Foto bersama usai pelajaran katekumen dan rekoleksi.
Tahun Refleksi 2021 Keuskupan Agung Jakarta bertema “Semakin Mengasihi, Semakin Terlibat, dan Semakin menjadi Berkat”. Sie Katekese Paroki Ciledug Gereja St Bernadet merefleksikan beragam hal terkait tata pelayanan karya.
Gerakan “Semakin Mengasihi” adalah refleksi terhadap beragam karya; “Semakin Terlibat” merupakan upaya memperkokoh iman dan harapan dalam persekutuan; dan “Semakin Menjadi Berkat” mengarah pada upaya meluaskan kasih dan solidaritas.

Para katekumen menyimak pelajaran di gereja dengan tekun.
Kata refleksi sendiri berarti upaya melihat ke belakang sebagai bekal menatap masa depan. Dalam hal ini, Sub Katekumenat telah memulai bimbingan dan pembelajaran untuk orang-orang yang rindu akan baptis Katolik sejak akhir 2019 sampai sekarang (lebih dari 1 tahun).
Sabtu, 6 Maret 2021, dilakukan tatap muka dengan 10 orang katekumen yang terdiri dari 7 katekumen dewasa (Venny, Yenny, Okta, Michael, Johan, Agus, Marlina) dan 3 katekumen anak-anak (Felix, Prita, dan Tata).

Bu There dan Pak Sim: Pelajaran tentang Gereja Rumah Tuhan.
Pada hari itu juga Bp Simbolon, Ibu Theresia EM, dibantu para katekis lain, memberikan pembelajaran “Mengenal Gereja Rumah Tuhan dan perlengkapannya”. Sebab, para katekumen wajib memahami Gereja Katolik secara fisik/nyata serta peralatan-peralatan yang digunakan dalam Perayaan Ekaristi. Kami melakukan semuanya itu dengan izin untuk hadir di gereja dan tetap menaati protokol kesehatan.

Mengenal peralatan dan perlengkapan Perayaan Ekaristi.
Kami para katekis berupaya merealisasikan kerinduan para katekumen agar bisa dibaptis secara Katolik. Kami berharap bisa terlaksana penerimaan Sakramen Inisiasi sebagai dasar untuk menjadi bagian penuh Gereja Katolik (Baptis, Ekaristi, dan Krisma) kepada tiga orang katekumen, yaitu Nadiah, Maryani, dan Nafi Ananda.

Pastor Matius memimpin rekoleksi offline di ruang PPRI.
Sebelum menerima sakramen inisiasi secara komplet, para katekumen tersebut dipersiapkan dan diikutkan dalam rekoleksi akhir calon baptis secara offline. Karena masa pandemi, rekoleksi dilakukan satu kali, yaitu pada hari Sabtu, 6 Maret 2021, pukul 11.00-12.00, di Ruang PPRI Pinang, dengan pembimbing Pastor Matius Pawai, CICM.
Pastor Matius dalam rekoleksi tersebut mengingatkan bahwa menjadi orang Katolik harus bahagia, bukan sedih, bukan susah, dan sebagainya. Apa yang membuat kita bahagia dalam hidup, katanya, adalah dengan menjadi pendamai bagi orang-orang yang sedang konflik atau dilanda amarah, bahkan kita bisa menjadi pendamai di tengah kerusuhan.

Rekoleksi offline diikuti tiga orang katekumen calon baptis.
Pastor Rekan Paroki Ciledug itu menekankan bahwa agama Katolik mengajarkan cinta kasih, bukan kesombongan atau membanding-bandingkan agama sendiri dengan agama orang lain.
Pastor Matius juga mengatakan bahwa manusia memiliki bumi, bukan manusia yang punya tanah luas, rumah mewah, mobil mewah. Manusia yang memiliki bumi itu manusia yang suka menolong orang yang susah, sehingga dialah yang dicari oleh manusia yang ada di bumi ini.

Ibu Anna mengumumkan persyaratan lengkap calon baptis.
Itulah beberapa penjelasan pokok Pastor Matius yang diharapkan bisa menjadi bekal para peserta rekoleksi dengan menimba bacaan Injil Matius 5:1-12 tentang Ucapan Bahagia dalam tema Tahun Refleksi: Semakin Mengasihi, Semakin Terlibat, dan Semakin Menjadi Berkat, dalam kehidupan orang Katolik.
Terima kasih kami ucapkan kepada Pastor Matius, Bp Simbolon dan para katekis lainnya, serta Korbid Pewartaan I Bp GM Budi Suryanto yang telah mendukung sepenuhnya kelancaran seluruh kegiatan ini meskipun dalam keterbatasan masa-masa sulit pandemi yang belum berakhir.
Teks: Theresia EM (Sie Katekese Sub Seksi Katekumenat)/ Foto-foto: Sub Seksi Katekumenat