Sketsa Pekan Suci 2021 Gereja Santa Bernadet

10 April 2021
  • Bagikan ke:
Sketsa Pekan Suci 2021 Gereja Santa Bernadet

Romo Lamma memberkati daun palma, Minggu (28/3).

Minggu Palma, 28 Maret 2021, mengawali Pekan Suci tahun ini. Di Gereja St Bernadet misa pertama dipersembahkan oleh Pastor Kepala Paroki Ciledug Romo Lammarudut Sihombing, CICM.

2--

Petugas passio Minggu Palma.

Dalam homilinya sesudah pembacaan Injil Markus 11:1-10, Romo Lamma mengatakan bahwa Minggu Palma merupakan gerbang untuk memasuki Pekan Suci.

10--

Prodiakon dan petugas liturgi lain Minggu Palma.

Keledai adalah binatang pembawa beban yang melambangkan bahwa dalam perjalanan ke Yerusalem Yesus memikul beban dosa manusia yang akan diselamatkan lewat korban penderitaan sampai wafat di kayu salib.

Bambang3-pakai--

Seusai misa umat membawa pulang daun palma.

"Perjalanan Yesus ke Yerusalem adalah perjalanan menuju hati kita, agar kita mau meneladani-Nya untuk berkorban bagi orang lain," kata Romo Lamma.

Kamis Putih

Misa Kamis Putih, 1 Maret 2021, baik online maupun tatap muka, memberikan kejutan. Jika pada Kamis Putih tahun 2020 pembasuhan kaki ditiadakan, tahun ini dipilih dua koster Gereja Bernadet, Pak Yus dan Pak Tri, sebagai pemeran Rasul.

yus1==

Tanpa menyangka, Pak Yus diminta memerankan Rasul.

"Tidak ada komunikasi. Sudah tugas saya mengangkat kursi ke depan, tetapi saya tidak tahu siapa yang akan dibasuh kakinya. Tahu-tahu Romo Matius nyuruh saya duduk untuk jadi Rasul. Ya saya kaget, tapi duduk saja karena saya senang, " kata Pak Yus (Yulius Tugiyo) ketika ditemui usai misa pertama.

basuh2--

Romo Lamma membasuh kaki Pak Tri dan Pak Yus.

Romo Matius sesudah pembasuhan kaki baru menyampaikan alasan mengapa memilih Pak Yus.

"Anda semua pasti kaget. Orang tua, salah satu murid Tuhan yang sudah melayani lebih dari 30 tahun di paroki ini. Seorang pendiam, tidak banyak bicara, tetapi ia sungguh tahu apa yang harus ia buat dalam seluruh tugas dan pekerjaannya,” kata Romo Matius dari belakang altar malam itu.

basuh1-

Romo Lamma mencium kaki Pak Yus.

Ditemui usai misa, Romo Matius mengakui banyak mendengar cerita tentang pelayanan Pak Yus dari orang-orang di antara umat St Bernadet.

Pak Yus dan Pak Tri (Damianus Triyono) memerankan Rasul dalam Misa Kamis Putih kedua yang dipersembahkan oleh Romo Lamma.

yus4--

Romo Matius mencium kaki Pak Yus.

Pak Tri mengaku terkejut dan menjawab terbata-bata ketika ditanya. "Kok bisa, Pastor Paroki membasuh dan mencium kaki seorang koster? Nggak nyangka banget. Bersyukur banget," jawabnya saat ditanya sesudah misa.

Romo Lamma yang ditemui seusai misa menceritakan, Pak Yus dan Pak Tri awalnya menolak karena merasa tidak pantas, tetapi kemudian menerima setelah diberi pengertian.

106--

Pak Margot dan Pak Totot dalam tugas Kamis Putih.

“Bapak-bapak koster itu dipilih karena mereka selama ini banyak membantu di balik layar setiap ada Perayaan Ekaristi. Maka ini juga sebagai bentuk apresiasi, terlebih untuk Pak Yus yang sudah menjadi koster selama 31 tahun,” kata Romo Lamma.

42--

Sebagian Prodiakon yang bertugas dalam misa Kamis Putih.

Menginspirasi dan menyentuh

"Saya terinspirasi oleh pembasuhan kaki Pak Yus oleh Romo Matius," kata Pak Agus Triharjono dari Loyola 2 via telepon, Jumat (2/4) pagi.

Meski baru saja datang dari Jember, pria yang akrab disapa Pak Agus Tri itu segera mengadakan upacara basuh kaki dalam keluarganya sesudah mengikuti misa daring Kamis Putih pertama.

Pak Tri6--

Pak Agus Tri membasuh kaki anaknya, disaksikan istri.

“Kalau yang lemah mencuci kaki yang kuat atau yang miskin mencuci kaki yang kaya, itu sudah biasa. Tetapi inilah cara papa mengasihi kalian, papa yang akan mencuci dan mencium kaki kalian,” kata Pak Agus Tri kepada keempat anaknya.

"Bukan saya tak mau dibasuh kakinya, tetapi sekarang ini mereka semua masih tergantung pada saya. Sayalah yang harus membasuh kaki mereka," imbuhnya. Ia menambahkan, anak-anak tak kuasa membendung air mata dalam pembasuhan kaki yang baru pertama kali dilakukan di keluarganya itu.

Pak Tri5--

Pak Agus Tri membasuh kaki sang istri.

Beberapa orang yang ditemui sesudah misa menyampaikan beragam perasaan. Ibu Maria Wijayanti dari Wilayah Santa Sesilia yang bertugas sebagai dirigen pada misa kedua terharu melihat contoh kokret dan teladan melayani.

“Peristiwa ini semakin memperteguh iman saya bahwa kerendahan hati dan melayani adalah tugas utama sebagai orang katolik,” ungkapnya.

umat bawah--_1

Umat di tenda bawah dalam misa Kamis Putih.

“Hari ini saya merasakan makna yang sangat dalam dan konkret dari Perayaan Kamis Putih,” ungkap Bp Yohanes Iwan dari Wilayah Paulus usai misa bersama istrinya, Ibu Veronika Diah.

“Saya nggak nyangka tadi Romo akan membasuh kaki Pak Yus yang seorang koster,” timpal Ibu Vero. “Romo benar-benar meneladani Yesus dalam hal melayani dan menjadi nyata,” imbuhnya.

99--_1

Aparat memastikan keamanan dengan penyisiran.

Sedang Ibu Widhi Astuti mengaku hampir menagis. “Ini mengingatkan saya yang kadang kurang peduli dengan orang di sekitar kita, padahal mereka sudah banyak membantu kita. Kadang kita kurang menyadarinya,” katanya.

Jumat Agung

Di awal misa Kamis Putih Romo Matius mengatakan, dalam mengenang Perjamuan Malam terakhir Yesus dengan para murid-Nya, ketika Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya (Yoh 13:1-15), kita semua diundang, dilibatkan oleh Tuhan dalam perjamuan itu.

JumatAgungA--

Romo Matius memimpin perayaan Jumat Agung.

“Hidup ini bukan hanya soal makan dan minum tapi juga kita dipanggil untuk saling melayani, saling mengasihi, dan saling mengampuni, sehingga hidup yang dikaruniakan Tuhan kepada kita (adalah) hidup yang penuh rahmat dan berkat, supaya kita semua menjadi rahmat dan berkat bagi setiap orang yang kita jumpai,” pesan Romo Matius.

Pesan tersebut berlanjut dan mendapat bingkai ketika Romo Matius memimpin perayaan Jumat Agung.

Dalam homili sesudah bacaan Kisah Sengsara (Yoh 18:1-19:42), Romo Matius mengatakan bahwa Yesus dalam perjalanan menuju puncak Golgota disoraki, diteriaki, diludahi, diejek.

JumatAgungB--

Pembacaan Kisah Sengsara dalam Jumat Agung.

“Tetapi satu hal, karena cinta-Nya kepada manusia, Yesus fokus pada memikul salib. Meskipun jatuh berulang kali Ia tetap bangkit lagi untuk meneruskan perjalanan-Nya. Dari atas puncak Golgota itulah kemudian Yesus menunjukkan kepada kita cara mencintai,” kata Romo Matius.

 JumatAgungC--

Penghormatan salib dalam Jumat Agung di masa pandemi.

“Kalau tujuan kita untuk menyelamatkan keluarga, untuk menyelamatkan orang-orang yang kita jumpai, fokuslah pada tujuan. Dengan cara itulah kita bisa mengambil bagian sedikit dalam mencintai kehidupan. Yesus melakukan semua itu karena Dia tahu betapa berarti dan berharga kehidupan manusia,” ujarnya.

Sabtu Vigili

vigili1--

Upacara Cahaya di malam Sabtu Vigili.

vigili4--

Lilin Paskah sebagai lambang Kristus yang bangkit.

Misa Sabtu Vigili pertama dipersembahkan oleh Romo Lamma. Dalam homilinya sesudah pembacaan Injil Markus 16:1-8, Romo Lamma mengatakan, "Peristiwa kebangkitan adalah berita tentang kehidupan. Kita harus tetap punya harapan. Kita harus mengampuni sekalipun kita dibenci, karena dari situ lahir kebangkitan. Itulah iman kita agar kita bisa semakin mengasihi, semakin terlibat, dan semakin menjadi berkat bagi yang lain."

vigili12--

Gereja Bernadet memberlakukan prokes secara ketat.

vigili6--_1

vigili7--_2

OMK dalam pelayanan musik liturgi.

Minggu Paskah

"Pada hari ini kita patut mengatakan, 'Alleluia, Puji Tuhan', karena Kristus Yesus yang kita imani sungguh bangkit dari kematian,” kata Romo Matius mengawali homilinya dalam misa Minggu Paskah, akhir Pekan Suci, 4 April 2021.

“Dengan demikian perjalanan hidup kita tidak hanya berputar pada harapan tetapi kita sampai pada kepastian tentang nasib dan masa depan kita. Orang-orang yang percaya kepada Kristus akan dibangkitkan supaya diperkenankan dalam kebahagiaan abadi di Kerajaan Surga," lanjutnya.

Mingg Paskah--

Romo Matius, lektor, dan pemazmur dalam Minggu Paskah.

“Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu" (Mrk 16:7).

Berangkat dari kata-kata malaikat dalam bacaan Inji Sabtu Vigili itu, Romo Matius mengatakan, "Kita harus menemukan 'Galilea-Galilea baru' untuk mewartakan Tuhan. ‘Galilea-Galilea baru’ adalah keluarga, lingkungan, dan komunitas, lingkungan kristiani, masyarakat, maupun tempat kerja kita.”

62--_1

Romo Lamma di tengah aparat keamanan dan panitia Paskah.

“Suasana Kerajaan Surga yang penuh  kedamaian harus tercipta di ‘Galilea-Galilea Baru’. Menjadi pelayan publik merupakan kesempatan melayani secara lebih luas. Tantangan-tantangan konkret untuk berjumpa dengan Tuhan ada di sana," kata Romo Matius di bagian akhir homilinya.

Ucapan terima kasih

Di akhir misa Minggu Paskah, perwakilan Panitia Paskah St Bernadet 2021 Fabiola-Theresia (Father) dan DPH menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung sehingga semuanya berjalan lancar. Bp Arief Suparyono mewakili Father dan Ibu C. Lutfina Andreasari mewakili DPH.

PakArief--

Bp Arief Suparyono, Ketua Panitia Paskah 2021 Father.

Terima kasih disampaikan baik kepada pihak internal Gereja Bernadet maupun masyarakat, dari aparat TNI, Polri yang telah membantu pengamanan dan aparat pemerintah sipil, RT, RW, dan masyarakat sekitar yang telah memungkinkan umat Bernadet bisa merasakan suka cita Paskah, serta seluruh umat yang telah berkontribusi dengan caranya masing-masing.

Lutfina--

Ibu Lutfina Andreasari mewakili DPH Paroki Ciledug.

Atas nama Pastor Paroki, Frater, dan seluruh tim karya pastoral, Romo Matius mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf jika ada kesalahan dan pelanggaran. Ia memuji Panitia Paskah 2021 Father yang telah berjibaku, bekerja keras tanpa kenal lelah dan sangat disiplin waktu.



ALBUM FOTO PEKAN SUCI 2021 dari Sie Komsos klik di sini, dan dari Panitia Paskah Father klik di sini.

Peliput: Elsa, Ela, Bambang Gunadi, ps/ Foto-foto: Arya, Ana, Ela, Kevin, Bambang Gunadi, Panitia Paskah 2021 Father, Screenshot. dok.pri/ Video: Hari Kristanto-Jassen/ Album Foto: ps-Andito Herjuno

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna