Bagaimana Kakak Pembina BIA Menyiapkan Bina Iman Anak?

12 September 2020
  • Bagikan ke:
Bagaimana Kakak Pembina BIA Menyiapkan Bina Iman Anak?

Romo Matius Pawai, CICM, mengisi renungan BIA Online.

“Halo Adik-adik… Selamat pagi…” Sapaan ini sudah seperti magnet bagi anak-anak yang biasa nonton BIA Online St Bernadet. Atau, “Halo Adik-adik… Selamat hari Minggu…” Variasinya tergantung kakak pembina yang melakukan salam pembuka.

Kenyo ladang gandum--

Kak Kenyo mengajari adik-adik bikin ladang gandum.

Salam pembuka adalah bagian dari opening. Terkesan spontan tapi sebenarnya sangat dipersiapkan. Bagaimana kakak pembina BIA St Bernadet mempersiapkan diri untuk mengajar anak-anak?

Dalam masa sebelum pandemi, pembina dari OMK BIA biasanya berkumpul di salah satu rumah dari pembina BIA untuk membahas persiapan Bina Iman tersebut.

orang samaria-COVER

Peragaan tentang kisah orang Samaria yang baik hati.

Dalam pertemuan itu kami merundingkan lagu yang akan dinyanyikan, materi yang ingin disampaikan, dan bagaimana cara menyampaikannya kepada anak-anak, apakah dengan cara bercerita, menonton, atau bercerita dengan alat peraga. Kami juga memikirkan aktivitas apa yang akan dibuat oleh anak-anak, misalnya membuat mahkota, dan lain-lain.


kak dhea ladang gandum--

Kak Dhea membacakan Kitab Suci dengan peragaan teks.

Persiapan dalam masa pandemi tentu agak lain ceritanya. Kami selalu berunding secara online setiap awal pekan, yaitu hari Senin, untuk materi yang akan dibawakan pada hari Minggu sepekan ke depan. Tugas dibagi. Ada yang membuat pengantar BIA (opening dan closing), ada yang membuat materi dan penjelasannya, ada yang membuat aktivitas, dan ada pula yang mendapat bagian untuk bernyanyi.

Semua pelaksanaan tugas itu dibuat rekaman videonya. Semua video yang sudah dibuat masing-masing lalu dikumpulkan di google drive (tempat penyimpanan berbasis cloud), terus diedit dan dijadikan satu, baru kemudian bisa ditayangkan di youtube Komsos Santa Bernadet.

rame-2--

Video rekaman dikumpulkan, diedit, baru tayang di youtube.

Sebelum masa pandemi, pengajaran digilir per wilayah dan kami OMK BIA sendiri. Di masa pandemi Bina Iman murni dipegang full oleh OMK BIA.

Alat peraga

Alat peraga sebagian besar kami buat sendiri, namun ada beberapa yang kami beli. Alat peraga biasanya dibuat kakak pembina secara bersama-sama, atau oleh kakak yang bertugas untuk menyampaikan materi.

Biasanya kalau kakak yang bertugas menyampaikan materi memberitahu bahwa akan membutuhkan alat peraga, maka kami bersama-sama membantu untuk membuatkannya.

peraga4--

Alat peraga yang bisa dibuat sendiri.

Biasanya kami beli alat peraga setelah mengikuti workshop ataupun pelatihan di suatu tempat. Seperti waktu ada pelatihan terkait BIA yang dapat dibawakan dengan sulap, ada beberapa alat peraga yang dijual di workshop tersebut, lalu kami beli beberapa.

Berminat jadi pembina?

Sekarang ini semakin bertambah anak-anak yang mengikuti BIA setiap Minggu, sedangkan jumlah kakak pembina semakin sedikit karena ada yang pergi ke luar kota untuk melanjutkan studi, dan beberapa senior kami sudah mulai kerja, sehingga sulit untuk membantu meng-handle BIA setiap minggunya. Ya… kami sedikit kewalahan. Sekarang Kakak Pembina BIA dari OMK yang aktif sekitar 25 saja.

Jassen cs-editan--

Kakak-kakak pembina BIA St Bernadet. Tertarik bergabung?

Adakah OMK yang berminat menjadi pembina BIA? Syaratnya hanyalah mau dan ikhlas, dan bersedia untuk secara konsisten datang mengikuti BIA setiap Minggu.


Teks: Jassen Novaris (Kakak Pembina BIA), Foto-foto: Screenshot youtube Komsos St Bernadet

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna