Romo Matius Mengajak Para Baptisan Baru Meneladani Santo Yusuf

19 Desember 2020
  • Bagikan ke:
Romo Matius Mengajak Para Baptisan Baru Meneladani Santo Yusuf

Pemberkatan air baptis oleh Romo Matius Pawai, CICM.

Mewakili Tim Katekese, Ibu Theresia Eka Murti dalam sambutan upacara baptisan, Jumat (18/12), di Gereja Bernadet mengatakan, hari itu adalah gelombang terakhir baptisan ketekumen yang tertunda karena pandemi korona. Para katekumen tersebut seharusnya sudah dibaptis pada Hari Raya Paskah yang lalu tetapi karena pandemi semua kegiatan ditunda.

d469093d-bb70-4be6-992b-678c19f0e603--

Ibu There, katekis pendamping katekumen dewasa.

“Puji Tuhan, berkat dukungan banyak pihak dan kebijakan dari Keuskupan dan Romo Paroki, baptisan katekumen telah terlaksana. Khusus hari ini yang merupakan kelompok terakhir ada 9 katekumen yang dibaptis,” kata Ibu There, sapaan akrabnya, pada misa harian tersebut.

e5e9d783-bdf0-44ee-9f2f-3450c2a235ca--

Menerima lilin sebagai lambang terang Kristus.

Seperti diwartakan sebelumnya, baptisan katekumen gelombang pertama dilaksanakan pada tanggal 4 Desember 2020, gelombang kedua 11 Desember 2020, dan gelombang ketiga 18 Desember 2020.

“Pembagian gelombang ini dilakukan untuk mentaati protokol kesehatan yang sudah dibuat tim TGKP Paroki, karena semua dilaksanakan dalam misa harian yang jumlah umatnya sangat terbatas,” jelas Ibu Anna Juwaryani dari Tim Katekese.

revisidaftar--

Pada gelombang terakhir tersebut, misa harian dipersembahkan oleh Romo Matius Pawai, CICM, yang sekaligus membaptis para katekumen, didampingi Frater Stev Ramli, CICM.

“Para katekumen yang terkasih, Gereja menyambut dengan suka cita kehadiran dan keputusan Anda untuk dibaptis dan bergabung sebagai anggota Gereja Katolik. Lihat karpet merah dipasang untuk menyambut kehadiran Anda. Aneka bunga yang indah menghiasi sekitar altar dan tempat duduk Anda,” kata Romo Matius mengawali misa sore itu.

24d93b33-f3fd-496d-94b2-ad2967913ab9A--

Rangkaian bunga-bunga indah mewarnai misa.

“Tetapi nanti kalau pulang jangan ada bunga yang dicabut, ya. Itu milik pengantin yang besok akan menerima Sakramen Perkawinan di sini,” gurau Pastor Matius.

Meneladani Santo Yusuf

Dari bacaan Injil hari itu, Mat 1:1-8, dalam homilinya Romo Matius mengajak para katekumen dan umat yang hadir untuk meneladani Santo Yusuf. “Santo Yusuf itu pribadi pendiam yang tidak banyak berbicara tetapi pekerja keras dan tekun. Santo Yusuf menyelesaikan seluruh tugas dan tanggung jawabnya sampai tuntas,” katanya.

ada tidak ya--

Sebagian baptisan gelombang ketiga.

“Sebagai tukang kayu tentulah Santo Yusuf sering berinteraksi dengan para pelanggannya, namun dalam Kitab Suci kita tidak menemukan perkataan dari Santo Yusuf. Yang kita temukan adalah contoh-contoh tindakan Santo Yusuf sejak bertunangan dengan Bunda Maria dan menjaga serta membesarkan Yesus anaknya,” kata Romo Matius lagi.

peserta misa1--

Misa diselenggarakan dengan prokes ketat.

“Anda para katekumen adalah pribadi yang tekun, pekerja keras, dan bertanggung jawab. Hampir dua tahun Anda belajar dan menunggu untuk dibaptis. Anda terus belajar dan menjaga panggilan Tuhan sampai hari ini Anda dibaptis,” lanjut Romo Matius lagi.

“Demikian juga para katekis Anda adalah pekerja keras dan bertanggung jawab, yang terus mendampingi para katekumen ini untuk belajar bahkan lewat cara daring Anda lakukan karena pandemi ini,” ujar Romo Matius memberikan apresiasi kepada para katekis yang terlibat.

Souvenir--_1

Souvenir untuk para baptisan baru.

Pada bagian lain Pastor Rekan Paroki Ciledug itu memberi pesan dan harapan, “Untuk para katekumen, setelah dibaptis bukan berarti tugas Anda sudah selesai. Anda masih dituntut untuk ikut memanggul salib Yesus dalam pergumulan hidup Anda. Dan semoga kehadiran Anda menjadi saluran berkat dan rahmat Tuhan, baik dalam keluarga maupun orang-orang yang ada di sekitar Anda.”

Teks: Bambang Gunadi/ Foto-foto: Juliana Manurung

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna