Tahun Refleksi KAJ 2021: Semakin Mengasihi, Semakin Terlibat, Semakin Menjadi Berkat

10 Januari 2021
  • Bagikan ke:
Tahun Refleksi KAJ 2021: Semakin Mengasihi, Semakin Terlibat, Semakin Menjadi Berkat

Romo Lamma memberkati logo Tahun Refleksi 2021.

Tahun 2020 yang lalu adalah tahun yang amat luar biasa dampaknya bagi umat manusia di seluruh dunia. Di tahun tersebut terjadi pandemi virus yang dikenal dengan nama Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) dan dampaknya juga sangat dirasakan oleh Keuskupan Agung Jakarta, yang perlu melakukan penyesuaian terhadap banyak bentuk pelayanan karya demi keselamatan umat dan masyarakat dalam masa pandemi tersebut. Benar-benar luar biasa.

Trisno Kambali--_1

Serah terima menjadi penanda awal Tahun Refleksi 2021.

Kesakitan dan penderitaan yang dialami seluruh manusia di dunia dan warga negara Indonesia adalah juga kesakitan dan penderitaan umat katolik di Keuskupan Agung Jakarta. Dalam masa sulit ini, Bapa Uskup KAJ mengajak seluruh umat untuk terus berdoa bagi keselamatan semua umat dan mengajak seluruh umat untuk mencari “Apa yang dikehendaki Allah dalam masa pandemi covid-19 ini” dan juga “Mencari kebaruan apa yang diharapkan Allah muncul setelah masa pandemi Covid-19 berlalu”.

Romo Matius--_2

Ketua PPTR Sanberna 2021, Romo Matius Pawai, CICM.

Bersama dengan ajakan dari Bapa Uskup KAJ dan dalam situasi yang kurang menentu ini, kiranya menjadi saat yang tepat untuk berhenti sejenak, merenungkan semua hal dalam terang Ilahi, melakukan pertobatan, melaksanakan Novena Roh Kudus dan Novena Tubuh dan Darah Kristus, serta membangun niat untuk kebaruan-kebaruan positif di masa mendatang.

sambutan pak wakil ketua--_1

Wakil Ketua PPTR Sanberna 2021, Yustinus Kristianto.

Untuk itulah mengapa tahun 2021 dicanangkan sebagai Tahun Refleksi. Seluruh umat katolik di KAJ diajak untuk aktif bergerak dengan semangat “Semakin mengasihi, semakin terlibat, semakin menjadi berkat” terutama bagi sesama yang membutuhkan.

Panitia--

Sebagian dari anggota PPTR Sanberna 2021.

Paroki Ciledug sebagai salah satu paroki yang berada di dalam lingkup KAJ telah membentuk Panitia Penggerak Tahun Refleksi Sanberna 2021, dengan Ketua Romo Matius Pawai, CICM, dan Wakil Ketua  Yustinus Kristianto Widiwardono, yang juga sebagai salah satu Korbid di Dewan Paroki Harian. Panitia ini tersusun dengan Agnes Eti Herisusanti sebagai Sekretaris, FX Djoko Herumurti sebagai Bendahara, Anastasia Setyowati sebagai Anggota, Stephanus Herwinoto sebagai Anggota, Stevanus Pristi Wahyudono sebagai Anggota, FA Husin Soekinto sebagai Anggota, Yohanes Bosco Ranndi Pusponegoro sebagai Anggota, dan Antonius Purwanto sebagai Anggota, yang bermasa tugas selama tahun 2021.

Romo Ngerek--

Dari Tahun Keadilan Sosial 2020 ke Tahun Refleksi 2021.

Sebagai penanda awal Tahun Refleksi, telah dilaksanakan serah terima dari Panitia Penggerak Tahun Keadilan Sosial, yang diketuai Trisno Kambali, kepada Romo Paroki Lammarudut Sihombing, CICM, yang selanjutnya diserahkan kepada Panitia Penggerak Tahun Refleksi 2021. Dalam acara yang dilakukan pada saat akhir misa kudus pada hari Minggu (10/01) tersebut sekaligus dilakukan pembukaan banner Tahun Refleksi 2021 yang lalu diberkati oleh Romo Lammarudut Sihombing, CICM bersama dengan beberapa orang panitia yang hadir.

Waketum Ngerek--_1

Dari Yesus Tuna Wisma ke St Yusuf teladan kerendahan hati.

Kunci sukses seluruh umat

Sebelumnya dalam kotbah misa yang dibawakan oleh Romo Matius Pawai, CICM, disebutkan bahwa umat diajak untuk meneladani Santo Yusuf sebagai seorang yang taat, tulus hati, bijaksana, sedikit bicara, banyak kerja.

Santo Yusuf menjadi teladan bagi kerendah-hatian kita dalam melayani sesama. “Gereja mengajak kita, semua umat, untuk semakin mengasihi sesama dengan tulus, juga dengan hadir dan terlibat secara langsung. Panitia Tahun Refleksi sudah dibentuk dan sudah bekerja mempersiapkan segala sesuatu, maka kerja mereka tidak akan berarti dan berdayaguna untuk paroki ini kalau seluruh umat paroki ini tidak mau bekerja sama dengan mereka,” kata Romo Matius.

Altar--

Misa dipersembahkan Romo Lamma dan Romo Matius.

“Yang menentukan sukses tidaknya Tahun Refleksi ini bukan panitia, tetapi seluruh umat yang menjadi bagian dari paroki ini. Kita akan berjalan bersama mencari Tuhan dan berteriak kepadaNya selama Ia dekat. Marilah kita merenungkan dan merefleksikan diri sebagai Anak Tuhan yang sudah dibaptis, apakah segala sesuatu yang kita kerjakan sudah tepat sasaran atau belum. Kita dipanggil sepanjang tahun ini untuk semakin mengasihi, semakin terlibat, semakin menjadi berkat, Tuhan memberkati,” ungkap Romo Matius.

umat--_1

Umat St Bernadet dalam misa offline, Minggu (10/1).

Berkaitan dengan hal tersebut, Panitia Penggerak Tahun Refleksi 2021 mengajak serta dan melibatkan seluruh jajaran perangkat karya dan umat di Paroki Ciledug untuk bersama-sama menggerakkan diri dalam semangat "Semakin Mengasihi, Semakin Terlibat, Semakin Menjadi Berkat" bagi sesama umat dan masyarakat sekitar. Kita juga diajak untuk merenung sejenak tentang apa yang sudah kita lakukan bagi sesama di sekitar kita.

logo--

Logo Tahun Refleksi 2021 KAJ.

Di masa pandemi Covid-19 yang belum juga selesai ini, menjadi penting bagi kita untuk lebih mewujudkan kasih kita pada sesama yang membutuhkan dengan kepedulian dan perhatian yang kita punyai, apapun bentuknya, seberapapun adanya, dan seluas kita mampu membagikannya. Dengan upaya bersama yang sinergis, niscaya semua upaya-upaya yang kecil tersebut dapat difokuskan untuk mengatasi persoalan-persoalan yang terjadi dengan baik.

Image opening PPTR--

Kita juga dituntut ikut serta secara aktif untuk terlibat dan berperan dalam masyarakat sebagai agen kebaikan serta agen kesehatan dengan mau turun tangan langsung dalam kerja sama mencegah penularan Covid-19. Buah-buah dari karya pelayanan kita tersebut diharapkan dapat sebagai wujud nyata untuk semakin menjadi berkat bagi sesama termasuk bagi kelestarian bumi kita di masa mendatang.

Image Doa PPTRPAKAI--

image Lagu Mars  PPTR-Pakai

Semoga Tahun Refleksi ini dapat menjadi momen yang tepat untuk merenung, dan lalu bergerak melibatkan diri menjadi agen kebaikan dan agen kesehatan, menjadi penanda kehadiran kita, sembari merenungkan pembaptisan sebagai Anak Tuhan, apakah perilaku kita sudah selaras dengan kehendak Tuhan. Bercermin pada teladan ketulusan hati Santo Yusuf, mari kita berlomba-lomba menjadi berkat bagi sesama. Semoga Tuhan memberkati segala upaya dan gerakan kita. Amin.


Teks: Panitia Penggerak Tahun Refleksi Sanberna 2021-STH/ Foto-foto: Kevin Meydio, Walter Arya, Rafaela Chandra, PPTR Sanberna

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna