Romo Matius Pawai, CICM, mengambil undian.
Ada sebagian orang yang meyakini bahwa apa yang terjadi dan kita alami dalam hidup ini tidak ada yang kebetulan tetapi karena penyelenggaraan Tuhan.
Ungkapan tersebut rasanya tepat karena jika dilihat dari 10 Pemenang Kuis acara Bincang-Bincang dari Pinang (30 Mei 2020) yang membahas tentang penampakan Bunda Maria kepada Santa Bernadet, ada nomor HP atas nama Ibu Bernadeta Ari Dwi Wuryanti dari Semarang.
Pengumuman pemenang diadakan pada hari Minggu 7 Juni 2020 lewat tayangan live streaming seusai misa. Romo Matius Pawai, CICM, bersama Frater Steve Ramli, CICM, didaulat mengambil undian atas 40-an penjawab benar untuk menentukan siapa yang beruntung.

Frater Steve mengambil undian.
Bagi Romo Matius Pawai, CICM, hari itu adalah hari pertama beliau memimpin misa di Paroki Ciledug sebagai Pastor Rekan yang mulai berkarya per 1 Juni 2020.
Sebelum mengambil undian yang berupa gulungan kertas yang bertuliskan nomor HP, Romo Matius, sapaan akrabnya, mengatakan, “Saya tidak akan melihat ke kotak undian ya biar nggak ada kesan kongkalikong,” candanya. “Sementara saya juga belum mengenal Anda, berdoa saja pasti Anda salah satu pemenangnya,” ajaknya.
Kesepuluh nomor HP yang menang pemiliknya langsung menghubungi panitia untuk mengirimkan nama lengkap berikut alamatnya. Barulah terungkap identitas pemenangnya. Ternyata ada tiga dari luar kota, yakni Sulawesi, Semarang, dan Yogyakarta. Satu orang dari Jakarta Selatan dan enam orang dari Paroki Ciledug.

Ibu Bernadeta Ari dari Semarang dan hadiahnya.
Ibu Bernadeta Ari yang tinggal di Kota Semarang mengabarkan hari Jumat 12 Juni 2020 telah menerima hadiah yang dikirimkan lewat jasa pengiriman oleh panitia.
Sementara pemenang atas nama Willibrodus yang tinggal di Yogjakarta dan Ibu Ismi yang beralamat di Jakarta Selatan sampai berita ini ditulis hadiahnya masih dalam proses pengiriman ke alamat.
Beruntung salah satu pemenang terjauh, seorang ibu dari Sulawesi (yang tidak ingin disebutkan identitasnya), senang sekali dan tidak menyangka nomornya masuk dalam undian 10 pemenang, dan meminta hadiahnya dikirimkan saja ke anaknya bernama Yoda, yang kuliah di Jakarta. Saat ini pengirimannya sedang dalam proses ke alamat kosnya.

Bu Fina dan Mas Rakha, tidak menyangka menang.
Lewat percakapan WA Ibu Ari dari Semarang mengungkapkan, “Acaranya bagus, apalagi membahas Santa yang menjadi pelindung saya. Sehingga saya tertarik untuk mengikuti karena jarang ada acara yang membahas tentang kehidupan santo dan santa.”
“Dengan mengikuti acara ini saya jadi tahu sejarah Santa Bernadet lebih detail, melengkapi pemahaman saya lewat buku yang pernah saya baca. Apalagi pas diumumkan saya salah satu yang keluar sebagai pemenang undian, jadi untungnya dobel,” tambahnya.
“Hadiahnya bagus banget. Terima kasih, setidaknya belum bisa ziarah ke Yerusalem dan Lourdes tetapi hari ini saya sudah pegang Rosario dan air sucinya. Semoga dengan hadiah ini saya semakin rajin berdoa Rosario dan air suci ini menjadi berkat bagi kami sekeluarga. Kali ini saya dapat hadiah souvenirnya. Semoga besok kalau ada acara lagi saya dapet tiketnya,” harap Bu Ari.

Mengantar hadiah ke rumah pemenang Ibu Paulina.
Sementara 6 pemenang dari umat Paroki Ciledug atas nama Ibu Titik, Ibu Fina dan Mas Rakha dari Wilayah Fabiola, Ibu Paulina dari Wilayah Thomas, Ibu Yuliana dari Wilayah Antonius, dan Bp Dwi Hananto Setiawan dari Wilayah Albertus. Hadiah untuk keenam pemenang tersebut diambil pada hari Minggu 14 Juni 2020 sekitar jam 11 di saung tenda bawah Gereja Pinang.
Ibu Fina mengungkapkan, “Senang sekali dapat hadiah ini, nggak nyangka bisa menang undian.”
Sementara Ibu Yuliana dari Wilayah Antonius bercerita. “Saat akan diumumkan disebut jumlah pesertanya 40-an, anak saya mengatakan, ini kesempatannya besar untuk menang. Ya udah ayuk kita berdoa, Ibu juga pengin dapet Rosario dan air sucinya. Dan alangkah bahagianya kami sekeluarga pas pertama kali diumumkan itu nomor HP saya,” kenangnya.

Ibu Yuliana dari Wilayah Antonius, terkabul doanya.
Siang itu yang pertama datang mengambil hadiah Bp Dwi Hananto Setiawan dari Wilayah Albertus. Beliau mengungkapkan terima kasih bisa mendapatkan hadiah ini. Namun ia lebih berterima kasih lagi kepada Paroki Ciledug yang sejak awal menyelenggarakan misa live streaming dan membuat acara Bincang Bincang yang amat bagus dan bermanfaat.

Pak Dwi Hananto, paham sulitnya tim produksi.
“Ketika kita diminta untuk selalu berada di rumah saat PSBB ini, kami sekeluarga selalu mencari tayangan-tayangan rohani di Youtube. Semoga nanti Paroki Celedug semakin sering membuat acara serupa. Meskipun memang tidak mudah dan sederhana membuat acara seperti kemarin. Karena saya pernah bekerja di stasiun TV, maka salut untuk tim produksi. Semoga tetap semangat dan terus berkarya,” harap Pak Dwi Hananto.
Teks: Bambang Gunadi/ Foto-foto: Hari Kristanto, Ruli, Kel. Ibu Ari