Keterlibatan Umat Katolik di Masyarakat Biarlah Mengalir Saja

4 Oktober 2020
  • Bagikan ke:
Keterlibatan Umat Katolik di Masyarakat Biarlah Mengalir Saja

Rapat Pengurus baru RT/RW yang melibatkan umat Thomas. 

Pak Michael Setyo Dwi Purwanto dari Wilayah Sesilia terlibat dalam kepengurusan RT/RW di Kelurahan Paninggilan Utara, Kecamatan Ciledug, sejak 2013.

Sementara Pak Yulianus Sunaryo dari Wilayah Anna malahan seperti “meniti karier” di kepengurusan RT/RW, dari Sekretaris RT, Ketua RT, sampai Ketua RW, Kelurahan Pondok Pocung, Karang Tengah.

Ibu Anastasia Setyowati bercerita, beberapa waktu lalu, di masa pandemi ini, sejumlah warga Wilayah Thomas dipercaya menjadi pengurus RT/RW Kelurahan Karang Tengah. Proses pemilihan tidak begitu mudah karena pembatasan-pembatasan terkait wabah.

Laporan dan rencana ke depan oleh Pak RW-ok--

Umat wilayah Thomas terlibat rapat RW 012, Karang Tengah.

Kalau ingin tahu jumlah umat Santa Bernadet yang terlibat dalam kepengurusan lembaga administrasi pemerintahan tingkat RT/RW itu, menurut Ibu Maria Antonia dari Seksi HAAK Paroki Ciledug, bisa melihat data BIDUK (Basis Integrasi Data Umat Keuskupan) yang dimiliki Seksi Litbang. Angkanya pasti lebih banyak.

Ketika dihubungi, Ketua Seksi HAAK Pak Rikkie Yulianto, berdasarkan pantauannya, membenarkan bahwa umat Santa Bernadet yang terlibat dalam kepengurusan lingkungan RT/RW itu lebih mengedepankan partisipasinya, bukan agamanya.

Perwujudan Iman

Pak Michael Setyo Dwi Purwanto sejak 2016 terpilih sebagai Ketua Lingkungan Sesilia 4. Namun warga Perumahan Mahkota Simprug, RT 03/15, itu sejak 2013 sudah dipercaya menjadi Ketua RT 03/15, Kelurahan Paninggilan Utara.

Pak Setyo--November

Pak Setyo (pegang mic) ketika menyambut tim Sie HAAK.

Dalam lingkup tersebut, katanya, menjadi Katolik yang paling berharga bukan karena agamanya, melainkan perwujudan iman di masyarakat. “Dengan demikian kehadiran Gereja dapat dirasakan melalui berbagai kegiatan positif di lingkungan masyarakat kami,” ujar Pak Setyo, sapaannya.

Oleh sebab itu, meskipun di RT 03 umat Katolik hanya 8 KK dari 82 KK (9%), atau 54 KK di tingkat RW 15 (8%), dan 54 KK di seluruh penduduk Mahkota Simprug (6,5%), selalu diusahakan perwakilan umat Katolik hadir dalam kegiatan-kegiatan positif kemasyarakatan.

Ini pak Yus Budi belakangan antif bantu kegiatan lingkungan RT dan RW satu perumahan-ok-B--

Mengangkat tangan (belakang) Pak Yus Budi yang rajin di RT.

Contoh paling mutakhir adalah keterlibatan dalam kegiatan penanggulangan pandemi Covid-19 RT/RW, baik terencana maupun spontan, seperti bagi-bagi sembako untuk  warga terdampak, pembagian masker buat orang yang lupa, penyemprotan disinfektan, sosialisasi program pemerintah 3 M plus 2 M (menjaga imun dan menjaga pola makan), serta penyediaan tempat cuci tangan.

Ini pak Adrianus yg paling rajin semprot disinfektan di RT selain itu jadi sekretaris RW-ok--

Pak Adrianus rajin semprot disinfektan ke rumah-rumah.

Meskipun jumlah umat Katolik sedikit, kata Pak Setyo, dalam silaturahmi lintas iman di tingkat RT/RW, diusahakan supaya tetap ada yang mewakili.

Bentuk pelayanan

Pak Yulianus Sunaryo menjadi Sekretaris RT 06, Ketua RT 06, masing-masing 3 tahun, Wakil Ketua RW (1,5 tahun), dan Ketua RW 07 Kelurahan Pondok Pocung Karang Tengah, Kecamatan Karang Tengah periode 2018-2020.

Keterlibatan dalam lembaga administrasi pemerintahan tingkat RT/RW, dalam penghayatan Pak Naryo, sapaannya, merupakan bentuk pelayanan.

Tidak selalu mudah, katanya. Sebagai Ketua RW 07 Pondok Pocung, Karang Tengah, dengan total 700 KK, Pak Naryo mau tidak mau dituntut terampil secara manajerial, berkomunikasi dengan baik, dan bersedia banyak mendengarkan masyarakat yang majemuk.

Sebagai Ketua Satgas Covid-19 RW 07, misalnya, Pak Naryo bukan hanya melakukan koordinasi di wilayahnya tetapi juga menjalin hubungan dengan Lurah dan Staf, Camat dan Staf, juga Puskesmas Pedurenan.

Razia Masker di RW 07 Metro Permata I  26 September 2020-ok--

Razia masker di RW 07 Metro Permata, 26 September 2020.

Karena perlu banyak mendengarkan, ia berupaya hadir di berbagai acara. “Satu hal yang paling mengesan, sebagai Pengurus RW, pernah diundang ke acara menjelang Ramadhan,” kenang Pak Naryo. Ia pun pernah mendatangi acara pengajian dan dia satu-satunya orang Kristiani di situ.

Beberapa kali berinteraksi dengan Ketua RT/RW lain juga dirasakannya menjadi pengalaman menarik, entah dalam rangka baksos atau pembagian kupon hewan kurban.

Pertemuan-pertemuan yang merupakan “gerakan inklusif”, seperti ngopi bareng Ketua RW sekelurahan, dihadiri agar terbangun keakraban.

Pengalaman yang sangat membahagiakannya adalah terwujudnya upaya mengikutkan kepesertaan BPJS ketenagakerjaan 41 karyawan RW yang dikoordinasinya. “Untuk BPJS kesehatan semua sudah mendapatkan fasilitas jaminan kesehatan dari Pemkot Tangerang,” kata Pak Naryo.

Baksos metro untuk satpam--

Pembagian sembako untuk sekuriti Metro Permata. 

Implementasi iman

Pak Naryo melihat, peran Ketua RW bisa menjadi sarana implementasi iman, entah sebagai penengah dalam perselisihan, atau memperhatikan kelompok kurang beruntung misalnya dengan menggalang dana. Ia menggunakan ungkapan preferential option for the poor yang merupakan pondasi gerakan sosial Gereja.

”Ini bukan tugas ringan bila tidak dilakukan dengan semangat iman Kristiani, yaitu cinta kasih,” ujarnya.

Semua peran pelayanan dalam masyarakat tersebut ia ringkas sebagai “menjadi garam dan terang”. “Bukan garam yang keasinan atau hambar, dan juga bukan terang yang menyilaukan atau remang-remang,” kata Ketua Seksi Liturgi Paroki Ciledug itu.

Merasa terpanggil

Ibu Anastasia Setyowati dari Wilayah Thomas beberapa waktu lalu menceritakan bahwa sejumlah umat wilayah itu kini terlibat dalam kepengurusan RT/RW di Kelurahan Karang Tengah.

Anggota DPH yang biasa disapa Bu Wati itu mengatakan, umat Katolik setempat merasa terpanggil ketika panitia pemilihan memberikan kesempatan mereka untuk masuk dalam kepengurusan RT/RW.

“Ini tantangan murid Kristus sebagai warga masyarakat, khususnya di masa pandemi. Terasa sulit karena semua dibatasi,” katanya.

Rapat outdoor-ok--

Rapat outdoor di masa pandemi.

Kesulitan sudah mulai terasa ketika dilakukan proses pemilihan, menyusul meninggalnya Ketua RW yang lama di awal masa pandemi. Komunikasi lewat hp,  video call, dan sejenisnya, kurang ideal karena dalam konteks pemilihan selalu ada pembicaraan yang tidak selalu bisa dibuka secara publik.

Sebenarnya keterlibatan dalam kepengurusan RT/RW pernah terjadi di masa-masa awal dulu. Sekarang seharusnya orang-orang muda yang tampil. “Nah di sini kami-kami sebagai umat Katolik merasa terpanggil untuk melayani dengan menyediakan diri, waktu, tenaga, pemikiran, dan lain-lain,” katanya.

Rapat indoor-ok--

Rapat indoor pengurus di masa pandemi.

Tantangannya tidak ringan karena tuntutan harus membangun sesuatu yang lebih baik dalam hal transparansi serta perbaikan-perbaikan lain seperti kebersihan, keamanan, dan ketertiban.

Umat Wilayah Thomas yang masuk kepengurusan sekarang adalah Pak Budi Mandiro (Thomas 1) sebagai Sekretaris RW 12, Ibu Lina Herdiyanti bendahara RW 12, dengan Ketua RW 12 Pak Taufik Noor; Bu Wati (Thomas 1) sebagai Sekretaris RT 01/12, Mas Bayu Legowo (Thomas 3)  sebagai sekretaris RT 03/12, Pak Ongko (Thomas 4) sebagai Ketua RT 02/12 dan Pak Nainggolan (Thomas 4) sebagai koordinator keamanan.

RT-Keamanan--

Pak Ongko (Thomas 4) dan Pak Nainggolan (Thomas 4).

Berbagai tugas pun sudah harus dilakukan, seperti pertemuan-pertemuan koordinasi dan konsolidasi antar RT, penyusunan formula peraturan-peraturan sebelum akhirnya disahkan di rapat pleno.

Biarlah mengalir saja

Pak Rikkie menceritakan, beberapa waktu lalu sebelum pandemi Seksi HAAK mengunjungi wilayah-wilayah dalam rangka pembentukan HAAK Lingkungan. Timnya menemui bahwa ternyata umat kita sudah ada dalam kepengurusan lingkungan di RT/ RW.

Pak Rikkie dan yang lain menyimak cerita Pak FX Subardi--

Kunjungan Sie HAAK ke Wilayah Sesilia, November 2019.

“Dalam kunjungan itu kami menyampaikan hal-hal bagaimana bermasyarakat dengan baik. Kebanyakan mereka sudah eksis dengan baik. Keterlibatan mereka biarlah mengalir saja,” harap Pak Rikkie.


Teks: Paulus Sulasdi/ Foto-foto: Michael Setyo Dwi Purwanto, Yulianus Sunaryo, Anastasia Setyowati, dok. Komsos/Bambang Gunadi.

 

Tags
HAAK
Lipsus

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna