Persembahan virtual Lingkungan Thomas 1.
Pandemi yang masih terus bertahan di bulan ke-8 sejak Maret lalu sangat mempengaruhi kondisi keuangan, baik masyarakat umum di mana pun, lembaga-lembaga, dunia usaha, dan tak terkecuali lembaga Gereja kita.
Tanpa kehadiran umat di gereja artinya tidak ada kolekte; sedangkan kebutuhan sehari-hari tetap terus berlangsung yang biayanya tidak sedikit.

Film Persembahan janda miskin (Luk 21: 1-4).
Berangkat dari kesadaran akan kondisi tersebut, umat Lingkungan Thomas 1 berinisiatif untuk mengadakan pengumpulan dana yang dipersembahkan kepada paroki sebagai pengganti kolekte di setiap misa Minggu.
Ide muncul dari umat sendiri, kemudian dibicarakan di Grup WA Lingkungan, dan ternyata mendapat sambutan positif. Dasar pemikirannya sangat sederhana, antara lain tidak semua umat bisa melakukan bank transfer, entah dari segi jumlah ataupun masalah teknis lainnya. Juga tidak semua umat memiliki rekening bank.
Ada perikop dalam Kitab Suci yang ikut memperkuat ide tersebut, yaitu perumpamaan mengenai persembahan seorang janda miskin (Lukas 21: 1-4, Markus 12: 41-44). Dikisahkan, janda itu “memasukkan dua peser ke dalam peti”, yang oleh Yesus dikatakan kepada para murid-Nya: “...sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang itu” yang menyiratkan pesan keikhlasan sangat kuat.

Pengambilan kotak persembahan dari umat.
Kalau saja di paroki kita tidak sedikit yang keadaannya seperti janda miskin itu, seharusnya mereka kita layani. Tetapi kalau mereka itu ingin memberikan persembahannya, berapapun yang dipersembahkan karena mau dan ingin dengan tulus ikhlas, patut kita syukuri dan kita terima apa yang dipersembahkan dengan sukacita. Sikap ikhlas dari kekurangannya itulah yang kian menguatkan ide pengumpulan dana tersebut.
Sesudah muncul ide, dipikirkan bagaimana pelaksanaannya. Ditentukanlah sistem pengumpulan dananya dan sukarelawan yang akan mengedarkan kotak persembahan. Semua didasari oleh kerelaan hati, tanpa paksaan. Jadi ketika umat tidak siap, kotak diedarkan lebih lanjut ke umat yang lainnya.
Dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan karena pandemi Covid yang masih sangat berisiko tinggi, pengumpulan dibagi dalam 3 zona per blok dan secara estafet kotak beredar dari rumah ke rumah.

Kotak bekas sederhana digunakan untuk hal baik.
Masing-masing saling mengingatkan dan memonitor keberadaan kotak, agar perpindahannya lancar. Dan ternyata, urusan kotak persembahanpun menjadikan komunikasi antar-umat semakin intens di samping tetap bisa menjaga keakraban berkomunitas.
Setelah tiba waktunya hari Minggu, sebagaimana layaknya persembahan, kotak ikut dipersembahkan ketika Ekaristi live streaming sampai pada Persembahan agar mendapatkan berkat dan doa.

Bukan jumlahnya, tetapi keikhlasannya.
Secara teknis, hasil kotak persembahan kami setorkan ke bendahara pastoran, Bu Deti, untuk dihitung dan kami mendapatkan bukti tanda terima, yang kemudian kami laporkan kepada umat Lingkungan melalui WA Grup.
Dalam segi jumlah mungkin tidak begitu besar, namun ketulusan dan keikhlasan yang mendorong kami untuk dapat menjalankannya secara rutin hingga bulan ke-8 pandemi ini. Puji Tuhan!

Bukti hasil pengumpulan persembahan.
Semoga persembahan kasih Thomas 1 ini dapat sedikit meringankan beban paroki kita tercinta, Paroki Ciledug Gereja Santa Bernadet.
Teks & Foto: Wati MDR/Lingkungan Thomas 1, Screenshot Film Lukas 21