Para Pengajar Persink “Dipaksa” Belajar IT untuk Melayani Pembelajaran Agama di Masa Pandemi

27 Juli 2020
  • Bagikan ke:
Para Pengajar Persink “Dipaksa” Belajar IT untuk Melayani Pembelajaran Agama di Masa Pandemi

Pelatihan IT guru-guru Persink di R St Bernadet 2, Sabtu (25/7).

Para guru yang menjadi bagian dari tim katekese Paroki Ciledug  bersiap-sedia memberikan pelayanan kepada anak-anak warga paroki yang sekolahnya tidak menyelenggarakan Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik. Hal itu semakin kentara saat para katekis tersebut mengikuti pelatihan atau belajar bersama teknologi informasi (IT).

Situasi PSBB karena Covid-19 memaksa sekolah menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau diistilahkan juga dengan Belajar dari Rumah (LFH=Learning from Home). Para guru pengajar persink juga menyadari diri bukan dewa yang serba bisa, maka sistem yang demikian juga “memaksa” untuk ‘melek’ teknologi.

pram6--

Penuh minat dan perhatian dalam mengikuti pelatihan.

Pelatihan ini diadakan pada hari Sabtu, 25 Juli 2020, pukul 15.00-18.00, di ruang Santa Bernadet 2 Gereja Pinang yang dihadiri oleh para katekis pengajar persink: Ibu Christina, Ibu Sulastri, Ibu Hartinah, Ibu Kuntri, Bp Suparlan, Ibu Valen, Bp Budi Prasetyo, Bp Budi Isnanto, Bp Sutikno, Bp  Carolino (penyaji materi), dan Bp Pramono (Ketua Seksi Katekese).

Pelatihan ini dimotori oleh Bapak Carolino yang juga menjadi bagian dari pengajar persink yang rela membagikan ilmu, pengetahuan, dan keterampilan berjejaringnya  kepada teman-teman seperjuangannya.

pram5--

Penyajian materi IT sebagai "senjata" di masa pandemi.

Pelatihan ini juga mendapat dukungan dari Bp Johanes Roso Pramono selaku Ketua Seksi Katekese, Bp G.M. Budi Suryanto, anggota DPH pendamping seksi, dan tentunya Pastor Lammarudut HPH Sihombing, CICM, selaku Kepala Paroki Ciledug.

Materi pelatihan

Materi pelatihan di antaranya mengoptimalkan penggunaan whatsapp, pembuatan video pembelajaran (memanfaatkan aplikasi bandicam), pemanfaatan fitur-fitur pada akun google (forms, classroom, jamboard, drive, dan lain-lain), dan pembuatan bit.ly.

Whatsapp dipilih menjadi sarana utama tukar informasi dari katekis kepada siswa atau orangtua dan sebaliknya, karena diharapkan semua orangtua siswa setidaknya memiliki hp untuk dapat dipakai baik untuk menerima materi dari guru maupun perngiriman tagihan tugas dan penilaian dari siswa.

Pram1--

Menjadi katekis kekinian harus melek teknologi!

Materi yang dimaksud dapat berupa dokumen (ms.word, pdf, ppt, dll.), foto/gambar, maupun video. Semua itu merupakan bagian dari bentuk pembelajaran daring (dalam jaringan). Sedangkan bagi para siswa yang tidak memiliki fasilitas yang demikian, para katekis pengajar persink akan memberikan pelayanan pembelajaran secara luring (luar jaringan) yakni mengirim materi dan tugas secara langsung.

Setelah selesai pelatihan, para katekis pengajar persink melanjutkan acara dengan rapat terbatas dengan keputusan:

1). pembelajaran dimulai pada Minggu pertama bulan Agustus yakni tanggal 3 Agustus 2020.

2). Menentukan jadwal pertemuan dengan para orangtua/wali siswa. Bila tidak memungkinkan tatap muka langsung, akan menggunakan zoom meeting.

3). Segala informasi kepada orangtua akan disampaikan melalui kontak telepon atau WA yang sebelumnya sudah diadakan pendataan.

pram3--

Demi tumbuhnya iman siswa, terobosan ini layak diapresiasi.

Sambil melakukan terobosan-terobosan seperlunya, para katekis pengajar persink selalu berdoa dan berharap pandemi Covid-19 ini segera berlalu dan situasi kembali normal, sehingga pertemuan pembelajaran juga kembali normal. Semoga Tuhan memberkati.

Teks & Foto: Budi Prasetyo, Koordinator Persink Paroki Ciledug

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna