BKS Wilayah Monika: Belajar Bersama untuk Memahami Kitab Suci di Masa Pandemi

17 September 2020
  • Bagikan ke:
BKS Wilayah Monika: Belajar Bersama untuk Memahami Kitab Suci di Masa Pandemi

Pertemuan 1 BKS Wilayah Monika, 5 September 2020.

Sejak awal Wilayah Monika menyepakati pertemuan Bulan Kitab Suci (BKS) dilakukan bersama-sama tingkat wilayah, bukan per lingkungan. Ini ditempuh karena tidak semua umat bisa mengikuti pertemuan virtual dengan wi-fi. Kecuali itu, waktu pertemuan pukul 19.00 agar selesainya tidak terlalu malam.

Pertemuan 1-a--

Pertemuan 1 dipandu Bp Yustinus Kristanto Widiwardono.

Untuk mendukung kebersamaan, Korwil Monika YP Dwi Marthana (Pak Rosa) mengimbau agar para Ketua Lingkungan merangkul umatnya supaya bisa hadir dalam setiap pertemuan.

Pertemuan 1-b--

Tujuan pertemuan memahami Kitab Suci bersama-sama.

“Melalui pertemuan virtual ini kita bisa belajar memahami Kitab Suci bersama-sama sekaligus saling bertegur sapa, temu kangen, karena tidak ada pertemuan secara fisik untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona,” kata Pak Rosa.

Pertemuan 1 BKS dipandu oleh Bp Yustinus Kristanto Widiwardono, 5 September 2020. Pesertanya 58, termasuk anak-anak, remaja, orang dewasa, dan para senior (lansia), dengan tema Bapa Kami yang Maha Adil, dengan bacaan Injil Matius.

Membangun niat,Pertemuan BKS minggub1--

Peserta diajak untuk membangun niat.

Dalam pertemuan pertama itu umat diajak untuk berdoa Bapa Kami dengan konsisten dan sepenuh hati. Panjang lebar dibahas tentang pengampunan. Salah seorang peserta dalam sharing mengatakan, untuk mengampuni orang yang pernah menyakiti hati kita perlu menghadirkan Roh Kudus.

Pertemuan ke-2

Pertemuan 2 BKS bertema Allah Yang Hadir sebagai Korban Ketidakadilan. Pertemuan yang berlangsung 12 September 2020 ini dipandu Ibu Melati. Jumlah peserta 26 kk (48 orang) yang terdiri warga senior, dewasa, OMK, dan anak-anak.

Pertemuan 2-a--

Pertemuan 2 Wilayah Monika, 12 September 2020.

Untuk ulasan bacaan Kitab Suci dan memotivasi peserta dalam sharing pengalaman hidup, diputarkan video singkat tentang pengalaman rohani Pak Sugiarto, seorang penambal ban yang selalu mengawali harinya dengan berdoa, membaca KS, dan berdoa Rosario. Setiap hari begitu.

pertemuan 2-b--

Sebagian peserta dari 26 kk.

Peserta diajak keluar dari zona nyaman untuk berbelarasa dengan saudara kita yang terdampak pandemi ini, dengan merujuk Injil Matius 25:40: “… sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”

Selain itu, peserta juga diajak untuk selalu bersyukur atas anugerah iman yang sudah diterima dari Tuhan yang harus diwujudnyatakan dalam perbuatan dengan didasari ketulusan dan keikhlasan.

Pertemuan2-c--

Pemandu pertemuan 2 BKS, Ibu Melati.

Setelah melihat video pendek tersebut, sekitar 6 orang memberikan sharing pegalaman hidupnya, dari bapak, ibu serta OMK.

Peserta OMK tersebut merasa diingatkan karena sering bolong-bolong dalam membaca Kitab Suci. Ia bersyukur sudah difasilitasi orangtuanya dengan ruang pribadi, sehingga berniat untuk lebih sering berdoa dan membaca Kitab Suci.

Pertemuan 2-d--

Peserta di masa pandemi diajak untuk keluar zona nyaman.

Selanjutnya pembacaan doa diwakili oleh anggota Wanita Katolik RI Monika, Prodiakon, OMK, Korwil, dan doa spontan dari umat. Pertemuan ditutup dengan lagu Bapa Yang Kekal setelah berkat dan pengutusan.

Teks: Martina Widi, Maria Melati/ Foto-foto: Wilayah Monika

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna