Apa Kata Mereka tentang Paskah di Gereja Santa Bernadet Tahun Ini?

12 April 2021
  • Bagikan ke:
Apa Kata Mereka tentang Paskah di Gereja Santa Bernadet Tahun Ini?

Misa Paskah kedua di Gereja Bernadet, Minggu (4/4).

Pak Arief Suparyono, Ketua Panitia Paskah 2021 Father

Panitia Paskah di masa pandemi ini ada enak dan nggak enaknya. Enaknya  umat sedikit dengan jumlah pasti, sehingga mudah pengaturannya. Protokol kesehatan pun dapat dijalankan dengan baik sesuai arahan tim TGKP. Sudah ada panduannya, Panitia tinggal menjalankan. Biasanya lonjakan jumlah umat jadi masalah, tetapi jumlah yang sudah pasti ini memudahkan kerja panitia.

Arief--

Bp Arief Suparyono, Ketua Panitia Paskah 2021.

Namun sedikitnya jumlah umat menimbulkan sedikit rasa tidak enak bagi Pak Arief. “… karena suasananya nggak dapet, tidak ada suasana Paskah yang terbangun,” ujarnya. Bagi dia, di malam Paskah yang paling terasa ketika doa Bapa Kami. “Dengan melihat sekeliling ada ribuan orang yang berdoa bersama itu menyentuh hati, kadang saya meneteskan air mata, dan malam (Paskah) ini tidak ada suasana itu. Tapi ya tidak apa kita tetap bersyukur karena di masa pandemi ini sudah boleh misa di gereja meski umatnya terbatas,” kata Korwil Fabiola ini.

sepi--

Umat dibatasi sesuai dengan protokol kesehatan.

Bp F Marten Bajo Demu, Ketua 2 Panitia Paskah 2021 Father

Korwil Theresia ini mensyukuri kelancaran semuan rangkaian perayaan Paskah. Ia merasa menjadi panitia di tengah pandemi dituntut kreatif.

Marten--

Bp Marten Bajo Demo, Ketua 2 Panitia Paskah 2021.

“Bentuk-bentuk kreativitas yang dibuat panitia misalnya aneka lomba tetap ada tetapi secara virtual. Jadi kegembiraan anak-anak dan keluarga dalam merayakan Paskah tetap ada. Yang berikutnya koor virtual yang melibatkan seluruh unsur dari paroki ini, mulai dari wilayah dan kelompok kategorial lainnya. Dan yang utama semua dilaksanan dengan mentaati protokol kesehatan,” katanya.

Kapolsek Cipondoh Bp Kompol H Ubaidillah, SH, MA (mulai menjabat awal Februari 2021)

Selalu hadir dari Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Vigili, dan Minggu Paskah, Kapolsek ini mengamati dari sudut pandang Tri Pilar (TNI, Polri, Kecamatan) bahwa seluruh rangkaian pelaksanaan hari raya Paskah di Gereja St Bernadet berjalan sesuai dengan protokol kesehatan. “Bersyukur bahwa kegiatan ibadahnya berjalan lancar dan damai,” katanya.

Kapolsek diponodh--

Wawancara dengan Kapolsek Cipondoh Kompol H Ubaidillah. 

Dari sisi keamanan, penerapan tiket barcode bagus sekali sebagai salah satu bentuk pengaman preventif. Itu memudahkan petugas, yang punya tiket silakan masuk, tanpa tiket ditolak. “Kalau tanpa barcode pasti tim keamanan akan sulit untuk mengatur pengamanan,” katanya.

BARQODE PMI--

Penerapan barcode adalah bentuk pengaman preventif.

Patut disyukuri bahwa Tim Jihandak Brimob Polda Metro Jaya dalam penyisiran setiap hari sebelum misa di seluruh lingkungan Gereja tidak menemukan benda-benda yang mencurigakan. Pengecekan dan penyisiran itu dipimpin oleh Wakapolsek Cipondoh Bp AKP Sanija bersama aparat TNI.

Tim Gegana polda metro--

Tim Jihandak Polda Metro Jaya.

“Setelah semuanya dinyatakan baik dan tidak ada sesuatu yang mencurigakan, baru kita serahkan pengamanan kepada panitia dan tim keamanan internal Gereja. Maka saya berterima kasih atas kerja sama yang baik ini sehingga tercipta rasa aman dan damai,” ujarnya.

Wakapolsek Sanija--

Wakapolsek Cipondoh AKP Sanija menyisir lokasi.

Keluarga Bp Ign Giyarto-Ibu Valentina Sumiyarni

Luar biasa! Di tengah pandemi sudah boleh dan bisa mengikuti misa di Gereja. “Tidak seperti tahun lalu sedih banget, sudah suasana pandemi Corona, kita hanya bisa. mengikuti Pekan Suci dari rumah. Malam ini seneng banget,” kata Ibu Valentina Sumiyarni.

umat sepi--

Bersyukur bisa ikut misa di gereja, meski kurang greget.

Meskipun senang, Pak Giyarto merasakan kesedihan juga karena kurang greget atau kurang dapet suasana paskahnya. Sebagai hari raya untuk mengenang dan mengekspresikan kebangkitan dan kemenangan Kristus atas dosa dan maut suasananya kelewat sepi karena umatnya sedikit. “Tapi tetap bersyukur karena sudah lebih baik dari tahun lalu,” katanya.

Sedihnya lagi, imbuh Pak Giyarto, umat Bernadet rasa kekeluargaan dan persaudaraannya sangat terasa. Biasanya setelah misa disapa banyak orang. “Ini ketemu temen sedikit banget,”.

Tim PMI Kota Tangerang

PMI--

Tim PMI Kota Tangerang.

Tim ini bersyukur karena selama berjaga dari hari Minggu tidak ada gangguan kesehatan yang membutuhkan pertolongan darurat. Ini bukti bahwa umat sudah jujur mengikuti peraturan dari Gereja. Yang hadir ke gereja benar-benar sehat. Tidak ada gangguan kesehatan.

Bu Anna-

Umat patuh menerapkan protokol kesehatan.

Protokol kesehatan juga dinilai sangat bagus, mulai dari cek suhu di pintu masuk, tempat cuci tangan, dan tempat duduk yang sangat berjarak sesuai infonya Gereja bahwa hanya diisi 20% kapasitas. Kesigapan panitia yang selalu memegang hand sanitizer dan menyemprotkannya ke umat juga bagus sekali.

Pewawancara: Bambang Gunadi/ Foto-foto: Arya, Ela, Panitia Paskah 2021 Father

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna