Bu Etty, Romo Matius, Pak Tulus, Bu Yenny, Pak Margot.
Seksi Kerasulan Kitab Suci (KKS) Santa Bernadet kembali melaksanakan program ibadat Go Kitab Suci di Lingkungan (Go-Kil) secara virtual, Sabtu (20/6), mulai pukul 18.00. Acara berlangsung sekitar 1,5 jam, dihadiri 118 peserta yang berasal dari 20 Wilayah.
Ikut serta dalam program tersebut Pastor Rekan Romo Matius Pawai, CICM dan anggota DPH Paroki Ciledug seperti Ibu C Lutfina Andreasari, Ibu Eti Herisusanti, Ibu Anastasia Setyowati, Bp Joannes Widjajanto, Bp Stevanus Pristi, Bp Yustinus Kristanto Widiwardono, dan Bp Klemens Andelo.

Peserta Go-Kil bulan Juni perorangan dan pasangan.
Ketua Sie KKS Ibu Etty Iswanti dalam sambutan awalnya mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraannya atas respons umat dalam pertemuan pembahasan materi Kitab Suci bulan Juni.
Pertemuan itu seharusnya diselenggarakan setiap bulan di tenda bawah Gereja Bernadet untuk para korwil, kaling, pengurus maupun pamong sabda, prodiakon, sebelum diteruskan ke seluruh umat dalam pertemuan di lingkungan.

Peserta berasal dari 20 Wilayah.
Diawali dengan Doa Angelus pukul 18.00 oleh Ibu Ermina, diiringi lagu Bapa Surgawi oleh Ibu Lita Nov, ibadat dibuka dengan doa oleh Bp Tulus Widodo sebagai pemandu ibadat.
Ibu Etty selaku Ketua SKKS membacakan materi Go-Kil bulan Juni, Yoh 6:51-58, dilanjutkan dengan renungan singkat oleh Bp PC Margo Yuwono yang akrab disapa Pak Margot.

Pak Margot (baris ke-3 paling kanan) pengisi renungan.
Di awal renungannya Pak Margot menjelaskan ayat-ayat yang saling berkaitan, yaitu ayat 48: Akulah Roti Hidup yang telah turun dari surga (ayat 51) yang akan memberikan hidup kekal bila kita memakanNya. Jika kita tidak makan daging anak manusia dan minum darahNya, maka kita tidak akan memperoleh hidup kekal dan tidak akan dibangkitkan di akhir zaman (ayat 54).
Dalam sesi tanya-jawab, Bp Budi Mandiro mengingatkan kembali pertanyaan salah satu peserta dalam pertemuan sebelumnya (13 Juni 2020), mengapa Tubuh Yesus hanya diterimakan dalam 1 rupa (Hosti Kudus), tidak beserta anggur sebagai lambang darah Kristus.

Para peserta Go-Kil virtual 20 Juni 2020.
Sementara itu, Bp Wahyu, peserta dari Wilayah Fabiola, menanyakan adanya halangan untuk menerima hosti, mengapa seseorang tidak boleh menerimanya.
Bp Trisno Kambali, pewarta yang tak asing lagi di bidang Katekese, membantu menjawab pertanyaan tersebut dengan 1 Kor 11:26-28 yang menyebutkan bahwa seseorang yang dalam keadaan tidak layak makan roti dan minum dari cawan Tuhan, ia berdosa terhadap Tubuh dan Darah Tuhan.

Go-Kil 20 Juni diikuti warga wilayah dan para anggota DPH.
Siapa yang tahu bahwa seseorang dalam keadaan berdosa atau tidak sehingga layak menerima Tubuh dan Darah Tuhan? Pertanyaan ini dijawab oleh Romo Matius Pawai, CICM.
“Semua berpulang kembali pada refleksi pribadi, apakah yang sudah saya lakukan berkenan bagi Tuhan dan sesama. Faktor kejujuran pada diri sendiri sangat berperan dan hanya Tuhan sendiri yang berhak menilai hati dan perilaku kita," jelas Romo Matius.

Para peserta Go-Kil dari berbagai wilayah.
Pertemuan ditutup dengan doa dan berkat dari Romo Rm Matius. Sebelumnya Ibu Etty mengucapkan terima kasih atas peran serta semua pihak dan berharap situasi pandemi segera teratasi, sehingga pertemuan bulan Juli bisa terselenggara lebih semarak lagi.

Ketua Sie KKS St Bernadet Ibu Etty Iswanti (baris 1 tengah).
Pertemuan malam itu diakhiri dengan lagu FirmanMu sebagai pujian penutup. Juga dinyanyikan Happy Birthday untuk Bp Tulus yang sedang berulang tahun.
Teks: Maria Melati K Satriyani/ Foto-foto: Lusiana, Joannes, Lita Nov, Margot, Setyowati, Jenny.