Puji Tuhan, Program Peduli Gizi Bumil dan Balita St Bernadet Tahap Ke-4 Terlaksana

1 September 2020
  • Bagikan ke:
Puji Tuhan, Program Peduli Gizi Bumil dan Balita St Bernadet Tahap Ke-4 Terlaksana

Penerima bantuan gizi dari Posyandu Nusa Indah 2.

Puji Tuhan, program peduli gizi balita dan ibu hamil (bumil) tahap ke-4 Gereja Santa Bernadet yang dimotori Sie PSE bisa terlaksana, walaupun dalam situasi yang tidak mudah karena adanya berbagai kendala berkaitan dengan belum berakhirnya pandemi.

bumil10--

Pemberian bantuan kepada balita dari Posyandu Lili.

Dengan adanya peningkatan kasus Covid-19 di Kota Tangerang, Dinas Kesehatan melalui puskesmas mengeluarkan imbauan agar kegiatan posyandu di tempat ditiadakan. Kegiatan boleh dilaksanakan dengan sweeping door to door (bergerak dari rumah ke rumah).

Pembatasan demi keselamatan bersama itulah yang menyebabkan program peduli gizi balita dan bumil tidak bisa dilakukan seperti bulan-bulan sebelumnya, yaitu berlokasi di posyandu dan baru terlaksana pada hari Senin, 31 Agustus 2020.

bumil6--

Buka warung makan tapi anaknya bermasalah gizi.

Tim PSE dengan mematuhi pembatasan pertemuan tersebut dan berbagai kendala lainnya, tetap berusaha melaksanakan program Panitia Penggerak Tahun Keadilan Sosial (PPTKS) untuk menyalurkan bantuan peduli gizi bumil dan balita untuk masyarakat di sekitar gereja.

bumil4--_1

Salah satu ibu balita kurang gizi dari posyandu Nusa Indah 1.

Karena tidak bisa dilaksanakan di posyandu, penyaluran dilakukan langsung ke rumah-rumah. Di lapangan ada berbagai persoalan. Bukan hanya tidak cukupnya gizi balita tetapi juga kurangnya pengetahuan dari orangtua tentang pentingnya pemenuhan gizi atau nutrisi bagi balita.

Ada, misalnya, orangtua dari Posyandu Anggrek yang membuka warung makanan tetapi anak balitanya berada pada status gizi bawah garis merah. Artinya nutrisi tidak cukup terpenuhi , sehingga pertumbuhan si balita terganggu. Ada juga balita 13 bulan dengan berat badan 7 Kg  yang mengalami down syndrome, suatu kelainan genetik. Kelep jantungnya bocor.

bumil7--

Ibu RW 01 yang selalu aktif mendampingi kader posyandu.

Namun tetap ada yang bisa disyukuri karena  masih ada perangkat RW, yaitu Ibu RW 01, yang rajin mendampingi kader-kader Posyandu Anggrek sebagai penggerak dan penyuluh kesehatan masyarakat.

bumil9--_2

Bantuan untuk bumil dari Posyandu Lili.

Kita berharap pandemi Covid-19 cepat berlalu agar program pemberian gizi bagi balita dan bumil selanjutnya bisa terlaksana dengan baik, sehingga Gereja bukan saja bisa ikut ambil bagian dalam  membantu masyarakat menuju hidup sehat, tetapi juga aktif ikut serta membangun masyarakat yang semakin adil dan sejahtera.

bumil11--

Balita dari Posyandu Kenanga penderita down syndrome. 

Teks: Cicilia Fatmawati/ Foto-foto: Tim PSE

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna