Mbak Cory memberikan pelatihan bikin ekoenzim.
Ekoenzim (Eco Enzyme) adalah cairan pembersih alami, hasil fermentasi sampah-sampah organik, seperti sisa-sisa buah dan sayur di dapur rumah kita.
Berawal dari bincang-bincang beberapa ibu-ibu di Lingkungan Fabiola 1 yang sudah mendengar pengolahan sisa-sisa buah dan sayur yang masih segar menjadi ekoenzim, muncul keinginan untuk bisa mengadakan pelatihan pembuatannya.

Mbak Cory memberikan penjelasan tentang ekoenzim.
Dari bincang-bincang tersebut terselip harapan, dengan membuat ekoenzim bisa ikut menyelamatkan bumi karena pemanfaatan sampah-sampah organik tersebut.
Selain itu ekoenzim bisa bermanfaat untuk sarana bersih-bersih di rumah, seperti obat pel, sabun mandi, sabun cuci piring, pembersih toilet, dan manfaat-manfaat lainnya.

Sebagian ibu-ibu mendengarkan penjelasan Mbak Cory.
Ekoenzim juga bisa menjadi pembersih udara yang tentu dirindukan banyak orang ketika polusi udara sekarang ini makin mengkhawatirkan.
Berawal dari itu semua, kami ingin mewujudkan pelatihan tersebut karena kebetulan ada teman dari Wilayah Sesilia, Mbak Tri Cory, yang bersedia memberikan pelatihan pembuatan ekoenzim tanpa biaya alias gratis.

Berbagai kesibukan setelah mendapat penjelasan.
Maka ditentukan waktunya, yaitu Sabtu, 5 Desember, sesudah arisan ibu-ibu RT 02/RW 04 yang sebagian besar warga Kompleks Tarakanita. Kami mulai berkumpul jam 16.00. Dan sesudah arisan, acaranya pelatihan membuat ekoenzim, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan: pakai masker, hand sanitizer, dan jaga jarak.
Mbak Cory tidak hanya datang sendirian tetapi ditemani putranya, Mas Unam, dan temannya, Mbak Sisca. Dengan telatennya mereka mengajarkan kepada kami membuat ekoenzim dan menjelaskan secara gamblang kegunaannya. Cara pembuatannya juga sangat sederhana.

Mendengarkan penjelasan dengan penuh minat.
Kami sudah mempraktikkan bagaimana membuat ekoenzim waktu itu dan saat ini menunggu panen 3 bulan yang akan datang, karena fermentasinya memerlukan waktu minimal 3 bulan. "Lebih lama semakin baik hasilnya," kata Mbak Cory yang juga salah satu lektor di paroki kita itu.
Kami semua senang dan puas karena selain mendapat ilmu, di akhir pelatihan dibagikan kepada kami hasil pengolahan sisa-sisa buah dan sayur yang sudah menjadi ekoenzim dan dapat segera kami gunakan.

Dari sisa-sisa di dapur menjadi ekoenzim yang bermanfaat.
Kami sepakat untuk melanjutkan pembuatan ekoenzim ini karena bisa ikut ambil bagian dalam menyelamatkan bumi dengan melakukan hal-hal yang ramah lingkungan. Sampah-sampah organik seperti sisa sayur dan buah yang biasanya dibuang bisa kami manfaatkan.
Terima kasih, Mbak Cory, Mas Unam, dan Mbak Sisca. Ilmunya sungguh bermanfaat. Semoga Tuhan selalu memberkati.
Teks & Foto: Maria/ Kolase Foto: ps