Sebagai Pengikut Kristus, Saling Menolong Adalah Kewajiban

26 September 2020
  • Bagikan ke:
Sebagai Pengikut Kristus, Saling Menolong Adalah Kewajiban

Pertemuan 4 BKS Fabiola 1, Jumat (25/9).

Sesuai panduan Bulan Kitab Suci KAJ 2020, Pertemuan 4 bertema "Menjadi Saudara dalam Penderitaan" yang mengajak kita untuk merefleksikan sikap dan pemahaman kita terhadap segala materi dan harta kekayaan di dunia ini.

Kekayaan adalah sebuah kesempatan bagi semua orang untuk bersikap adil, berbelarasa dan menolong sesama yang membutuhkan. Caranya adalah dengan berani menjadi saudara dalam penderitaan.

Bacaan diambil dari Lukas 16:19-30 yang mengisahkan orang kaya dan orang miskin bernama Lazarus yang miskin, hina, dan tidak mendapatkan kepedulian si kaya. Ketidakpedulian si kaya merupakan sumber ketidakadilan.

Maria1-B--

Sebagian peserta tengah menyimak renungan.

Ketika masih hidup di dunia, si kaya gagal menggunakan kesempatan besar yang ada di depan mata untuk berbagi kepada si miskin. Ketidakpedulian, ketidakpekaan, perlakuan si kaya kepada Lazarus ketika mereka hidup di dunia menjadi alasan mengapa di alam baka situasinya terbalik.

Kitab Taurat mengajak manusia untuk mengasihi Allah dengan segenap hati, segenap jiwa, dan dengan segenap kekuatan (Ul 6:5). Tetapi itu belum cukup. Manusia juga diajak untuk mengasihi sesama manusia seperti dirinya sendiri (Im 19:18).

Yesus menyatukan kedua perintah itu ketika ditanya seorang Ahli Taurat tentang hukum yang terutama dalam hukum Taurat. (Mat 22:34-40)

Maria2--

Romo Santos hadir secara virtual dari Belgia.

Tanpa pamrih

Pertemuan 4 BKS Fabiola 1 berlangsung Jumat malam (25/9) dengan pemberi renungan Romo Thomas Hendricus, CICM (Romo Santos) yang mengajak peserta untuk merenungkan hukum kasih yang dibawa oleh Yesus tersebut.

Kasih itu, menurut Romo Santos, diwujudkan dalam kesediaan kita menjadi saudara dalam penderitaan, yaitu mau menolong sesama tanpa pamrih dan sesuai kemampuan kita.

Tanpa pamrih berarti tulus, tidak usah melihat bagaimana nanti setelah kita menolong, atau menolong karena ada embel-embel, melainkan niatan kita menolong seperti yang sudah diajarkan Yesus sendiri.

“Sebagai seorang pengikut Kristus saling menolong adalah suatu kewajiban,” kata Romo Santos yang berbicara secara virtual dari Belgia.

Maria1-A--_1

Romo Santos tengah menyampaikan renungan.

Yang tidak kalah penting adalah jangan pernah tinggalkan doa. “Doa adalah sebagai kekuatan kita dalam menjalani segala kehidupan, susah maupun senang,” pesan Romo Santos.

Seperti Yesus sendiri mengajarkan doa kepada kita, Ia rela dan kuat menjalani penderitaan-Nya di dunia karena kedekatan Yesus dengan BapaNya dalam doa.

Selama 4 kali pertemuan BKS 2020, Lingkungan Fabiola 1 menghadirkan para pastor sebagai pembawa renungan, yaitu  Romo Matius Pawai, CICM; Romo Santos, CICM; Romo Sunaryo SVD (Puncak), dan Romo Santos, CICM. Semuanya ini ditempuh semata-mata agar peserta menjadi semangat.

Kehadiran Romo Santos yang terakhir kami alami sebagai pertolongan Tuhan yang tepat waktu, karena ketika kami kesulitan mencari pastor yang bisa mengisi renungan, Romo Santos dalam kepadatan kesibukan menyanggupinya. Terima kasih, Tuhan!

Teks: Maria/ Editor: ps/ Foto-foto: Fabiola 1


Catatan Redaksi: Pertemuan virtual 4 BKS dari Wilayah/Lingkungan bisa dimuat di website santabernadet.id dengan mengirimkan foto-foto dan inti renungan/sharing yang dapat memperkaya pengalaman iman umat lain ke e-mail: bernadetkomsos@gmail.com.

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna