Ibadat Pelayanan Doa Virtual Wilayah Monika Menjangkau Riau dan Papua

12 Juni 2020
  • Bagikan ke:
Ibadat Pelayanan Doa Virtual Wilayah Monika Menjangkau Riau dan Papua

Ibadat terakhir non-virtual Wilayah Monika, 14 Maret.

Ibadat untuk mengenang 100 hari meninggalnya Bp Antonius Ginting diadakan 14 Maret 2020. Inilah ibadat terakhir Wilayah Monika dengan kehadiran umat sebelum beredarnya surat DPH Paroki Ciledug yang menganjurkan agar menunda seluruh kegiatan yang melibatkan banyak orang, termasuk ibadat, karena wabah Covid-19.

ibadat bersama 100 hari Bp Antonius Ginting--

Prodiakon Maria Melati memimpin ibadat terakhir non-virtual.

Ibadat untuk mengenang arwah warga Monika 3 itu dipimpin Koordinator Prodiakon Wilayah Monika, Maria Melati K Satriyani, dengan melibatkan 2 Prodiakon, Bp Petrus Wong dan Bp Heri Mulyantoro dari lingkungan yang sama.

Virtual pertama 2 April

Wilayah Monika mengadakan ibadat virtual lewat Zoom mulai Kamis, 2 April 2020 sesudah pembicaraan Korwil Bp Rosa Dwi Martana dengan beberapa orang,

Intensi ibadat virtual pertama itu mendoakan umat yang sedang sakit, yaitu Ibu Melati dan Ibu Susi, serta mohon perlindungan dari wabah Corona. Peserta 32 orang dengan pemimpin ibadat Prodiakon Bp Petrus Rahardjo dari Lingkungan Monika 4.

Bp Petrus Rahardjo memimpin--

Prodiakon Petrus Rahardjo memimpin ibadat virtual 2 April.

Ibadat online kedua berlangsung Senin, 13 April 2020, untuk mendoakan umat yang sedang sakit. Jumlah umat yang bergabung berkurang dibandingkan yang pertama. Dari beberapa wawancara diperoleh keterangan, antara lain, ada yang belum terbiasa dan belum mengerti caranya bergabung.

Namun Ibu Widi, salah satu Lektor Gereja Bernadet, mengaku sangat senang dengan pertemuan doa virtual ini karena bisa melihat wajah teman-teman, saling menyapa, meneguhkan, dan saling mendukung.

zoom 2 aprill mendoakan umat yang sdg sakit--

Peserta ibadat virtual untuk mendoakan warga yang sakit.

“Beda rasanya jika hanya melalui WA group. Lumayan bisa mengobati rasa kangen juga. Yang penting pelayanan kasih seperti ibadat bersama masih tetap bisa berjalan,” imbuhnya.

Menjangkau Riau dan Papua

Ibadat pelayanan virtual Wilayah Monika tak hanya melayani umat Monika saja, tetapi juga keluarga di luar kota. Misalnya ibadat 40 hari berpulangnya Ibu LV Sutrisni, ibunda Bp M Erwin dari Lingkungan Monika 2, yang diadakan dengan keluarga besar di Semarang.

Tetapi ibadat virtual tetap dilakukan ketika mendoakan rekan sesama mudika salah satu umat Monika semasa di Surabaya. Pesertanya dari Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Mojokerto, Jakarta, Tangerang, dan Pekanbaru Riau.

terakhir1---

Keluarga besar alm Ibu LV Sutrisni di Semarang ikuti Ibadat.  

Hanya beberapa teman yang tetap bertahan dalam ibadat tersebut karena kendala teknis. Memang kadang terjadi kendala seperti sinyal putus-putus, suara tidak jelas, hujan, dll.

terakhir2---

Keluarga Bp M Erwin di Lingkungan Monika 2.

Kamis, 4 Juni 2020, ibadat virtual dilakukan untuk mengenang kepergian Ibu Laurensia Sulistiyo Indiana, ibunda Ibu Lusia Sri Ati W, yang saat dipanggil Tuhan posisinya di Jayapura, Papua.

Rosario dari rumah

Bagaimana dengan umat Monika yang tidak bisa bergabung di ibadat virtual via Zoom? Mereka berdoa rosario 1 – 30 April, dikomandani oleh Ibu Fransisca Mina, Ketua Wanita Katolik Ranting Monika. Peserta 10-15 orang setiap malam, mulai jam 22.00, serentak berdoa rosario dari rumah masing-masing.

Peserta Ibadat  mendoakan Alm.ibu Laurensia Sulistiyo Ibunda Ibu Lusi) di Jayapura--

Ibadat untuk Ibu Laurensia yang berpulang di Jayapura. 

Rosario bulan April tersebut tak pernah “bolong” dan dilanjutkan dengan Rosario Laudato Si’ bersamaan dengan Misa 1 Mei sekaligus Jumat Pertama secara live streaming yang dipimpin oleh Ignatius Kardinal Suharyo.

Teks: Maria Melati/ Foto-foto: Rosa, Widi, Melati

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna