mematuhi protokol yang sudah digariskan,” ingat Pastor Matius.
Di bagian lain Pastor Lamma melengkapi. “Tentu semua pelayanan sakramental akan kita upayakan seoptimal mungkin, tetapi tetap harus patuh pada aturan dari KAJ. Tidak bisa kita melanggarnya. Untuk sekarang ini sudah dimulai penerimaan sakramen komuni pertama secara terbatas. Juga penerimaan sakramen perkawinan dan baptis dewasa,” katanya.

Korwil Paulus, Pak Cornelius Tri Haryono.
“Untuk baptis bayi, mohon maaf, memang belum dapat dilakukan. Mari kita sama-sama berdoa agar pandemi ini segera berlalu dan kita dapat kembali berkegiatan seperti sedia kala,” jelas Pastor Lamma, CICM, saat ada umat yang bertanya soal pelayanan sakramental.
Menjawab pertanyaan seputar pengurusan IMB Gereja St Bernadet, Pastor Lamma menjelaskan dari berbagai perspektif untuk menuntaskan rasa penasaran umat.
Acara selama dua jam itu berakhir dengan pengumuman pemenang hadiah kepada umat yang beruntung karena mengajukan pertanyaan. Ada tiga paket bingkisan yang disiapkan dan juga paket vitamin larut air.

Hadiah disediakan bagi yang aktif bertanya.
Korwil Paulus, Pak Cornelius Tri, mewakili seluruh pengurus dan umat yang hadir, menilai acara ini bagus sebagai penyambung komunikasi dan silaturahmi antara umat dan para gembala. Ia berharap pelaksanaannya jangan hanya sekali. “Sebisa mungkin secara berkala dapat dilakukan agar memuaskan rasa rindu umat pada gembalanya. Umat merasa puas karena pertanyaan-pertanyaan dapat langsung dijawab oleh para romo,” ujarnya.

Hadiah berupa bingkisan dan vitamin larut air.
GMU ini masih akan terus bergulir lima kali pertemuan lagi, setiap hari Minggu siang secara bergiliran tiga wilayah. Untuk jadwal tanggal 9 Mei 2021 adalah giliran dari wilayah Theresia, Antonius, dan Petrus. Jadi untuk umat ketiga wilayah tersebut, silakan bersiap-siap mengajukan pertanyaan kepada para gembala: boleh yang mudah atau yang sulit, bebas tapi sopan. Yuk ah!
Teks:tots, Karin/ Foto-foto: Screenshot