Tahbisan Diakon Frater Stefanus Ramli Berlangsung Khidmat dan Lancar

3 Mei 2021
  • Bagikan ke:
Tahbisan Diakon Frater Stefanus Ramli Berlangsung Khidmat dan Lancar

Penumpangan tangan, momen kunci dalam tahbisan.

Upacara suci tahbisan Diakon Frater Stefanus Ramli, CICM, oleh Uskup Agung Makassar Mgr John Liku Ada dalam Misa Kudus di Kapel Sang Tunas CICM, Jl Biring Romang, Makassar, Sabtu (1/5),  berjalan lancar dan khidmat. Umat St Bernadet di Ciledug dapat mengikutinya melalui siaran yang di-relay Sie Komsos.

Dalam misa prosesi tahbisan Diakon tersebut Bapak Uskup menumpangkan tangan di atas kepala Frater Stefanus Ramli sebagai tanda karunia Roh Kudus.

18--

Litani Orang Kudus.

Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, tahbisan tersebut dilaksanakan dengan protokol kesehatan, dihadiri undangan sangat terbatas, yaitu para pastor, suster, serta konfrater dari Roma, Jepang, Filipina, Afrika, Kongo, dan Jakarta, Sahabat CICM, kerabat tertahbis, dan empat orang umat Paroki Ciledug. Tampak pula Pastor-pastor CICM yang pernah melayani Paroki Ciledug.

1

Proses mengenakan jubah Diakon atau Dalmatik.

terima pakaian diakon-9--_1

terima pakaian diakon5-10--

Romo Lamma dengan telaten membantu mengenakannya.

jubah diakon3--

Disaksikan Bp-Ibu Siprianus, perwakilan orangtua.

jubah diakon selesai--

Selesai mengenakan Dalmatik.

di altar--

Di Panti Imam Diakon Steve sudah mengenakan Dalmatik.

Dalam homilinya, Mgr John Liku Ada mengajak untuk merenungkan dua sosok terpanggil yang dikisahkan dalam bacaan Kitab Suci hari itu, yaitu Samuel dan Maria. Bapak Uskup kemudian berbagi pengalaman pribadi masa-masa awal sesudah tahbisan imamatnya.

Uskup kelahiran Tana Toraja yang menerima tahbisan imamat pada tahun 1975 itu mengatakan bahwa menjadikan ayat Kitab Suci “Bersabdalah Tuhan, hambamu mendengarkan” sebagai janji dalam menjalani hidup panggilan, tidaklah selalu mudah.

2--_1

Bapak-Ibu Siprianus mewakili orangtua Frater Stefanus Ramli.

“Pada awalnya ketika belum ada persoalan, semuanya serba-indah sehingga mudah untuk setia pada janji ini. Tetapi ketika ada masalah kita gampang lupa itu. Bukan mendengarkan Tuhan, tetapi mendengarkan suara sendiri, pikiran sendiri, dan berargumentasi,” kata Uskup berusia 72 tahun itu.

Mgr Liku Ada yakin bahwa pengalaman pribadinya itu juga dilewati oleh imam-imam lain. Jawaban Samuel, “Bersabdalah Tuhan, hambamu mendengarkan” adalah kesetiaan kepada panggilan Tuhan dan Tuhan memberi jawaban dengan menyertainya seperti ditulis pada Kitab 1 Sam 3:19.

Uskup--

Homili Uskup Agung Makassar Mgr John Liku Ada. 

Ketika menyampaikan renungannya tentang Maria, Bapak Uskup mengatakan bahwa sosok terpanggil dalam Injil Lukas itu membantu kita dalam mendengarkan Sabda Tuhan, bukan mendengarkan kata-katanya sendiri, serta menyikapi panggilan Tuhan melalui tiga tahap.

Tahap pertama mendengarkan panggilan, apa isinya; tahap kedua merenungkan isi Sabda Tuhan itu, dengan bertanya-tanya kanan-kiri, dan Tuhan memberikan jawaban lewat Malaikat Gabriel; tahap ketiga memutuskan dengan sadar akan konsekuensi-konsekuensinya.

5--

Carolus Wahyuntoro Aji membawakan Bacaan 1.

“Ketika Maria yakin ini Sabda Tuhan, ia tidak peduli akan konsekuensi berat apa pun, maka sampailah Maria pada tahap ketiga, yaitu memutuskan, sehingga ia berkata, ‘Ecce ancilla Domini, fiat mihi secundum verbum tuum’ (Aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanMu itu),” kata Bapak Uskup.

Mgr John Liku Ada mengajak Frater Stefanus Ramli, khususnya, untuk menjadikan kisah dua tokoh terpanggil dalam Kitab Suci itu sebagai pegangan dalam menjalani hidup panggilannya.

sambutan diakon--_1

Diakon Stefanus Ramli, CICM, memberikan sambutan.

Saat-saat mengharukan

Ketika di akhir misa diberi kesempatan memberikan sambutan, Diakon Stefanus Ramli, CICM, mendapat giliran ketiga setelah Mgr John Liku Ada mengucapkan selamat kepada tertahbis dan Tarekat CICM atas nama Gereja lokal, dan Pastor Ignatius Sudaryanto, CICM, selaku Koordinator Komunitas CICM Makassar.

Sambutan Diakon Stefanus Ramli semuanya berisi ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam perjalanan panggilannya sampai tahbisan Diakon dan permohonan doa serta dukungan karena disadarinya bahwa perjalanan panggilan selanjutnya tidaklah mudah.

foto bareng5--

Diakon berfoto bersama Bapak Uskup dan para Imam.

Diakon Stefanus Ramli menyampaikan ucapan terima kasih kepada Uskup Agung Makassar Mgr John Liku Ada, Provinsial CICM Asia Province Pastor Anthony Lim (tidak hadir), mama-papa dan kakak adik, Pastor Ignatius Sudaryanto, CICM, Pastor Lammarudut Sihombing, CICM, Pastor Matius Pawai, CICM (tidak hadir), dan sederetan Pastor CICM lain yang sudah mengantar perjalanan panggilannya dengan peran dan caranya masing-masing, serta seluruh umat Paroki Ciledug, termasuk yang menghadiri tahbisan di Makassar.

foto bareng suster--

Diakon Stefanus Ramli foto bareng para biarawati.

Ketika ucapan terima kasih sampai pada mama-papa dan kakak-adiknya yang tidak bisa hadir, suara Diakon Stefanus tercekat. Suasana menjadi hening mengharukan sekitar 15 detik dan Diakon Stefanus tidak bisa membendung air matanya. Dalam tahbisan itu, Bp/Ibu Siprianus asal Manggarai Barat yang tinggal di Makassar mendampinginya sebagai wakil orangtua.

foto bareng6--_1

Wakil orangtua Diakon (ke-2 dari kiri dan paling kanan).

Namun Diakon Stefanus tidak lama larut. Usai upacara tahbisan, ia sudah tertawa-tertawa ketika berbincang-bincang bersama para kerabatnya yang hadir. Tampak pula seorang ibu dan anaknya yang 12 tahun lalu Diakon Stefanus pernah live in di rumahnya di Toraja.

Tugas perdana

Sehari setelah menerima tahbisan, Diakon Stefanus melaksanakan tugas perdana membantu Pastor Antonius Hestasusilo, CICM, yang mempersembahkan Misa Kudus di Kapel Sang Tunas, Makassar, Minggu pagi (2/5), jam 08.00.

21--

Tugas perdana dalam misa Minggu (2/5) di Kapel Sang Tunas.

Dalam misa yang dipersembahkan Rektor Tahun Orientasi Rohani (TOR) Sang Tunas itu, Diakon Stefanus sudah duduk di Panti Imam, tidak lagi di Panti Umat seperti sebelum menerima tahbisan Diakon.  Antara lain dia membacakan Injil dan melakukan persiapan untuk konsekrasi di altar.

Tugas Diakon sebagai pelayan Sabda dan pelayan altar, dalam bahasa Diakon Stefanus Ramli dirumuskan ringkas. “Tugas Diakon itu membantu Imam di atas altar,” katanya dengan senyum dalam percakapan usai misa tersebut.

20--

Rm Johny Payuk, CICM (Vikjen), Rm Deriks, dan umat Ciledug.


Teks: Veronica Linda dari Makassar, ps/ Foto-foto: Veronica Linda

Album foto-foto Tahbisan Diakon Frater Stefanus Ramli di Makassar, klik di sini.


Jika belum melihat video tahbisan Diakon Frater Stefanus Ramli, CICM, silakan lihat tayangan berikut ini:

 

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna