Orang-orang muda St Bernadet senang bisa berbagi.
Seksi Kepemudaan (SieKep) St Bernadet mengadakan baksos masa pandemi Covid-19, Minggu (7/6). Sebanyak 100 paket sembako berisi beras, minyak goreng, mie instan, gula pasir, sarden, dan teh dibagikan kepada sesama yang membutuhkan.

Siap melaksanakan tugas di bawah terik matahari.
Persiapannya sekitar 2 minggu dengan dibentuk panitia kecil yang diketuai Theresia Yori dari Wilayah Maria Goretti. Namun para senior berjiwa muda, seperti Om Stevanus Pristi, Om Igantius Indra Gunawan, dan Om Rene F Da Costa, turun tangan bak “malaikat penolong” hingga hari H.

Paket buat ibu-ibu dan dan dua bocah.
Canda tawa mewarnai proses pembungkusan paket. “Lain kali tolong sediakan timbangan beras, ya. Masa’, nimbang beras pakai timbangan tepung, malah timbangan berat badan ha-ha-ha,” ujar Bonifasius Aprilianto (Boni) yang ikut bungkus paket.

Tertawamu bahagiaku...
Pada hari pelaksanaan dilakukan koordinasi. Titik kumpul ditentukan di rumah Yori, Jl Bangun Reksa, pukul 09.00. Lokasi pembagian di 3 titik, yaitu Jl Karyawan, Karang Tengah, Pasar Lembang, dan Japos.

Nenek peminta-minta mendapatkan paket.
Pada saat pembagian paket, ada yang berada di mobil untuk membawa paket dan ada pula yang naik sepeda motor untuk membagikan paket-paket itu. Sebanyak 25 orang terlibat tugas pembagian paket.

Mereka harus berjalan kaki tiap hari untuk berjualan.
Usai baksos kumpul lagi di rumah Yori untuk evaluasi, berbagi cerita, dan makan siang. Baksos lancar. Komunikasi dengan DPH perlu diperhatikan.

Paket sembako dari yang muda untuk yang tua.
“Tadi sih di Pasar Lembang banyak pedagang yang sudah tua, pemulung, jadinya lancar dan cepat habis,” ujar Via yang bantu bagi paket di sana.

Paket untuk pencari barang-barang bekas.
“Waktu mau kasih paket ke bapak-bapak pemulung, dia membuka karungnya dan suruh aku masukin paket ke karungnya. Sempet bingung, akhirnya aku masukin juga. Kesannya malah kayak buang sampah ha-ha-ha,” cerita Boni yang bagi paket di Jl Karyawan.

Memasukkan paket serasa buang sampah...
Ada juga yang dipanggil untuk diberi paket sembako malah kabur. “Yang tadinya sudah turun dari mobil jadi balik lagi,” cerita Margaretha Ika.

Menimbang beras untuk paket sembako.
Suasananya jadi seru, apalagi para senior ikut nimbrung bercanda. Om Rene mengatakan “Proficiat!” sambil angkat ibu jari. Yang sudah rela berpanas-panas membagi paket dengan motor pun diapresiasi.
“Perasaanku sejujurnya seneng banget, karena sudah lama ingin baksos, tapi baru tercapai sekarang. Seneng bisa berbagi dan melihat orang lain bahagia juga,” kata Yori, Ketua Palaksana.

Para senior berjiwa muda memotivasi dengan setia.
Seluruh rangkaian acara baksos siang itu ditutup dengan doa. ”Semoga next kita bisa baksos lagi ya, teman-teman. Terima kasih!” ujar Yori.
Teks: Gabriela Laraswati/ Foto-foto: Panitia Baksos SieKep St Bernadet