Ibadat Go-Kil SKKS Paroki Ciledug Bulan Agustus bersama Romo Budi Santoso, MSC (2)

30 Agustus 2020
  • Bagikan ke:
Ibadat Go-Kil SKKS Paroki Ciledug Bulan Agustus bersama Romo Budi Santoso, MSC (2)

Yesus berjalan di atas air (lookandlearn.com).

Pada tulisan tentang Go-Kil sebelumnya, renungan Injil Mat 14: 22-34 oleh Romo Budi Santoso, MSC, sudah disajikan dua dari tujuh tawaran dalam mengatasi masalah kehidupan, yaitu (1) Berjalan dalam ketaatan (ayat 22) dan (2) Memiliki kehidupan doa (ayat 23). Berikut ini disampaikan pokok-pokok gagasan tentang kelima tawaran yang lain.

(3) Memiliki mimpi dan harapan yang besar (ayat 28)

Pada ayat 28, ketika melihat Yesus berjalan di atas air, Petrus punya mimpi besar, yaitu ingin berjalan di atas air seperti Yesus. Sedang para murid lain hanya sibuk dengan masalah: itu Tuhan atau hantu?  Petrus tidak hanya diam, pasif, tapi mendekat dengan Yesus, ingin seperti Yesus.

Mimpi kecil akan membuat masalah membunuh impian kita. Sebaliknya, mimpi besar dan bersama Tuhan akan membunuh masalah itu. Jika bersama Allah di dalam Allah, berfokus pada Allah, impian kita akan terwujud. Jika tidak pernah bercita-cita yang baik, cita-cita rohani yang unggul, orang akan terbunuh oleh tantangan-tantangan dunia itu sendiri.

sangsabdadotwordpressdotcom--jpg-4

Mimpi besar Petrus (sangsabda.wordpress.com).

Kita ingat Bung Karno: “Bermimpilah untuk meraih bintang-bintang di langit!” Minimal Indonesia bisa merdeka. Minimal Indonesia bisa maju seperti ini. Orang yang punya cita-cita akan hidup dan berjuang, tidak patah di tengah jalan; bukan seperti daun kering yang ikut ke mana tiupan angin, sehingga tidak pernah sampai tujuan.

(4) Bertindak dengan iman (ayat 29)

Untuk mewujudkan mimpi, orang harus bangun dari tidur. Tidur melulu membuat mimpi tak akan pernah terwujud. Di tengah pandemi ini, ada orang yang bekerja ekstra, berkreasi, berinisiatif secara online. Tetapi tak sedikit yang hanya menyerah kalah.

Petrus tidak hanya bermimpi tetapi bertindak dengan iman. Berjalan di atas air berarti berjalan di atas masalah. Sedang rasul-rasul lain hanya nongkrong di atas perahu. Dalam masa sulit pandemi ini, kita bisa pilih, mau berjalan di atas masalah, mendekati Yesus, bersama Yesus, atau hanya berpangku tangan.

Mimpi tanpa tindakan bagaikan “pungguk merindukan bulan”. Jangan hanya bermimpi, lakukanlah sesuatu. Jangan ongkang-ongkang kaki saja, karena Tuhan tidak mau bekerja dengan pemalas.

badai katolisitasdotorg--3

Yesus di atas air, manusia di atas masalah. (katolisitas.org)

(5) Sabar menanti pertolongan Tuhan (ayat 30)

Petrus bermimpi, lantas bertindak, tetapi di tengah perjalanan menuju Yesus di atas air dia diterpa badai dan mulai tenggelam. Petrus segera memanggil Yesus dan sabar menanti pertolongan Tuhan.

Kadang kala masalah akan menenggelamkan kita, sehingga kita tidak dapat bertahan menghadapi hidup ini. Lantas putus asa, stres, ketakutan, menelan pil penenang over dosis, bahkan minum obat-obat terlarang. Dalam begitu banyak bencana, termasuk pandemi ini, banyak orang yang mengalami kecemasan, ketakutan.

Petrus yang awalnya berjalan di atas air, ketika badai menerpa, fokusnya pada badai, tidak lagi Yesus. Jika saja tetap berfokus pada Yesus, ia akan tetap berjalan di atas air.

Ketika tidak lagi berfokus pada Yesus, Petrus tidak melihat kekuatan Yesus, tidak melihat daya-daya ilahi-Nya, tidak melihat bahwa Yesus bisa mengalahkan badai dan angin sekalipun Dia tidur. Di mana saja Yesus punya kekuatan yang tidak pernah akan tidur.

sangsabdadotworpressdotcom--5

Kuasa-Nya tidak pernah tidur. (sangsabda.wordpress.com)

Ketika menghadapi suatu masalah, sering kita tenggelam dalam masalah itu, hanya terfokus pada masalahnya, sehingga tidak melihat Yesus yang punya kuasa untuk menolong, membantu kita, sehingga kita tenggelam dalam masalah.

"Yesus, tolonglah aku!" Teriakan Petrus ini membuatnya berubah fokus pada Yesus, tak lagi pada masalahnya. Ia tidak lagi memandang laut yang akan menelan dia, tetapi memandang Yesus yang akan menolongnya, sampai Dia yang mengulurkan tangan-Nya.

(6) Berfokus kepada Yesus (ayat 31)

Jika fokus kita kepada Yesus, Dia akan segera mengulurkan tangan-Nya untuk memegang hidup kita dan meredakan setiap badai kehidupan kita.

Masalah terbesar Gereja saat ini adalah kebimbangan. Ini sering tidak disadari oleh orang percaya. Di satu sisi percaya Tuhan dan bagi-Nya tidak ada yang mustahil, tapi di sisi lain, ketika berada dalam kesukaran hidup, kebimbangan luar biasa menguasainya sehingga Tuhan tidak berarti apa-apa.

sangsabdadotwordpressdotcom2--_1

Allah selalu mengulurkan tangan. (sangsabda.wordpress.com)

Petrus bisa berjalan di atas air ketika dia berpegang pada Yesus. Tetapi ketika masalah datang, dia berpaling dari Yesus dan hanya berfokus pada masalahnya, sehingga terjadi kebimbangan, keragu-raguan.

Karena itu, fokus pada Yesus akan mengalahkan masalah; fokus pada masalah menjadikan kita kalah. Fokus pada Allah akan mengalahkan masalah karena Allah akan selalu mengulurkan tangan kepada setiap orang yang meminta-Nya pertolongan.

Setiap orang yang beriman percaya pada penyelenggaraan ilahi. Jika tidak cepat sadar dan bertobat serta berpaling kepada Tuhan, hidup kita mungkin akan semakin terpuruk dalam penderitaan. Pertobatan berarti kembali berpaling kepada Allah.

(7) Setia menyembah Tuhan (ayat 32-33)

Setelah angin reda, orang-orang di perahu menyembah Tuhan. Banyak orang yang sudah ditolong Tuhan tidak menyembah Tuhan; lebih parah lagi, melupakan sama sekali kebaikan Tuhan setelah hidupnya dilepas dari masalah karena merasa dirinya sendiri yang menyelesaikan masalah. Ia lupa berterima kasih dan menyembah Tuhan.

tambahan2--6

Sebagian peserta Go-Kil ke-3 SKKS Paroki Ciledug, 8 Agustus.

Sesungguhnya dengan menyembah Tuhan, kita dapat merasakan hadirat Tuhan dalam hidup kita. Allah bertahta di atas pujian dan penyembahan kita. Penyembahan adalah respons, sikap, kata-kata terhadap keagungan dan kebesaran-Nya.

Dan Allah sedang mencari orang-orang yang setia menyembah Dia, yang berdoa, sujud di hadirat-Nya. Tuhan akan mengulurkan tangan. Dan kita tidak usah takut karena tangan Tuhan akan menolong kita. (Habis)

Teks: BMdiro/ Foto: Margo Yuwono

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna