Romo Matius Ajak Baptisan Baru Teladani Santo Yosef yang Jujur, Taat, dan Setia

27 Maret 2021
  • Bagikan ke:
Romo Matius Ajak Baptisan Baru Teladani Santo Yosef yang Jujur, Taat, dan Setia

Baptisan  dewasa di Gereja Bernadet Ciledug, Jumat (19/3).

Bertepatan dengan Hari Raya Santo Yosef suami Maria, Jumat 19 Maret 2021, pada Misa harian jam 18.00 diselenggarakan penerimaan Sakramen Baptis dewasa. Misa dipersembahkan oleh Romo Matius Pawai, CICM, didampingi Frater Stefanus Ramli, CICM, dengan kehadiran umat terbatas sesuai protokol kesehatan misa harian.

romo matius--

Romo Matius Pawai, CICM.

“Para penerima Sakramen Baptis ini adalah katekumen yang telah mengikuti pembelajaran lebih dari 1 tahun, karena dalam masa pandemi Covid-19 semua pembelajaran dilaksanakan secara online, kecuali saat rekoleksi dan pengenalan gereja dan sarana peribadatan,” ungkap Ibu Anna Juwaryani dari Tim  Katekese.

triKrisma-

Pengurapan minyak.

Dalam homilinya Romo Matius mengungkapkan, Santo Yosef adalah pribadi yang taat, jujur, dan setia. Ia adalah pribadi yang selalu ingin menjaga martabat dan nama baik keluarga, seperti ketika mendapati Bunda Maria tunangannya yang  mengandung. “Santo Yosef tetap setia tidak meninggalkannya,” ujar Romo Matius.

TriKain--

Kain putih sebagai lambang kelahiran manusia baru.

Demikian juga saat Bunda Maria menjelang melahirkan Yesus, Santo Yosef berusaha ingin memberikan yang terbaik dengan berusaha mencari penginapan dan mengetok pintu. Tapi nyatanya tak satupun pintu terbuka untuk Santo Yosef dan Bunda Maria yang sedang mengandung dan akan melahirkan.

Lilin--

Lilin sebagai lambang Anak-anak Terang.

Pengalaman ditolak, lanjut Romo Matius, tidak menyurutkan langkah Santo Yosef. Ia terus berjalan dan setia menuntun Bunda Maria sampai menemukan kandang sebagai tempat untuk melahirkan. Santo Yosef terus menemani Bunda Maria dan bayi Yesus di kandang Betlehem. “Santo Yosef adalah contoh bagi bapak-bapak dalam hidup berkeluarga,” ujarnya.

hand--_1

Prokes sebelum terima Komuni: tangan di-hand sanitizer.

Kepada para katekumen yang akan dibabtis Romo Matius menambahkan, “Ketekunan Anda untuk terus berjalan mengikuti pelajaran agama Katolik lewat para katekis hari ini telah sampai pada tujuan akhir.”

TriKomuni--_1

Pertama kalinya menerima Sakramen Maha Kudus.

“Waktu yang panjang ditambah situasi di masa pandemi ini tentu melelahkan dan tidak mudah. Hari ini semua akan berbuah manis. Anda semua akan dibaptis dan sekaligus akan menerima Sakramen Ekaristi dan Krisma,” kata Romo Matius mengakhiri homilinya.

baptis7--_1

Berdoa kepada Bunda Maria, teladan sejati orang beriman.

Pesan untuk Wali Baptis dan Kaling

Ketiga katekumen yang dibaptis malam itu adalah Carolin Nadiah dari Wilayah Paulus, Alexander Ananda Nafi Pratama dari Fabiola, dan Yosephine Maryani dari Ignasius Loyola. Hadir pula dalam upacara suci tersebut Bp GM Budi Suryanto,  Korbid Pewartaan I DPH Paroki Ciledug.

-gmbudi--_1

Bu There, Bu Anna, dan Pak GM Budi Suryanto (baris 1-2).

Di akhir misa, Romo Matius berpesan kepada para wali baptis, “Tugas Anda bukan berhenti di sini tetapi Anda bertiga harus terus membimbing dan memberi contoh yang baik dalam hal iman dan doa.”

Sementara kepada Ketua Lingkungan, pesannya, “Sambutlah para warga baru ini. Ajak dan libatkan setiap ada kegiatan atau doa di lingkungan Anda.”

ganti--

Pelayanan musik liturgi oleh anggota Pasdior St Bernadet.

Untuk para baptisan baru, “Selamat Anda telah menerima seluruh sakramen inisiasi. Itu artinya Anda telah diterima penuh sebagai anggota Gereja Katolik. Besok kalau Anda berkesempatan mengikuti Perayaan Ekaristi dimanapun, Anda sudah dapat menerima komuni kudus.”

Terkesan dengan para katekis

Mas Alexander Ananda Nafi Pratama yang ditemui seusai penerimaan Sakramen Baptis mengungkapkan keinginan untuk ikut bergabung dengan Gereja Katolik muncul saat ia duduk dibangku SMA.

“Keinginan itu terus ada dan akhirnya tahun lalu saya mendaftar untuk ikut pelajaran agama Katolik. Ternyata setelah mengikuti pelajarannya menyenangkan dan makin mantap untuk menjadi orang Katolik dan puji Tuhan hari ini dibaptis,” katanya.

wawancara--

Ibu Yosephine Maryani, salah satu baptisan baru.

Sementara Ibu Yosephine Maryani amat terkesan dengan kerelaan dan kedisiplinan para guru pembimbing—demikian ia menyebut para katekis.

foto bareng2--

Romo Matius, Fr Steve, baptisan baru, dan wali baptis.

“Hari gini kok ada guru yang mengajar tanpa dibayar dan kita juga tidak dipungut biaya. Padahal ilmu dan pengetahuan yang saya dapet banyak banget. Kerelaan dan kedisiplinan para guru pembimbing itulah yang meneguhkan keinginan saya untuk menjadi Katolik mengikuti suami,” tegasnya.

foto bareng--_1

Dua katekis, Bu Anna dan Bu There, mengapit baptisan baru.

Hal tersebut diamini oleh Mbak Carolin Nadiah yang ditemui bersamaan usai misa. “Meskipun pelajaran secara online, semua yang disampaikan menarik untuk diikuti terus. Karena semua tepat waktu, saat pengajaran jadi nggak ada rasa bosen menunggu. Seneng banget hari ini saya sudah dibaptis,” ungkapnya.

thumbnail--

"Selamat, Anda telah menerima seluruh Sakramen Inisiasi."


Teks: Bambang Gunadi/ Foto-foto: Juliana Manurung/ Kolase Foto: ps

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna