FKUB Provinsi Banten Sosialisasikan PBM No 9 dan 8 Tahun 2006 kepada Para Penyuluh Agama

21 April 2021
  • Bagikan ke:
FKUB Provinsi Banten Sosialisasikan PBM No 9 dan 8 Tahun 2006 kepada Para Penyuluh Agama

Penyuluh agama Katolik, mewakili Bimas Katolik Prov Banten.

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten mengadakan sosialisasi Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No 9 Tahun 2006 dan No 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadah.

Melati 1--

Ketua FKUB, Kapolda, dan Kakanwil Kemenag Provinsi Banten.

Dalam sosialisasi di Hotel Le Semar, Serang, Rabu (7/4), itu FKUB Provinsi Banten melibatkan Kemenag dan Polda Banten. Ketua FKUB Provinsi Banten, H.A.M. Romly membuka acara yang dihadiri oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Banten, H. Nanang Fatchurochman dan Kapolda Banten Irjen Pol. Rudy H.A. Nugroho itu.

Sosialisasi dengan 5 nara sumber tersebut ditujukan kepada sekitar 60 penyuluh berbagai agama di Provinsi Banten, termasuk 10 penyuluh agama Katolik.

Ketua FKUB Provinsi Banten saat penyapa peserta dengan salam kerukunan--

Salam kerukunan Ketua FKUB Prov Banten H.A.M Romly.

Dalam sambutannya, H.A.M Romly menekankan pentingnya posisi penyuluh agama, guru agama, dan tokoh agama agar memberikan bimbingan dan penerangan melalui bahasa agama masing-masing, dengan saling bekerja sama dan saling menghormati antar-agama.

Tangkal Terorisme

Acara yang diadakan hanya beberapa hari setelah peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dan pelumpuhan pelaku aksi terorisme di Mabes Polri Jakarta akhir Maret lalu itu, Kapolda Banten, Irjen Pol Rudy H.A.Nugroho mengajak semua pihak untuk menangkal ekstremisme dan radikalisme agar bisa melakukan langkah antisipatif untuk mencegah terorisme.

Kapolda Provinsi Banten--

Kapolda Banten Irjen Pol. Rudy H.A. Nugroho.

Kapolda Banten menjelaskan, kemajuan teknologi yang begitu pesat bukan hanya memberi dampak positif, tetapi juga dampak negatif yang menyuburkan terorisme seperti mudahnya orang lewat medsos mengakses informasi berisi propaganda, tutorial merakit bom, merakit senjata, penculikan, dll.

Orangtua, pendidik, guru, dan berbagai pihak terkait diimbau agar semakin jeli dalam mengamati orang, khususnya kaum muda, yang terpapar efek negatif media sosial.

Suasana saat mendengar pemaparan materi Kapolda--

Menyimak paparan materi Kapolda Banten.

Kapolda menyampaikan tiga langkah pencegahan, yaitu membentengi keluarga dengan pemahaman ajaran agama  yang benar; mengampanyekan sikap toleransi terhadap perbedaan dalam kerangka membangun persatuan dan kesatuan, serta menggalang kerukunan beragama; dan kritis terhadap informasi. “Teliti sebelum menyebarkan ke orang lain,” tegasnya mengimbau.

suasana sisi lain--

Mendengarkan paparan materi Kapolda Banten.

Di samping itu Kapolda Banten juga berpesan, jika ada indikasi orang yang terapar terorisme, segera laporkan kepada pihak yang berwajib karena akan ada tim tersendiri yang menanganinya.

Wajah agama yang ramah

Sebelumnya, Kakanwil Kemenag Provinsi Banten H. Nanang Fatchurochman mengimbau agar penyuluh, guru, dan tokoh agama saling bersinergi, bergotong-royong, bekerja sama. "Pendidikan agama yang ramah, penuh kasih, akan menghasilkan insan-insan yang saling mengasihi sehingga tercipta keharmonisan dan toleransi," katanya.

Kanwil Kemenag Provinsi Banten sedang memaparkan materi--

Kakanwil Kemenag Prov Banten H Nanang Fatchurochman.

Dikatakan bahwa penyuluh agama merupakan ujung tombak Kemenag yang diharapkan dapat berperan informatif, edukatif, dan konsultatif. Informatif dan edukatif berarti menyampaikan informasi yang benar dan mendidik umat. Sedang konsultatif berarti mampu memecahkan beragam persoalan yang dihadapi masyarakat atau umat beragama.

“Saatnya penyuluh agama menghadirkan wajah agama yang ramah, ajaran agama yang penuh dengan kasih sayang,” kata Kakanwil seperti dikutip situs web resmi Kemenag Provinsi Banten.

Teks: Maria Melati KS (penyuluh agama Katolik dari Paroki Ciledug & peserta sosialisasi)/ Editor: ps/ Foto-foto: FKUB Provinsi Banten

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna