Jangan Membiarkan Sampah-sampah B3 Ada di Rumah

26 Juli 2020
  • Bagikan ke:
Jangan Membiarkan Sampah-sampah B3 Ada di Rumah

Ibu Sakura dan Pak Ing Kiat memilah limbah B-3, Sabtu (25/7. 

Banyak dari kita yang tidak sadar bahwa di rumah memiliki banyak sampah atau limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) seperti batu baterai bekas, mouse, keyboard, lampu neon (TL), aki, kaleng bekas penyemprot serangga, botol hairspray, botol pewangi ruangan, botol pembersih keramik, botol pembersih lantai, dll.

Mungkin kita belum tahu sampah-sampah B3 tersebut akan dibuang ke mana, merasa “dibuang sayang”, atau pernah berpikir kapan-kapan akan diloakkan, tapi nyatanya sampah-sampah itu tidak ke mana-mana, masih di rumah saja. Padahal kalau tidak dikelola dengan baik, sampah-sampah B3 akan menimbulkan pencemaran lingkungan dan berbahaya bagi anggota keluarga kita!

b3-3--

Tersedia kotak pembuangan limbah B3 di Paroki Ciledug.

Hal itulah yang memacu semangat Subsie Lingkungan Hidup Paroki Ciledug untuk mengumpulkan sampah B3 pada Sabtu, 25 Juli 2020. Subsie ini berada di bawah payung Seksi Keadilan dan Perdamaian yang dikomandani Ibu Sakura Indah Sari.

Tanggal 18 Februari lalu, Subsie LH telah mengadakan sosialisi tentang limbah B3 (santabernadet.id, 27 Februari 2020). Sebagai bentuk tindak lanjutnya, akan dilakukan pengumpulan sampah B3 dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan. Rencananya pengumpulan akan dilakukan segera setelah pelaksanaan sosialisasi. Namun karena ada pandemi Covid-19, maka kegiatan tersebut baru berhasil terlaksana pada Sabtu lalu.

b31--

Pak Ing Kiat dari Lingkungan Loyola 4.

Pengumuman adanya kegiatan tersebut disampaikan melalui Grup WA Pinang dan ketua-ketua wilayah. Waktunya jam 10.00-12.00. Harapannya bisa mengurai munculnya kerumunan.

Ibu Sakura ditemani Ibu Patrice senantiasa menunggu umat yang hendak mengumpulkan sampah B3 di Taman Doa St Bernadet. Salah satu umat yang datang adalah Bp Ing Kiat dari lingkungan Loyola 4 yang membawa bolam, kabel, baterai bekas, dan tablet untuk dikumpulkan. Tak hanya dikumpulkan, namun juga dipisahkan sesuai jenis-jenis limbahnya.

b3-4--

Memasukkan limbah B3 sesuai jenisnya.

Sebenarnya ada 3 orang lain yang konfirmasi mau datang, tapi sampai menjelang jam 12.00 belum muncul juga. Ibu Sakura sempat mengatakan, infonya memang agak dadakan, sehingga terlalu mepet dengan hari H.

Sebenarnya,  umat yang ingin mengumpulkan sampah B3 bisa menitipkannya ke pos satpam setelah melakukan konfirmasi ke Ibu Sakura atau Ibu Patrice, selaku sekretaris Sub Seksi Lingkungan Hidup.

Patrice--

Kotak pembuangan Limbah B3 dari Pemkot Tangerang.

Didukung oleh Seksi Pengelolaan Limbah B3 Pemda Kota Tangerang dengan pemberian boks sampah B3 yang tersedia di Paroki Ciledug, nantinya limbah B3 ini akan diangkut oleh Pemda dan dihancurkan sesuai prosedur yang aman agar tidak meningkatkan pencemaran air dan tanah yang bisa menimbulkan berbagai penyakit. Maka jangan biarkan limbah B3 ada di rumah.

“Rencananya kegiatan ini akan rutin dilaksanakan sebulan sekali. Jika umat mendukung dengan ikut serta mengumpulkan limbah B3 maka akan kami adakan 2 minggu sekali,” kata Ibu Sakura. Umat yang hendak mengumpulkan dan menitipkan limbah B3 bisa konfirmasi dahulu ke nomor berikut: Sakura (0812-8889-0040) dan Patrice (0896-9117-0888).

Teks: Karin/ Foto-foto: Karin, Patrice

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna