Katekumenat Bulan Juni, Bersyukur Masih Bisa Membangun Iman Umat dalam Masa Darurat

1 Juli 2020
  • Bagikan ke:
Katekumenat Bulan Juni, Bersyukur Masih Bisa Membangun Iman Umat dalam Masa Darurat

Pembelajaran katekumenat dewasa.

Pembelajaran katekumenat bulan Juni 2020 secara online di Paroki Ciledug berjalan lancar. “Puji Tuhan, walaupun nggak ketemu secara fisik tetapi senang juga karena tetap ada perjumpaan,” kata Theresia Eka Murti, pengajar katekumen dan Krisma Paroki Ciledug, Rabu (1/7).

Semua katekumen diusahakan untuk bisa ikut bagaimanapun caranya, misalnya dengan meminjamkan hp orangtuanya agar bisa menggunakan aplikasi. ”Kasihan juga kalau tidak bisa ikut,” kata katekis yang akrab disapa Bu There itu.

28Juni--

Pembelajaran katekumenat dewasa.

Walaupun tidak ada masalah dalam penyampaian materi, menurut Bu There, tetap lebih bagus bertemu secara fisik. ”Tetap disyukuri karena, walau dalam keadaan darurat, kami masih bisa eksis dan bisa membangun iman umat,” imbuhnya.

Ditanya tentang pengalaman paling mengesan dengan pembelajaran online, pengajar katekumen dewasa itu menjawab, “Kalau saya sih ya menarik aja. Yang jelas dalam situasi pandemi ini jadi lebih pintar dan nggak gaptek ha-ha-ha…”

Sabtu20Juni Anak-Remaja 2019-2020 (2)--

Pembelajaran katekumenat remaja 20 Juni 2020.

Pengajar katekumen dewasa lainnya adalah JC Simbolon. “Mengajar dengan aplikasi hangouts ini merupakan salah satu jalan keluar untuk tetap mengajar para katekumen,” kata katekis senior yang biasa disapa Pak Sim itu ketika dihubungi pada hari yang sama.

“Secara hangouts cukup lancar. Kendalanya ya bila listrik mati, internet bermasalah. Ya seperti biasalah, kendala ada saja,” katanya.

Menyiapkan dan merekomendasikan

Dari informasi anggota DPH Koordinator Bidang Pewartaan I, GM Budi Suryanto, Bu There yang membuat Laporan tentang Pembelajaran Katekumenat Paroki Ciledug Juni 2020, tanggal 7, 14, 20, 21, 26, dan 28, dengan aplikasi hangouts dan WhatsApp Video Call.

7juniRemAnak (2)--

Pembelajaran katekumenat ramaja dan anak.

Dalam laporan tersebut diuraikan secara rinci pelaksanaan pembelajaran 2 kelompok katekumen dari 2  periode, yaitu katekumen dewasa dan katekumen remaja/anak-anak, periode 2019-2020 dan 2020-2021.

Selain Bu There dan Pak Sim, katekis lain yang membimbing adalah Monica Citra dibantu Irene Santi untuk katekumen anak dan remaja.

“Yang 1 kelas (periode 2019-2020, Red) seharusnya dibaptis pada Paskah kemarin tapi nggak bisa karena pandemi,” kata Bu There. Hal ini pernah juga disampaikan Ketua Sie Katekese Paroki Ciledug Bp Y Pramono bulan sebelumnya (santabernadet.id, 14 Mei 2020).

21JuniAnak-Remaja 2019-2020--

Pembelajaran katekumenat remaja.

Meskipun demikian, katekumen periode 2019-2020 masih tetap belajar. Walaupun secara panduan materi telah selesai, mereka tetap dibimbing untuk perkembangan iman mereka serta agar dapat merefleksikan iman katoliknya.

“Yang saya tahu mereka tetap semangat untuk belajar pembinaan iman, dan memang sih pewartaan kepada umat itu tidak pernah selesai/ habis. Jadi para katekumen tetap berjalan terus sampai pada waktu hari pembaptisan mereka,” ujar Bu There.

Untuk menentukan apakah seseorang sudah layak menerima Sakramen Baptis, ada beberapa pihak dan cara untuk memberikan penilaian.

Remaja28juni (3)--

Pembelajaran katekumenat untuk remaja.

“Tes-nya biasanya dilakukan pada saat rekoleksi. Ada pertanyaan dari pemberi rekoleksi dan Ketua Sie Katekese. Juga kita bisa melihat sejauh mana kemajuan-kemajuan iman mereka yang terlihat dari perubahan perkataan, perbuatan, dan aktivitas mereka,” jelas Bu There.

Dijelaskan, untuk bisa dibaptis ada tahapan-tahapannya. Di samping belajar ada rekoleksi dan inisiasi 1-3 sebelum dibaptis. Rekoleksi belum mungkin dilaksanakan di masa pandemi.

Jumat 26 Juni Remaja 2019-2020 (3)--

Pembelajaran susulan.

Namun Bu There menegaskan, “Di masa biasa keputusan bisa dibaptis ya dari katekumennya sendiri dan kami para katekis menyiapkan mereka dan merekomendasikannya kepada Pastor Paroki.”

“Saya rasa kalau sudah dibuka gereja dan semua kegiatan diperbolehkan oleh KAJ pasti baptis akan dilaksanakan,” kata Bu There yang juga Sekretaris Komisi Kateketik KAJ itu.

4masa3tahap-- (2)

Proses yang harus dijalani calon baptis (imankatolik.or.id).


Teks: ps/Foto-foto: Sie Katekese Paroki Ciledug/ Olah foto: ps

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna