Wanita Katolik RI Ranting Monika Berbagi Pengetahuan tentang Menanam dan Merawat Sayuran

2 Agustus 2020
  • Bagikan ke:
Wanita Katolik RI Ranting Monika Berbagi Pengetahuan tentang Menanam dan Merawat Sayuran

Sayuran yang ditanam dengan metode hidroponik.

Hari Minggu, 2 Agustus 2020 ini, sesudah misa live streaming, Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet merayakan HUT ke-30.

Menurut catatan Sie Komsos, selama masa pandemi Covid-19, kegiatan Wanita Katolik RI Santa Bernadet, baik cabang maupun ranting, tidak berhenti. Di tingkat cabang, dua kegiatan terakhir adalah Pelatihan Kepemimpinan yang diselenggarakan secara online, Minggu, 28 Juni 2020 dan baksos pembagian masker dan hand sanitizer kepada pekerja harian pada 30 Juli 2020.

Sementara di tingkat ranting, Wanita Katolik RI Ranting Wilayah Yohanes mengadakan bakti sosial pada bulan April dan Mei 2020 bagi warga terdampak Covid-19. Kegiatan serupa diadakan Wanita Katolik RI Ranting Wilayah Loyola dengan melakukan saweran untuk membeli paket bantuan pada 7 Mei 2020.

Monika2--

Hasilnya baik bila benih, pupuk, media, dan perawatan baik.

Menanam dan merawat sayuran

Kegiatan Wanita Katolik RI tingkat ranting juga dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2020 jam 18.00, yaitu Ranting Monika yang mengadakan pertemuan perdana melalui Zoom setelah kurang lebih 4 bulan lamanya vakum karena pandemi Covid-19.

Pertemuan tersebut diikuti oleh 16 anggota ranting dan dibuka dengan doa oleh Ibu Widi, lalu dilanjutkan dengan sharing pengetahuan tentang cara menanam sayuran dan merawatnya dengan nara sumber Ibu Maria Melati K Satriyani dari Sie Kesra dan Lingkungan Hidup Ranting Monika. Tema tentang metode hidroponik pernah diadakan dengan nara sumber yang sama, 24 November 2019.

Ibu Melati menyampaikan 2 cara menanam, yaitu:

  1. Hidroponik dengan menggunakan media air nutrisi.
  2. Menggunakan media tanam biasa (tanah, sekam bakar, dan kompos).

Untuk mendapatkan hasil yang baik ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

  1. Benih yang bagus (memiliki daya tumbuh di atas 85%).
  2. Media tanam dengan komposisi seimbang antara sekam bakar dan kompos.
  3. Pupuk yang bagus adalah pupuk organik (hasil komposter) dan menghindari penggunaan pupuk kimia.
  4. Perawatan tanaman dengan cara menyiangi hama/gulma tanaman, mengaduk dan menggemburkan media tanam.

WKRIMON--

Pertemuan zoom, nara sumber Ibu Maria (kiri bawah).

Untuk tanaman hidroponik hanya perlu mengontrol ketersediaan air nutrisi jangan sampai kehabisan yang dapat menyebabkan tanaman layu dan mati.

Selain itu juga perlu diketahui sifat-sifat tanaman itu sendiri untuk mengetahui media tanam yang tepat, sinar yang dibutuhkan, kebutuhan air/ nutrisi dan cara mengatasi hama/ penyakit.

Monika4--

Ketersediaan air nutrisi tidak boleh habis.

Mengatasi hama

Untuk mengatasi hama kita dapat menggunakan pestisida alami yang bisa kita buat sendiri, antara lain:

  1. 3 siung bawang putih ditumbuk dan dicampur dengan 1 liter air dan 1 sendok Sunlight dan didiamkan 1 malam.
  2. 1 Jeruk nipis dicacah dan dicampur dengan 1 liter air dan 1 sendok Sunlight serta didiamkan 1-2 jam.
  3. Air cucian beras dicampur gula merah lalu ditutup dalam botol serta didiamkan 2-3 hari.

Sesudah sesi tanya jawab, pertemuan ditutup dengan doa.


Selamat merayakan HUT ke-30 Wanita Katolik RI Cabang St Bernadet!


Teks: Fransisca Mina, ps/ Foto: Mina, Ika.

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna