Bertobatlah, Bertobatlah, Bertobatlah..!

5 Juni 2020
  • Bagikan ke:
Bertobatlah, Bertobatlah, Bertobatlah..!

Menggali pesan penampakan Bunda Maria kepada Bernadet.


Gereja Santa Bernadet untuk pertama kalinya mengadakan dialog iman bertajuk “Menggali Pesan Bunda Maria kepada Bernadet Kecil”, Sabtu (30/5), dalam rangka Bulan Maria. Ada kuis berhadiah yang pemenangnya akan diumumkan Minggu, 7 Juni 2020.

Acara yang dikemas dalam “Bincang-bincang dari Pinang” itu disiarkan lewat youtube Gereja Santa Bernadet yang dikelola Sie Komsos paroki dengan pembawa acara Bambang Gunadi.

Ketika memberikan pengantar sekaligus membuka acara, Pastor Kepala Paroki Ciledug Romo Lammarudut Sihombing, CICM, mengatakan bahwa dengan berjumpa Santa Maria, Santa Bernadet mendapatkan karunia tersendiri dari Allah.


Romo Lamm-m-_1

Romo Lamma mengantar sekaligus membuka acara.

Karena itu, ujar Romo Lamma, di masa sulit pandemi Covid-19 ini, kesempatan untuk mendalami keistimewaan Paroki Ciledug yang mengambil pelindung Santa Bernadet juga merupakan karunia tersendiri.

Sementara itu Frater Steve Ramli, CICM, salah satu narasumber, menyampaikan dua keutamaan Bunda Maria yang menjadi panutan para misionaris Congregatio Immaculati Cordis Mariae (CICM) atau Tarekat Hati Maria Tak Bernoda, yaitu kesetiaan dan penyerahan diri secara total dalam mengikuti Kristus.

“Pendiri CICM Pastor Verbist memiliki devosi yang begitu kuat terhadap Bunda Maria,” kata Frater Steve sembari mengatakan Tarekat itu didirikan tahun 1862 di Belgia.


Fr Steve-e-_1

Frater Steve: kesetiaan dan penyerahan diri secara total.

Pengukuhan dogma Gereja Katolik

Narasumber acara utama malam itu adalah Veronica Etty Iswanti. Mengawali paparannya, Ketua Sie KKS Paroki Ciledug yang akrab disapa Bu Etty itu menyampaikan bahwa Bernadet kecil mendapatkan 18 kali penampakan Bunda Maria pada tahun 1858, yaitu 11 kali di bulan Februari, 5 kali di bulan Maret, 1 kali di bulan April, dan yang terakhir 16 Juli.

Rangkaian penampakan tersebut terjadi di Groto Massabielle di kaki Pegunungan  Pyrenees, Perancis selatan. Makna terpenting Penampakan Bunda Maria kepada Bernadet kecil adalah pernyataan Bunda Maria “Akulah Yang Dikandung Tanpa Dosa” yang mengkukuhkan satu dari empat dogma Gereja Katolik tentang Maria empat tahun sebelumnya.


Ruli-i-

Anak-anak menghadap Bunda Maria sebelum acara inti.

Bu Etty menceritakan penampakan yang berawal di suatu musim dingin. Bernadet kecil, Toinette adiknya, dan temannya Jeanne, hendak mencari kayu bakar. Keterbatasan fisiknya membuat Bernadet tertinggal di tepi sungai Gave de Pau karena tidak berani menyeberangi alirannya.

Ketika hendak melepas kaos kaki untuk masuk air, Bernadet mendengar suara gemuruh tetapi daun-daun di sekitar tidak bergerak sama sekali. Ia mengarahkan pandangannya ke semak-semak mawar liar di jalan menuju gua, dan di sana tampaklah seorang gadis muda bercahaya nan cantik.

Kagum bercampur takut, Bernadet mengambil rosario untuk berdoa tetapi ia tak mampu menggerakkan tangannya untuk membuat tanda salib. Gadis muda itulah yang lalu membimbingnya dengan rosario di tangannya sehingga Bernadet bisa menggerakkan tangan untuk berdoa.


Bu Etty-y-_1

Narasumber acara utama, Ketua Sie KKS V Etty Iswanti.

Hanya Bernadet yang melihat penampakan itu. Ia menceritakannya kepada Toinette sambil memintanya untuk dirahasiakan. Namun adiknya bercerita kepada ibunya, Ny Louise Casterot, yang kemudian marah dan melarang Bernadet datang ke sana lagi.

Tiga hari kemudian, hari Minggu, seizin ibunya, Bernadet pergi lagi ke tempat itu. Ia mampir gereja untuk ambil air suci. Ketika sampai di tempat, Bernadet mulai berdoa rosario tetapi belum habis untaian 10 Salam Maria, tampaklah gadis itu lagi. Lalu  Bernadet memercikkan air suci tersebut dan gadis itu hanya tersenyum.

“Apakah engkau diutus dari Allah? Kalau tidak pergilah dari sini,” kata Bernadet pada penampakan ke-2 itu.


Mukjizat1-

Cerita mukjizat penyembuhan pertama Catharina Latapie.

Semakin banyak orang ingin melihat penampakan Bunda Maria. Dari awalnya 3 orang, Bernadet dan kedua anak lain, lalu puluhan orang, 100, 200, 300, sampai ribuan, dan terbanyak 20 ribu-an orang. “Memang semua tidak bisa melihat, tetapi merasakan kenyamanan pada saat Maria hadir,” kata Bu Etty.

Mukjizat penyembuhan pertama dialami seorang wanita hamil 9 bulan, Catharina Latapie, pada 1 Maret 1858. Ia sembuh dari kelumpuhan tangannya setelah membasuh tangannya di sumber mata air Groto Massabielle.

Penampakan ke-16: kunci

Penampakan ke-16 merupakan kunci terpenting rangkaian penampakan Bunda Maria kepada Bernadet kecil, karena pada penampakan itulah Bernadet baru tahu siapakah gadis muda itu sesungguhnya.


dogma-a-_1

istimewa


Pada penampakan ke-16 yang terjadi 25 Maret 1858 itulah Bunda Maria menyatakan, “Akulah yang dikandung tanpa dosa.” Pengungkapan diri Bunda Maria ini mengukuhkan sebuah dogma Gereja Katolik yang sudah dimaklumkan 4 tahun sebelumnya.

Pada 8 Desember 1854 Paus Pius IX memaklumkan dogma “Santa Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa” sesudah terjadi perdebatan antara para ilmuwan, cendekiawan, dan teolog.

Sementara itu Tahta Suci mengakui secara resmi penampakan Bunda Maria kepada St Bernadet Soubirous di Lourdes baru 4 tahun sesudahnya, yaitu 18 Januari 1862.

Pesan pada penampakan lainnya

Sebenarnya pada penampakan-penampakan lain, Bernadet sudah bertanya, juga atas desakan masyarakat, “Siapakah engkau?” Tetapi Bernadet setiap kali hanya mendapat jawaban senyuman.

Dari 18 kali penampakan, 10 kali Bunda Maria hanya tersenyum; 3 kali menyampaikan pesan rahasia kepada Bernadet saja, yaitu pada penampakan ke-5, 7¸dan 9.


kru-

Tim produksi Sie Komsos harus lembur.

Dalam 5 kali penampakan lain Bunda Maria memberikan pesan yang berlaku untuk kita. Pada penampakan ke-3 Bunda Maria mengatakan, “Tidak usah kamu tulis apa yang saya pesankan, tetapi maukah kau datang 15 kali lagi ke tempat ini? Engkau akan berbahagia tetapi bukan di dunia ini, melainkan nanti dalam kehidupan abadi yang akan datang.”

Pesan lain pada penampakan ke-6 ketika Bunda Maria mengatakan, “Berdoalah bagi orang-orang berdosa” yang ditekankan lagi pada penampakan ke-8, “Bertobatlah… Bertobatlah… Bertobatlah… Berdoalah kepada Tuhan, mohon pertolongan, untuk pertobatan orang-orang yang berdosa.”

Pada penampakan ke-13, Bunda Maria meminta Bernadet kecil menemui seorang pastor agar membangun sebuah kapel di tempat penampakan dan agar umat yang nanti berkunjung di situ melakukan suatu prosesi. Artinya, bahwa sekarang Lourdes menjadi tempat peziarahan merupakan bagian dari pesan Bunda Maria kepada Santa Benadet.

Dan pada penampakan ke-16, Bunda Maria menyatakan siapa dirinya sesungguhnya sekaligus pengukuhan dogma Gereja seperti disampaikan di atas.

Memaknai pesan Bunda Maria

Bu Etty menggarisbawahi sejumlah pesan Bunda Maria. Pertama, pesan bahwa kita harus berdoa untuk orang-orang berdosa; kedua, pesan “Bertobatlah… bertobatlah… bertobatlah..” yang penting karena sampai diulang tiga kali.

cover-r_2

Santa Bernadet dan Bunda Maria. (istimewa)

“Kita orang yang berdosa. Maka permintaannya adalah mari kita bertobat, mari kita mendekatkan diri kepada Tuhan yang Mahakasih dan Maharahim agar dosa-dosa kita diampuni,” jelas Bu Etty. “Sebenarnya pesan ini sama dengan pesan Yesus pada saat masih berkumpul dengan murid-murid-Nya (Mark1: 15b): Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan pecayalah kepada Injil,” katanya.

Ketiga, pesan senyuman Bunda Maria. Tersenyum menunjukkan sikap kontemplatif. “Ketika dalam kesulitan kita bisa meneladani Bunda Maria, diam berpasrah kepada Tuhan dan mengandalkan kerahiman-Na,” ujarnya.

Bernadet kecil sudah memberi contoh. Ketika dikatakan bodoh oleh gurunya di depan umum, ia tidak marah melainkan mendekati dan memeluk gurunya sambil berkata, “Benar ibu saya bodoh, tetapi saya bisa berdoa rosario dan saya sangat mencintai Tuhan.”

“Pesan moralnya luar biasa. Ketika kita dicemooh bukan dibalas dengan kebencian atau dendam tetapi dengan kasih. Karena kita adalah Anak-anak Allah, sudah layak dan sepantasnya kita pun harus melakukan kasih,” demikian kata Bu Etty di akhir acara.

Apresiasi umat

Acara ini menuai banyak apresiasi, baik lewat live chat maupun aplikasi WhatApps, karena banyak yang merasa tercerahkan dengan uraian Bu Etty, misalnya, “Ini sejarah St Bernadet yang belum banyak diketahui.”; “Penjelasannya luar biasa jelas untuk dipahami.”; dll.

Pengarah acara diapresiasi karena cukup ketat mengontrol arah pembicaraan sehingga tidak melebar ke mana-mana. Memang ada juga yang bertanya, “Kenapa tidak dibuka dengan doa?”


kru2-2

Di balik sukses panggung ada orang di belakang layar.

Namun masih ada yang peduli pada Tim Produksi yang sampai lembur tidak tidur. “Matur nuwun sanget mas sudah kalaksanan. Jerih payahnya nglembur-nglembur-nya diberkati St Bernadet dan Bunda Maria. Amin.”

Teks: ps, Arum/ Foto-foto: Screenshot video, Ruli/Kolase foto: ps


Catatan Redaksi: Terkait cerita penampakan Bunda Maria kepada Bernadet kecil, penulisan liputan ini menggunakan sejumlah referensi sekadar untuk mengkonfirmasi data-data historis tentang nama, tempat, dan waktu.

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna