Petugas Mulai Digilir ke Tiap Wilayah, Ibadat Go-Kil Diharap Libatkan Banyak OMK

26 November 2020
  • Bagikan ke:
Petugas Mulai Digilir ke Tiap Wilayah, Ibadat Go-Kil Diharap Libatkan Banyak OMK

Go Kitab Suci 7 November diikuti berbagai Wilayah. 

Seksi Kerasulan Kitab Suci Paroki Ciledug kembali menyelenggarakan Ibadat Go-Kil atau Go Kitab Suci Lingkungan secara online pada hari Sabtu, 7 November 2020. Pada pertemuan kali ini peserta diajak untuk bersama-sama merenungkan Injil Matius 25:1-13 yang dipandu oleh Frater Steve Ramli, CICM.

Dalam pembukaannya, Ibu Veronica Etty Iswanti selaku Ketua Seksi Kerasulan Kitab Suci mengungkapkan bahwa mulai pertemuan bulan November ini petugas ibadat Go-Kil bergilir tiap Wilayah. Untuk pertemuan kali ini petugas dari Wilayah St Sesilia dengan Koordinator Bp Cyprianus Phili Coli yang dibantu orang muda dari OMK.

Bp Cyprianus Phili Coli Korwil Sesilia sekaligus pemimpin Ibadat Gokil malam itu--

Koordinator Wilayah Sesilia, Bp Cyprianus Phili Coli.

Bp Cyprianus Phili Coli mengungkapkan, seharusnya petugas Ibadat Go-Kil sore hari itu semuanya dari Wilayah Sesilia termasuk OMK. Namun karena beberapa OMK ada tugas pribadi yang bersamaan waktunya, maka Hendra Ketua OMK Wilayah Sesilia mengajak teman-teman OMK dari Wilayah lain untuk terlibat.

Bijaksana menurut Yesus

“Permenungan kita pada sore hari ini seperti pada Injil yang baru saja kita dengar,  yakni tentang gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh,” demikian Frater Stev mengawali renungannya.

“Dalam perumpamaan ini ada gadis-gadis bijaksana yang membawa pelita dan minyak, sedangkan gadis bodoh hanya membawa pelita di tangan mereka. Dalam kisah tadi gadis bodoh akhirnya gagal mengikuti perjamuan kawin karena ketika mereka kembali dari membeli minyak untuk pelitanya pintu perjamuan kawin sudah ditutup. Perumpamaan ini menuntun atau mengajak kita untuk selalu hidup bijaksana,” terang Frater Stev, sapaan akrabnya.

Frater Stev pembawa renungan pada sesi tanya jawab---

Frater Stev, pembawa renungan, dalam sesi tanya-jawab.

“Kalau kita mau hidup bahagia, kamu harus hidup penuh bijak,” demikian kenang Frater Stev teringat akan pesan dari sahabatnya. Ia melanjutkan, kebijaksanaan tidak selalu indentik dengan tingginya ilmu pengetahuan seseorang, sebab kebijaksanaan melampaui  ilmu pengetahuan. Kebijaksanaan akan membawa seseorang dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan yang ilahi.

Kemampuan untuk mempersiapkan hal yang akan terjadi di masa depan, kata Frater Stev lagi, membuat gadis yang membawa persediaan minyak disebut gadis yang bijaksana oleh Yesus.

“Maka kita sebagai orang Katolik diajak untuk selalu dapat melihat jauh ke depan, bukan hanya bergelut dengan apa yang terjadi saat ini saja. Orang Katolik yang demikian disebut juga pribadi yang reflektif dan menghidupi doa dalam kesehariannya. Semoga kita selalu mempunyai persediaan minyak yang cukup ketika mempelai itu datang, yakni perbuatan-perbuatan baik kita,” tandasnya.

Sebagian peserta2--

Sebagian peserta Go-Kil 7 November 2020 dari 79 users.

Digilir ke Wilayah-wilayah

Informasi dari Mas Indra Gunawan yang malam itu bertindak sebagai host, menyebutkan ada 79 users yang bergabung pada ibadat Go-Kil tersebut. Sedangkang OMK yang membantu tugas dari Wilayah Sesilia adalah Hendra, Albert, dan Nadine Yori.

“Karena ada beberapa OMK Sesilia yang membatalkan untuk ikut bertugas, maka Hendra sebagai Ketua OMK mengajak Mas Edi dan Mas Guntur dari OMK Wilayah Maria, juga Rachel dari OMK Wilayah Fabiola. Ditambah lagi dari OMK Wilayah Yohanes, yaitu Andreas dan Aldo,” terang Mas Igun sapaan akrab bapak yang sering mendampingi teman-teman OMK ini.

Hendra Ketua OMK Wilayah Sesilia--

Hendra, Ketua OMK Wilayah Sesilia.

“Pelaksanaan Go-Kil yang melibatkan beberapa Wilayah ini sungguh menguntungkan,” ungkap Ibu Anastasia Setyowati, salah satu Anggota DPH yang ikut malam hari itu. “Karena ke depan tugas Ibadat Go-Kil akan digilir ke Wilayah-Wilayah, maka OMK yang malam hari ini terlibat bisa (menjadikan pertemuan ini) sebagai pembelajaran ketika nanti Wilayahnya mendapat giliran tugas,” tambahnya.

Go-Kil terakhir 2020

Di akhir acara Ibu Veronica Etty Iswanti mengucapkan terimakasih kepada Wilayah Sesilia yang sudah bersedia mengawali untuk memimpin Ibadat Go-Kil, terlebih keterlibatan OMK. “Pertemuan Go-Kil tingkat Paroki ini sebagai contoh agar para Ketua Lingkungan setelah ini mengadakan pertemuan Go-Kil di tingkat Lingkungan,” harapnya.

Romo Matius hadir--

Go-Kil November dihadiri Romo Matius Pawai, CICM.

Bu Etty Iswanti menambahkan, pertemuan bulan November tersebut adalah Go-Kil terakhir di tahun 2020 ini, karena bulan Desember di Lingkungan sudah ada pertemuan Bulan Keluarga yang juga merenungkan Kitab Suci.

“Go-Kil akan diselenggarakan kembali bulan Januari 2021. Yang mendapat giliran tugas Wilayah Monica. Mohon melibatkan sebanyak mungkin teman-teman OMK agar mereka sejak dini juga akrab dengan Kitab Suci," harap Bu Etty, sapaan akrabnya.

Teks: Bambang Gunadi/Foto-foto: Screenshot

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna