Pastor Matius Pawai, CICM, dalam Misa Minggu (7/6).
Di Hari Raya Tritunggal Mahakudus Minggu 7 Juni 2020 umat Paroki Ciledug pantas bersyukur atas hadirnya Pastor Matius Pawai, CICM, sebagai Pastor Rekan yang baru.
Seperti kita ketahui bersama, sepeninggal Romo Manuel V Valencia, CICM (alm), Pastor Kepala Paroki Romo Lammarudut Sihombing, CICM, seorang diri menggembalakan umat Paroki Ciledug.
Dalam pengantar pembuka misa, Pastor Matius Pawai, CICM, menyampaikan, “Hari ini adalah Hari Raya Tritunggal Mahakudus dan merupakan kesempatan saya untuk memperkenalkan diri, boleh mengambil bagian dalam karya dan pelayanan di Paroki Ciledug ini.”

Pengambilan video perkenalan oleh awak Komsos.
“Meskipun kita tidak dapat berjumpa secara langsung tetapi kita bersyukur dengan sarana teknologi yang tersedia dengan live streaming kita dapat menyapa,” katanya.
Mengawali homilinya Pastor Matiusmengungkapkan, “Cinta itu dahsyat. Efeknya amat sangat luar biasa, apalagi kalau sedang jatuh cinta, baik yang jatuh cinta ataupun yang ketiban cinta. Kata-katanya kadang hanya sederhana tetapi diterjemahkan amat indah dan luar biasa, sehingga kehadirannya amat dirindukan, baik secara langsung atau lewat pesan di media sosial.”
Romo Matius melanjutkan, cinta Tuhan kepada manusia itu amat dahsyat dan luar biasa seperti ditampilkan dalam bacaan pertama ketika bangsa Israel dituntun keluar menuju tanah terjanji.
“Puncaknya ditunjukkan pada bacaan tadi. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga mengaruniakan Putra-Nya yang tunggal, bahkan sampai wafat di kayu salib supaya semua orang yang percaya kepadanya tidak binasa tetapi memperoleh hidup yang kekal,” kata Pastor Matius.

Hadir ketika ada kerja bakti persiapan new normal, Sabtu (6/6).
“Maka kasih Allah Tritunggal yang tanpa batas itu harus menjadi contoh dan kendali setiap orang beriman, juga untuk umat Santa Bernadet Paroki Ciledug, sehingga kita dapat mengambil sikap penuh penyerahan diri kepada Tuhan,” imbuhnya.
“Percaya akan cinta kasih Allah dalam seluruh hidup baik secara pribadi, sebagai keluarga dalam lingkungan, dalam wilayah dan paroki, kita tetap berjuang sehati dan sejiwa. Kesanggupan kami adalah pekerjaan-pekerjaan Allah seperti dalam Surat Rasul Paulus,” pungkasnya.

Mengikuti diskusi informal antisipasi new normal, Sabtu siang.
Per 1 Juni 2020
Dalam sesi perkenalan sebelum misa, Romo Matius menceritakan bahwa September 2019 ia menjalani Sabatikal di Filipina. Namun karena wabah corona kegiatan tersebut dihentikan. Sebanyak 84 orang Imam dari 33 negara terpaksa pulang ke negara masing-masing. Pastor Matius pulang ke Indonesia dan tinggal di District House CICM Slipi Jakarta.
Setelah tinggal di Jakarta Pastor Matius per 1 Juni 2020 mendapat tugas baru sebagai Pastor Rekan di Paroki Ciledug Gereja Santa Bernadet.

“Semoga kita boleh berjalan bersama, bergandengan tangan bersama Pastor Paroki dan seluruh umat, khususnya untuk segala perjuangan mimpi kita bersama sebagai satu paroki ke depan,” harapnya di akhir perkenalan.
Perkenalan Pastor Matius Pawai, CICM.
Teks: Bambang Gunadi, as/ Foto-foto: Ruli, ps/ Kolase Foto: ps/ Video: Hari Kristanto/ Komsos St Bernadet