Puji Tuhan! Pertemuan I BKS Paroki Ciledug Berlangsung di 21 Wilayah

7 September 2020
  • Bagikan ke:
Puji Tuhan! Pertemuan I BKS Paroki Ciledug Berlangsung di 21 Wilayah

Wilayah Maria Goretti, 5 September, 28 peserta.

Dalam homili Misa Minggu XXIII yang juga Hari Minggu Kitab Suci Nasional, 6 September 2020, Romo Matius Pawai, CICM, mengatakan, “Semangat untuk mendalami dan membaca Kitab Suci selalu muncul di tengah-tengah umat. Ada kerinduan untuk tahu betul apa yang Tuhan inginkan untuk kita kerjakan.”

Anna--

Wilayah Anna, 2 September, 27 peserta.

Apa yang disampaikan Romo Matius tersebut mendapatkan pembenaran antara lain dalam pengalaman umat Santa Bernadet. Dari pantauan Panitia BKS Paroki Ciledug yang terus meng-update data-data dari Wilayah-wilayah 2-6 September, Pertemuan I Bulan Kitab Suci (BKS) sudah berlangsung di 21 Wilayah yang ada di Paroki Ciledug. Puji Tuhan!

Fx 25 peserta--

Wilayah FX, 25 peserta.

Pertemuan berlangsung dalam lingkup Wilayah maupun Lingkungan. Agustinus 1: 12 kelg; Albertus (40 peserta); Anna (27); Antonius 4 (17); Elisabeth 4 (10); Fabiola 1, 3, 4, 5 (75); FX (25), Hubertus (9); Loyola 1, 2, 3 (62); Isidorus 1, 5 (24); Kristoforus 2 (15); Maria 1, 2, 3, 4, 5 (20); Maria Goretti (28); Monika (58); Paulus 3, 5, 6 (45); Petrus 1, 2, 3, 4 (69); Sesilia (90); Theresia (26); Thomas (30); Yohanes 1,2, 3 (79); Yoseph 1, 2, 3, 4 (43).

Kristo2--

Kristoforus 2, 5 September, 10 akun, 15 peserta.

Masih dalam homilinya, Romo Matius mengatakan bahwa banyaknya orang Katolik yang memberi waktu lebih banyak untuk membaca Kitab Suci pada bulan September sebagai Bulan Kitab Suci, bukan berarti pada bulan-bulan lain Kitab Suci ditinggalkan, apalagi ada berbagai komunitas terkait dengan Gerakan Membaca Kitab Suci itu.

Loyola1-dobel ol--

Loyola 1, 6 September, 14 peserta.

Bagi Panitia BKS, berlangsungnya Pertemuan I BKS dari 21 Wilayah tersebut luar biasa karena di masa pandemi ini semua wilayah terwakili walaupun belum semua lingkungan bisa melaksanakan pertemuan virtual karena berbagai alasan.

Loyola3--

Loyola 3, 5 Septemberi, 20 akun, 28 peserta.

Semangat wilayah-wilayah sungguh menggembirakan, sejak persiapan awal, pengisian kuesioner, dan pelaksanaannya. Besar-kecilnya, banyak-sedikitnya peserta bukanlah tolok ukur, akan tetapi perutusannya yang layak diapresiasi karena Firman Tuhan sungguh diwartakan. Puji Tuhan, di masa pandemi ini, pewartaan Firman Tuhan justru menjadi begitu fenomenal.

Petrus 1 dan 3--

Petrus 1 dan 3, 21 akun, 35 peserta.

“No man is an island”

Pada bagian akhir homilinya, Romo Matius, dengan menimba inspirasi dari ketiga bacaan misa hari itu menggarisbawahi kenapa kita harus bergumul dengan Kitab Suci yang berisi Sabda Tuhan tentang rencana keselamatan Allah bagi kita.

Sesilia 90 peserta terbanyak--

Wilayah Sesilia, 44 akun, 90 peserta (terbanyak).

“Sekarang ini kita sebagai umat beriman diajak bergumul dan membaca lebih banyak Kitab Suci supaya sebagai umat beriman kita dapat tahu betul, pasti dan benar, apa yang Tuhan inginkan untuk kita kerjakan dalam hidup ini. Karena itulah dalam Kitab Suci Tuhan mengajak setiap orang dari kita bertanggung jawab terhadap sesama di sekitar kita,” kata Romo Matius.

Thomas--

Wilayah Thomas, 6 September, 19 akun, 30 peserta.

“Setiap rasa tanggung jawab terhadap sesama di sekitar kita muncul lewat membaca Kitab Suci. Karena itulah dalam hidup bersama kita mengenal istilah no man is an island,” imbuh Romo Matius.  Tak ada manusia yang hidup untuk dirinya sendiri. Manusia hidup berdampingan bersama yang lain tanpa pandang bulu, bahkan dengan seluruh makhluk.

Yohanes3--potong sik-A--

Peserta Yohanes 3 (A).

Merujuk Surat Paulus (Rom 13:8-10), Romo Matius menekankan bahwa dalam hidup bersama itu yang lain bisa jatuh dalam dosa. Yang lain itu perlu ditegur dengan dasar kasih karena keselamatan adalah untuk banyak orang.

Yohanes3--potong sik-B--

Peserta Yohanes 3 (B).

Teguran itu, lanjut Romo Matius, ada empat tahap pola dasarnya sebagaimana disabdakan Tuhan dalam Injil (Mat 18: 15-20) bahwa manusia yang salah perlu ditegur. Pola itu tidak boleh dibalik, yaitu: empat mata, dengan saksi, di hadapan jemaat. Kalau ketiga tahap ini tidak mempan, anggap dia tidak mengenal Allah, munafik, akan tetapi kita terus-menerus mendoakan agar dengan batuan Roh Kudus dia bertobat dan berbuah banyak.

Wil Monika--_1

Wilayah Monika, 5 September, 30 akun, 58 peserta.

Sampai jumpa di pertemuan-pertemuan BKS berikutnya. Semoga lebih banyak lagi yang bisa ikut serta.

Teks: Wati, Panitia BKS, ps/ Foto-foto: Wilayah/Lingkungan

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna