Gubuk LH St Bernadet Direnovasi, Silakan Mampir, Boleh Dipinjam untuk Rapat

19 September 2020
  • Bagikan ke:
Gubuk LH St Bernadet Direnovasi, Silakan Mampir, Boleh Dipinjam untuk Rapat

Ketua Divisi LH Pak Yanto, Romo Lamma, dan arsitek Pak Iim. 

Gubuk Lingkungan Hidup (LH) Santa Bernadet baru saja direnovasi. Kalau ada yang ingin rapat dengan udara segar sambil menikmati pemandangan Kebon LH di sana, boleh pinjam tempat itu.

Proses renovasi tersebut makan waktu 4 hari sejak Kamis, 10 September 2020, dari bongkar sampai serah terima dari pemborong kepada Pastor Kepala Paroki Ciledug Romo Lammarudut Sihombing CICM.

bongkar2--

Gubuk LH menggunakan rangka baja ringan.

Mengapa direnovasi? Ini berawal dari bincang-bincang kami, beberapa orang di divisi LH. Dengan sedikit modal dari hasil penjualan hasil kebon, tercetus niat untuk merapikan gubuk yang selama ini kami pakai untuk berteduh saat berada di kebon LH.

Kami ingin membuat lebih rapi tempat cuci tangan dan cuci kaki. Lalu kami berhitung, apakah bisa jika menggunakan bahan-bahan sisa-sisa, seperti konblok, keramik, tempat cucian tangan.

kerja--

Membersihkan perabotan gubuk LH.

Divisi LH punya uang kas. Tetapi menjelang hari terakhir kami sudah seperti kehilangan akal karena jumlahnya jauh dari mencukupi. Kami memutar otak, apalagi yang bisa kami jadikan uang untuk menambah dana yang sedikit ini?

Kami berpikir lagi, mungkin bisa berjualan buku tentang lingkungan hidup, berjualan tas belanja, dan berjualan apa lagi…? Sempat terbersit gagasan untuk jualan topi Sinterklas karena di antara kami ada yang punya. Tapi apakah di bulan-bulan ini topi Sinterklas laku dijual...?

rancang--

Rancangan Gubuk LH yang diterima.

Ketika dana terkumpul dengan jumlah tertentu, kami pun bicara dengan pemborong, Ibu Lili dan Pak Iim, dua arsitek seangkatan lulusan Universitas Atma Jaya Yogyakarta, yang berpengalaman mengerjakan proyek-proyek gereja semacam itu di mana-mana.

Ketika kemudian terkumpul uang yang sepertinya sudah mentok, kami minta pemborong supaya dibuat perhitungan dengan bahan-bahan sisa saja, karena di antara kami toh ada yang punya keramik sisa, tempat cucian yang enggak kepakai, dan konblok-konblok bekas.


sebelum-gubuk--

Gubuk LH lama (atas) dan Gubuk LH baru (bawah).

gubuk-baru--


Campur tangan Tuhan

Pas hari ke-3, ternyata kami diaba pemborong harus beli atap karena atap sisaan dari orang tidak cukup. Dua orang di antara kami sore itu hanya bisa saling pandang karena uangnya sudah pasti tidak cukup. Malam harinya kami hanya bisa mengadu kepada Tuhan lewat doa.

Di hari ke-4 atau hari terakhir malam, kami mendapat sumbangan dana dari beberapa orang. Malam itu juga kami terima bill (tagihan yang harus dibayar) dari pemborong dan dana yang kami kumpulkan persis sama, bahkan sedikit melebihi bill yang kami terima! Mukjizat!

jalan2--

Jalan perlu dikonblok supaya tidak becek waktu hujan.

Kami memang agak nekat, karena dengan dana cekak berani memulai proses merenovasi gubuk. Setelah renovasi terwujud, terngiang di benak kami, benar bahwa ketika kita berusaha sungguh-sungguh, apa yang kurang dicukupkan oleh Tuhan.

kirik--

Tempat cuci kaki dan tempat cucian sudah rapi.

Selain itu, salah satu pemborong, Ibu Lili, memberi sisaan dari rumahnya berupa cat untuk dinding dan rak kayu. Jadilah gubuk LH yang dicat, meskipun nuansa material bekas terlihat di sana-sini.

kangkung--

Panen kangkung di Kebon LH.

Bagi kami, Tuhan sungguh baik. Ia mengabulkan doa kami melebihi apa yang kami butuhkan. Kami percaya ada campur tangan-Nya dalam membuat mimpi merenovasi gubuk LH menjadi kenyataan.

Kami ucapkan terima kasih kepada para donatur karena Anda semua menjadi jalan uluran berkat dari Tuhan.

lili--

Salah satu arsitek Gubuk LH.

Kini silakan, siapapun yang ingin menikmati indahnya kebon LH Santa Bernadet, mampirlah ke gubuk kami…

Teks & foto: Maria/ Divisi Lingkungan Hidup

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna