Pertemuan Mistagogi ke-1, 17 Januari 2021.
Sudah menjadi kebiasaan Gereja St Bernadet Paroki Ciledug bahwa setiap tahun Tim Katekese Paroki mengadakan pembelajaran mistagogi kepada para baptisan baru dengan tujuan mendampingi dan membimbing mereka setelah menjalani Inisiasi Kristen (Baptis, Ekaristi, dan Krisma).
Di masa pandemi ini mistagogi—yang idealnya berlangsung di masa Paskah sampai dengan Pantekosta—diadakan 17 Januari 2021-28 Februari 2021. Dengan 6 kali pertemuan, jam 15.30-16.30, mistagogi dilakukan secara virtual dengan aplikasi Google Meet.

Pertemuan Mistagogi ke-2, 24 Januari 2021.
Adapun materi-materi yang diberikan adalah sbb: 1. Sharing tentang pembaptisan dan pengenalan mistagogi; 2. Sakramen-sakramen dalam Gereja Katolik; 3. Sakramen Tobat dan Tata Cara Sakramen Tobat secara pribadi; 4. Tritunggal Yang Maha Kudus; 5. Purgatorium (Tempat Penyucian); dan 6. Prinsip-prinsip Moralitas (Kebiasaan-kebiasaan orang kristen). Materi terakhir dibawakan Fr Steve Ramli, CICM, yang sekaligus menutupnya.
Pertemuan Mistagogi ke-4.
_1.jpg?1615778313471)
Inisiasi Kristen mencakup 4 masa, 3 tahap. (imankatolik.or.id)
Inisiasi Kristen mencakup empat masa dan tiga tahap:
(1) Masa Prakatekumenat atau pengenanalan iman (evangelisasi) yang diakhiri dengan inisiasi tahap I, yaitu Pelantikan Katekumen;
(2) Masa Katekumenat yang diakhiri dengan inisiasi tahap II, yaitu Pemilihan Calon Baptis;
(3) Masa Persiapan Terakhir atau masa pemurnian dan pengenalan yang bermuara pada inisiasi tahap III, yakni Penerimaan Sakramen-Sakramen Inisiasi (Baptis, Krisma, Ekaristi).
(4) Masa Mistagogi. Sesudah menerima Sakramen-Sakramen Inisiasi, para baptisan baru memasuki Masa Keempat, yaitu Mistagogi. Mistagogi disebut juga sebagai masa pemantapan iman.
Baptisan baru yang sudah menerima Sakramen-Sakramen Inisiasi tersebut ibarat tanaman baru atau outfits. Mereka harus rutin disiram dan dipupuk agar tumbuh menjadi pohon sehat, yang menghasilkan buah-buah yang baik. (Ernest Mariyanto: 2013).
Meski dalam ketiga masa pertama sudah cukup menerima bekal dari para katekis, masih banyak hal yang harus mereka pelajari sebagai orang Katolik. Di situlah pentingnya masa Mistagogi.

Pertemuan Mistagogi ke-5, 14 Februari 2021.
Dengan memasuki masa Mistagogi, para baptisan baru menerima pengajaran, bimbingan, dan pendampingan agar semakin dalam masuk ke dalam misteri Kristus, dengan lebih memahami makna Sakramen-Sakramen dan menghayatinya dalam kehidupan mereka sehari-hari sebagai orang Katolik yang sesungguhnya. (Mgr Aloysius Sudarso, SCJ: 2013).
Menjadi orang Katolik yang sesungguhnya menjadi lebih nyata ketika para baptisan baru itu terlibat dalam berbagai aktivitas komunitas Gereja Katolik secara nyata, dari lingkup lingkungan, wilayah, paroki, bahkan—lebih luas lagi—lingkup keuskupan.
Maka jelas bahwa para baptisan baru akan menemui banyak hal baru dan tak lepas dari berbagai pergulatan. Karenanya, bukan hanya para katekis yang harus terus-menerus mengawal mereka melainkan juga komunitas orang beriman dari berbagai lingkup tersebut.

Pertemuan Mistagogi ke-6, 28 Februari 2021.
Mari kita mendoakan para baptisan baru ini untuk tetap bertahan dalam memulai kehidupan barunya di tengah keluarga dan masyarakat agar selalu taat dan setia kepada janjinya kepada Allah Bapa.
Atas terselenggaranya Mistagogi di Paroki Ciledug, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung kelancarannya, yaitu Romo Matius Pawai, CICM, tim Katekese Paroki, Fr Steve Ramli, CICM, Bp GM Budi Suryanto, Korbid Pewartaan I, Bp Yohanes Pramono, Ketua Sie Katekese Paroki, serta semua katekis yang telah mendampingi katekumen dan baptisan baru.
Semoga Allah Bapa memberikan berkat melimpah atas pelayanan kita semua. Amin.
Berkah Dalem!
Teks: Theresia Eka Murti (Sie Katekese Sub Seksi Katekumenat)/ Editor: Paulus Sulasdi/ Foto-foto: Tim Sub Katekumenat