Rosario Merah Putih bertepatan Hari Sumpah Pemuda.
Paroki Ciledug Gereja Santa Bernadet kembali menjadi tuan rumah gelaran Doa Rosario Merah Putih hari ke-28, Rabu 28 Oktober 2020. Doa Rosario bergiliran dari paroki ke paroki di Keuskupan Agung Jakarta ini digagas oleh Komisi Komsos KAJ dengan intensi untuk Bangsa dan Dunia dalam Menghadapi Pandemi .
Doa Rosario yang ditayangkan secara live streaming lewat Youtube Komsos Santa Bernadet ini juga ditayangkan oleh Hidup tv serta di-relay oleh paroki-paroki Se-KAJ, sehingga acara yang diselenggarakan di Ciledug dapat diikuti oleh banyak orang di banyak tempat.

Doa Rosario Merah Putih Paroki Ciledug, 28 Oktober 2020.
Sekadar gambaran betapa luasnya cakupan acara ini, sampai tulisan ini dibuat, data di akun Youtube Komsos Santa Bernadet menunjukkan, Doa Rasario itu telah ditonton oleh 1.400-an users. Terbayang angkanya, jika satu user terdiri dari dua atau tiga orang.
Sementara itu di kanal Hidup Tv penontonnya mencapai 6.400-an users, dan dari salah satu Paroki yang me-relay, yakni Paroki Karawaci, akun Youtube-nya ditonton oleh 14.000-an users.

Flyer Doa Rosario Merah Putih Paroki Ciledug.
“Doa Rosario Merah Putih malam hari ini istimewa karena bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda,” demikian Romo Lamma Sihombing, CICM, dalam kata pembukanya saat memimpin ibadat malam hari itu.
Selaras dengan hal tersebut, Ketua Sie Liturgi Bp Yulianus Sunaryo dalam pelaksanaan Doa Rosario malam hari itu banyak melibatkan kaum muda, mulai dari paduan suara OMK Santa Bernadet dengan organis Mas Aloysius Diaz Aditya, serta 2 orang pemudi yang ikut mendaraskan doa, yakni Bernadeta Meidy dan Maria Rosaria Oktaviani.

Kerja sama yang baik banyak pihak.
“Bersyukur sekali kedua pastor kita, yakni Pastor Lamma Sihombing, CICM, dan Pastor Matius Pawai, CICM, dapat bersama-sama memimpin Doa Rosario malam hari ini,” uangkap Pak Naryo, sapaan akrabnya. “Dan menjadi lebih lengkap dengan adanya Suster Agusta, PIJ, dari Sang Timur serta Frater Steve Ramli, CICM,” tambahnya.
Di akhir acara Pak Naryo mengungkapkan rasa syukurnya karena paroki kita sudah dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik berkat kerja sama banyak pihak, yaitu Sie Liturgi, Sie Komsos, Tim Dekorasi Altar, dan Tim Audio Gereja.

Melibatkan kaum muda.
“Beruntung saat menyiapkan dekorasi ini Tim Komsos berkenan hadir sehingga dapat memberi masukan, mulai dari tata letak tempat duduk dan penempatan bunga,” ungkap Mbak Maria dari Tim Dekorasi Altar. Dengan begitu rangkaian bunganya sesuai dengan sudut pengambilan gambar yang diharapkan.
Sejumlah umat memberikan komentar positif sesudah acara selesai melalui berbagai grup WA. Sekadar meneruskan pesan dari teman-temannya di Wilayah Loyola, Bp Ing Kiat menyampaikan apresiasinya atas kerja tim yang dinilainya bagus.
“Pencahayaannya keren, suaranya jelas, dekornya cantik, Romo, Frater, Suster, dan OMK yang bertugas doa rosario ok, tim komsosnya ok, homilinya singkat padat, koor Mudikanya keren," tulis seseorang yang tidak menyebutkan namanya.

Paduan Suara OMK Santa Bernadet.
Sementara Ibu Herawaty Manurung dari Wilayah Maria Goreti mengaku amat terkesan dengan lagu Satu Nusa Satu Bangsa yang dinyanyikan oleh OMK.
“Sungguh pemuda-pemudi yang tergabung dalam paduan suara dan menyanyikannya saat Hari Sumpah Pemuda menggambarkan kecintaannya pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka berenam tampil di tempat yang memang biasa untuk koor bikin saya terharu,” ungkap Bu Hera tentang koor anak muda yang diasuh Mbak Arum Pranastuti itu.
Teks: Bambang Gunadi/ Foto-foto: Ruli/ Desain Flyer: Bambang G