Pertemuan 3 BKS Wilayah Sesilia: Menerjemahkan Kata “Berbelarasa”

21 September 2020
  • Bagikan ke:
Pertemuan 3 BKS Wilayah Sesilia: Menerjemahkan Kata “Berbelarasa”

Pertemuan 1 BKS Wilayah Sesilia.

Pertemuan 3 BKS bertema “Menjadi Umat yang Berbelarasa”. Bacaan Markus 2:1-12. Ada 4 butir permenungan yang disajikan sehubungan dengan tema tersebut.

Butir 1 berbunyi, “… bagaimana orang lumpuh dan orang banyak itu mengatasi halangan untuk sampai pada Yesus”.

Butir tersebut yang dianggap menarik oleh Bp Felicianus Djoko Suyanto saat memandu pertemuan online Bulan Kitab Suci Wilayah St Sesilia, Sabtu 19 September 2020, jam 19.00. Rupanya ia menerjemahkan “berbelarasa” pada apa yang dilakukan Seksi Komsos di masa pandemi ketika umat tidak bisa ke gereja.

“Di saat pandemi corona ini apa yang dilakukan Sie Komsos St Bernadet dengan menghadirkan Misa Live Streaming sangat relevan dengan permenungan kita malam hari ini,” ungkap Pak Joko, sapaan akrabnya.

wil Sesilia 1a--

Bp Felicianus Djoko Suyanto, pemandu pertemuan.

“Dengan mengikuti Misa secara live streaming umat dihantarkan untuk sampai kepada Yesus. Saat komuni batin saya sungguh merasa Yesus hadir dalam batin saya,” tambahnya.

Pak Joko mengatakan, empat orang yang menolong orang lumpuh itu tidak menyerah dengan keadaan dan hambatan yang ada. Mungkin saat itu juga sudah ada alat transportasi lain tetapi yang ada padanya hanyalah sebuah tandu.

Apa yang ada di gereja Pinang, katanya, tentu tidak selengkap Paroki lain yang mapan. “Tetapi toh Seksi Komsos tidak menyerah dengan keadaan ini. Saya sungguh bersyukur setiap Minggu dihantar sampai kepada Yesus lewat Misa Live Streaming,” pancing Pak Joko mengawali sharing imannya.

Pancingannya kena. Tanpa menunggu lama Bp Indra Gunawan dari Lingkungan Sesilia 1 langsung menyahut. Mas Igun, sapaan akrabnya, tertarik pada butir permenungan 3, “Apa yang dapat kita perbuat jika melihat ada orang yang mengalami kesulitan”.

wil Sesilia 1c pertemuan 1A--

Peserta Pertemuan 1 BKS Wilayah Sesilia.

“Tindakan membantu orang tidak harus dengan materi. Saya teringat saat masih SMA sering menggunakan angkutan umum. Berbagi tempat duduk atau mengalah untuk berdiri rupanya sudah bisa menyenangkan atau meringankan beban orang lain,” kata Mas Igun. Itulah terjemahan “berbelarasa” Mas Igun.

Koordinasi

“Berbelarasa” juga bisa diterjemahkan dalam bentuk koordinasi para pengurus wilayah dan pengurus lingkungan untuk menyelenggarakan pertemuan BKS dalam lingkup Wilayah karena tidak semua lingkungan sanggup memfasilitasi zoom meeting yang memadai. Ini yang dikatakan oleh Bp Cyprianus Phili Coli, Korwil St Sesilia yang akrab disapa Pak Cypri.

“Selain itu kalau diselenggarakan lingkup lingkungan pesertanya akan sedikit karena banyak juga umat yang masih mengalami kesulitan untuk ikut zoom meting, baik alasan teknis maupun kuota internet,” katanya.

Kebetulan Wilayah St Sesilia terdiri dari 4 Lingkungan, sehingga pas tiap Lingkungan berkesempatan untuk memimpin penyelenggaraan pertemuan BKS kali ini. Pengurus Wilayah menyediakan link zoom, sementara lingkungan yang bertugas  menyiapkan para petugasnya.

wil Sesilia 1b pertemuan ke 2A--

Peserta Pertemuan 2 BKS Wilayah Sesilia.

Pada pertemuan 3 ini, misalnya, yang bertugas Lingkungan Sesilia 2. Mas Felix Diko Wijayanto sebagai Kaling Sesilia 2 membagi tugas. Pemimpin ibadat Bp DJoko Suyanto, host dan yang menyaiapkan slide Mbak Desy Mariani, sementara yang menyiapkan dan memandu nyanyian Mbak Maria Isabella Wijayanti

Pada pertemuan 1, dengan tema “Bapa Kami Yang Maha Adil”, yang bertugas Lingkungan Sesilia 4. Bp Michael Setyo Dwi Purwanto, Kaling Sesilia 4 bersama timnya telah siap. Pertemuan yang dipandu Ibu MG Tri Cory Anggraeni ini diikuti oleh 44 user dengan 90an peserta

Sementara Lingkungan Sesilia 1 Pak Yustinus Sulistya memilih  bertugas pada pertemuan ke-2. Pertemuan dengan tema “Allah yang Hadir sebagai Korban Ketidakadilan“ itu dipandu pamong sabda lingkungan Sesilia 1, Bp Ignatius Indra Gunawan, dibantu putrinya Mbak Maria Rosario Oktaviani.

wil Sesilia 1b pertemuan ke 2B--

Peserta Pertemuan 2 BKS Wilayah Sesilia

Tugas berikutnya

Di akhir pertemuan malam itu Pak Cyprianus mengingatkan untuk petugas pertemuan ke-4 atau terakhir, yaitu Lingkungan Sesilia3. “Mohon pengurus Lingkungan Sesila 3 menyiapkan petugas dan materinya,” pesannya. Terdengar suara Bp Alexius Agus Sulianto Kaling Sesilia 3 menyatakan, “Siap...”

Pak Cypri menambahkan, selain Bulan Kitab Suci, forum ini juga bisa digunakan untuk bersilaturahmi di masa pandemi ini dengan bertegur sapa. “Maka silakan hadir lebih awal,” ajaknya. Link sudah dibuka 30 menit sebelum ibadat dimulai. Pertemuan ke-4 bertema “Menjadi saudara dalam penderitaan".

Teks: Bambang Gunadi/ Foto: Asih Rumanti

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna