Frater Steve Ramli: “Saya sungguh bahagia karena Allah begitu mengasihi saya…”

20 Maret 2021
  • Bagikan ke:
Frater Steve Ramli: “Saya sungguh bahagia karena Allah begitu mengasihi saya…”

Kaul kekal Fr Steve dalam misa Minggu Prapaskah IV.

Dalam misa Minggu Prapaskah IV, 14 Maret 2021, Frater Stefanus Ramli, CICM, mengikrarkan kaul kekal di Gereja St Bernadet Paroki Ciledug. Seusai misa, Komsos mewawancarai frater asal Manggarai Barat, NTT, itu. Berikut  petikannya.

Komsos (K): Frater, bagaimana perasaannya setelah ikrar kaul kekal?

Fr Stefanus (FS): Saya sungguh merasa bahagia karena Allah begitu mengasihi saya dan juga rahmat yang saya terima ini sungguh luar biasa, terutama hidup sebagai seorang biarawan misionaris CICM.

wawancaraRafaela-pakai--

Rafaela Chandra dari Komsos mewawancarai Fr Steve Ramli.

K: Setelah ikrar kaul kekal apa proses selanjutnya?

FS: Saya berharap proses selanjutnya untuk tahbisan Diakon, karena saya sudah melamar untuk tahbisan Diakon. Semoga semuanya berjalan dengan baik sesuai dengan rencana Tuhan.

K: Amin… Katanya ikrar kaul kekal sempat tertunda, ya? Kenapa, Frater?

FS: Ya… begitulah panggilan yang kita tidak tahu bagaimana prosesnya. Ini… saya melihat ini sebagai proses dalam hidup panggilan untuk menjadi pribadi yang sabar, pribadi yang rendah hati, dan selalu berserah diri kepada Tuhan.

K: Di Paroki Ciledug ini Frater menjalani proses apa?

FS: Kalau dalam CICM kami menyebutnya Internship (magang, Red) atau—kalau orang biasa menyebutnya—Tahun Orientasi Pastoral. Itu yang saya jalani sampai sekarang. Masa sebelum tahbisan Diakon dan juga sebelum tahbisan Imam kami sebut Internship.

K: Ingat nggak, Frater, sejak kapan itu?

FS: Sejak 1 Oktober 2019.

steve2-2-jpg---27mei kaul ke-4

Fr Steve ketika mengucapkan kaul ke-4, 27 Mei 2020.

K: Selama masa Internship itu pengalaman paling menarik apa?

FS: Pengalaman menarik selama saya di Ciledug itu pengalaman kunjungan orang sakit, kunjungan umat, di mana saya merasakan bahwa ternyata mengunjungi orang sakit dan mengunjungi umat itu merupakan suatu bagian dari mewartakan Kabar Gembira terutama bagi mereka yang membutuhkan kehadiran orang lain dalam hidupnya.

K: Kalau pengalaman yang tidak menarik?

FS: Yang tidak menarik…? Hmm.. (diam sejenak) Saya belum jumpa pengalaman yang tidak menarik…

K: Ya… mungkin yang… ‘aduh kok gini ya’…?

FS: Mungkin yang tidak menariknya karena prosesnya lama ya… Tetapi ya itu bagian dari panggilan ya… Bukan kita tapi Tuhan yang merencanakannya. Harus sabar.

Kaul2--

Litani Orang Kudus sebelum ikrar kaul kekal.

Minggu Laetare

Misa tersebut dipersembahkan oleh Pastor Lammarudut Sihombing, CICM, didampingi Pastor Matius Pawai, CICM. Hadir di antara umat dan suster, Pastor Derikson A Turnip, CICM, Pastor Ananias Dundu, CICM, Pastor Frans Sule, CICM, Pastor  Yeremias Lakonawa, CICM, dan beberapa Frater CICM.

Pastor Matius dalam homili sekaligus pengantar kaul kekal Fr Stefanus Ramli yang akrab disapa Fr Steve, menempatkan kaul kekal tersebut dalam ungkapan suka cita Minggu Prapaskah IV sebagai Minggu Laetare (Minggu Suka Cita).

Kaul3--

Fr Stefanus Ramli, CICM, siap mengikrarkan kaul kekal.

Bertolak dari bacaan Injil Yoh 3:14-21, Pastor Matius menyatakan ada alasan-alasan kita untuk bersuka cita. Pertama, suka cita besar bangsa manusia karena kasih-Nya Allah mengirim Putra-Nya untuk keselamatan hidup kekal manusia yang percaya kepada-Nya (Yoh 3:16).

Kedua, suka cita karena kita sudah bisa melaksanakan misa offline di masa pandemi ini, meskipun belum semua bisa mengikutinya sehingga masih perlu kesabaran, khususnya bagi orang-orang lanjut usia dan anak-anak.

Ketiga, kata Pastor Matius, “Kita juga akan bersuka cita karena teman, rekan, pembimbing, anak kita Fr Stefanus Ramli yang ingin mempersembahkan dirinya untuk melayani Tuhan di dalam Gereja lewat Kongregasi CICM.”

Kaul5--

Sebagian umat yang menyaksikan kaul kekal Fr Steve.

Lahir sebagai anak ke-2 dari 6 bersaudara, Fr Steve ingin berucap janji, mengikrarkan janji setianya di hadapan Tuhan di dalam Gereja yang kudus yang tentu merupakan kabar suka cita bagi keluarganya.

Dalam perjalanan panjang Fr Steve, ada begitu banyak orang terlibat: orangtua, keluarga, teman seperjalanan, teman seperjuangan, para formator, dan umat yang hadir menemani dia. “Karena itu kita boleh mengatakan, kami bangga, kami bersyukur boleh menjadi bagian penting dari perjalanan Fr Steve sampai pada hari ini,” kata Pastor Matius.

Kaul6--

Tanda tangan dokumen usai kaul kekal dalam bahasa Inggris.

“Semoga semangat pengabdiannya selalu dijiwai oleh semangat Kristus yang datang untuk melayani, bukan untuk dilayani,” harap Pastor Matius pula.

Secara terpisah, Pastor Matius menjelaskan, dalam tarekat religius seperti CICM kaul kekal artinya seseorang diterima penuh sebagai anggota Ordo atau Kongregasi. Karena itu ikrar pengucapan janji setia Fr Steve disampaikan di hadapan Provinsial, dalam hal ini Pastor Lammarudut Sihombing, CICM, sebagai anggota Dewan Provinsial CICM.

Kaul7--aplus umat dan ucapan selamat rm lamm

Aplaus dari umat sesudah mengucapkan kaul kekal.

Fr Steve masih harus menjalani berbagai persiapan sampai tahbisan Diakon dan puncaknya tahbisan Imamat. “Kita doakan semoga Frater Steve tetap teguh dan semangat menapaki jalan panggilan,” ajak Pastor Matius.

Hampir dipinang Ordo lain

Ditemui usai kaul kekal, Fr Steve menceritakan ketertarikannya pada Tarekat CICM bermula dari membaca sebuah majalah terbitan CICM, karenanya ia sudah punya pilihan ke mana mendaftar sesudah pendidikan di Seminari Menengah.

Kaul8--

Fr Steve berdoa di depan Bunda Maria.

“Dari membaca majalah itu saya berpikir wah… ini asyik dan menarik berkarya di pedalaman, berkarya bersama anak-anak jalanan. Akhirnya saya mantap menentukan pilihan mendaftar ke Kongregasi CICM dan puji Tuhan diterima,”  kenangnya.

 Kaul12--

Solis, dirigen, dan organis dalam misa Minggu Prapaskah IV.

Fr Steve sempat menceritakan, karena ia orang Flores waktu di Seminari Menengah ia hampir dipinang oleh sebuah Ordo besar yang berkarya di Indonesia Timur. Tetapi ia sudah jatuh cinta dengan Kongregasi CICM dan tidak ingin pindah ke lain hati.


Teks: Rafaela Chandra, Bambang Gunadi, ps/ Foto-foto: Walter Arya, Bambang Gunadi, dok. Komsos/ Video: Hari Kristanto-Komsos

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna