Terlaksana, Pertemuan Rutin Virtual Perdana Komunitas Kerahiman Ilahi St Bernadet

7 Agustus 2020
  • Bagikan ke:
Terlaksana, Pertemuan Rutin Virtual Perdana Komunitas Kerahiman Ilahi St Bernadet

Jesus, I trust in You (Yesus, Engkau andalanku).

Untuk mengobati rasa rindu Devosan Kerahiman Ilahi, sejumlah pengurus Kerahiman Ilahi Santa Bernadet yang diketuai Ibu Meiny mengadakan pertemuan rutin virtual perdana.  Pertemuan Rutin Komunitas Kerahiman Ilahi ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 1 Agustus 2020, pukul 08.00 - 09.30, melalui zoom dan diikuti oleh sekitar 30  orang.

Meraih Yesus

Pertemuan secara virtual ini dibuka oleh Ibu Meiny selaku Ketua Komunitas Kerahiman Ilahi dan acara dipandu oleh Ibu Etty Iswanti.

etty--

Ibu Etty Iswanti, pemandu acara.

Acara dibuka  dengan lagu pembukaan Tuhan Engkau Hadir yang dipimpin oleh Ibu Aling, dilanjutkan dengan doa pembukaan oleh ibu Monika, Jalan Salib yang dipimpin oleh Ibu F. Ida. Untuk renungan diambil dari Injil Matius 8:23-27 tentang  "Angin ribut diredakan", dan dari "BHF (Buku Harian Faustina) No 453 dan No 327".

Tema pertemuan ini adalah ”Meraih Yesus dalam Badai Kesulitan Hidup”

Renungan dimulai dengan menyadari bahwa kita manusia selalu dihadapkan dengan masalah kehidupan, baik itu masalah kecil (contoh sakit flu, diare), masalah  besar (contoh: terjadinya perselingkuhan, atau pernikahan anak yang beda agama, kondisi ekonomi yang hancur  dll)  atau bahkan masalah yang besar  datangnya tiba-tiba atau sekonyong konyong (seperti : kematian dari orang-orang yang kita kasihi , efek dari masalah pandemi covid, dll).

Aku dan masalahku--

Masalah kita teratasi 90 % karena pertolongan Rahmat Tuhan.

Untuk masalah kecil, biasanya kita dapat menyelesaikan dengan  akal budi yang diberikan Tuhan pada kita. Tapi jika itu masalah besar, biasanya kita kalut dan tidak bisa mengatasinya, karena dapat dikatakan kemampuan manusia hanya 10 % sedang 90 %-nya masalah dapat diatasi karena kasih dan pertolongan Rahmat dari Tuhan yang luar biasa.

Bahan permenungannya, jadi bagaimana sikap kita, jika kita dihadapkan pada masalah yang besar dan tiba-tiba itu? Jawabannya, kita harus dapat meraih Yesus dalam badai kesulitan hidup, tidak hanya bersama Yesus seperti yang kita lihat pada para murid Yesus yang berada dalam perahu saat badai datang. Mereka  tetap takut, karena mereka kurang percaya, dan tidak mengandalkan Yesus dalam masalah yang dihadapinya itu (Mat 8:23-27).

KI1--

Pertemuan online mengobati rasa rindu para Devosan KI.

Tapi mari kita lihat, iman kepercayaan dari  seorang perempuan yang disembuhkan dari pendarahannya (Mat 9:21-22). Perempuan ini berani meraih Yesus dalam badai kesulitan hidupnya yang 12 tahun mengalami pendarahan, dimana  pada zaman itu,  dia sangat diasingkan dan dinajiskan oleh masyarakat sekitar karena penyakitnya tersebut. Tapi ia mempunyai iman yang sangat kuat. Ia berusaha meraih Yesus di tengah kerumunan masyarakat, dengan mengatakan, "Kalau saja aku dapat memegang jumbai jubahNya, maka aku akan sembuh.”

Lihat kekuatan imannya dan perjuangannya untuk dapat meraih Yesus di tengah kerumuman orang banyak. Ia tidak takut akan cemoohan orang sekitar, karena ia fokus untuk meraih Yesus. Iman kepercayaan akan Yesuslah yang meneguhkan, sehingga ia dapat memegang jumbai dan Yesus mengatakan, “Karena imanmu maka engkau sembuh.” 

andalan--

Gambar untuk memohon rahmat ke Sumber Kerahiman.

Yesus mengatakan (Mat 8:26): ”Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Artinya Yesus mengajak kita untuk percaya padaNYA dan Andalkan DIA, dan ini diteguhkan lagi dengan sabda Yesus  pada St. Faustina di BHF No 453: ”…Yang paling menyenangkan hati-Ku adalah jiwa yang dengan teguh percaya akan kebaikan-Ku dan sepenuhnya mengandalkan AKU" dan  BHF No 327: “Aku memberikan kepada umat manusia sebuah wadah yang harus mereka bawa, ketika mereka datang memohon rahmat ke Sumber Kerahiman. Wadah itu adalah gambar ini dengan tulisan: “Yesus, Engkau Andalanku!”

Yesus, Engkau Andalanku

Jadi jelas Yesus menghendaki agar kita jangan takut dalam menghadapi masalah, tetapi kita harus dapat meraih Yesus dalam badai kesulitan hidup, yaitu dengan mengimani dan menjalankan "Yesus, Engkau Andalanku”

Pertemuan  virtual ini dilanjutkan dengan Doa Koronka yang dibawakan oleh Ibu Paulina dan Ibu Yuni, kemudian dilanjutkan dengan doa penutup oleh Ibu Ermina dan acara berakhir dengan lagu penutup Dendang Kerahiman yang dipimpin oleh Ibu Paulina.

KI3--

Para Devosan KI dalam pertemuan rutin virtual perdana.

Untuk acara ini resminya telah selesai tepat jam 09.00, tetapi kemudian bagi yang berkenan untuk tetap di zoom diberi waktu untuk tanya jawab tentang materi yang telah dibahas. Mengenai pertemuan-pertemuan berikutnya akan dibicarakan melalui WA group panitia KI.

Teks: Etty Iswanti, Maya/ Foto: Shierly M, Wati, KI/ Olah Foto: ps

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna