Merawat tanaman dengan mengganti medianya.
Selasa siang hingga sore kemarin beberapa anggota tim dekorasi Gereja Santa Bernadet membongkar pot-pot tanaman yang biasa dipakai untuk menghias altar di sekitar ruang PPRI.

Pot-pot dan tanaman rusak harus dirawat ulang.
Mereka membersihkan pot-pot itu dan mengganti media tanamannya agar tanaman bisa bernafas sehat sehingga bertumbuh subur.

Pot-pot dan tanaman rusak harus dirawat ulang.
Selama lebih dari dua bulan merebaknya pandemi Covid-19 tim dekorasi tetap menghias altar untuk misa-misa live streaming meskipun dengan dekorasi sederhana karena keterbatasan dan pembatasan yang tidak memungkinkan tim bekerja seperti sebelum adanya wabah.

Siap dengan mengganti media baru untuk tanaman.
Kecuali harus mematuhi protokol kesehatan cegah-tular virus, tim juga tidak bisa melibatkan banyak orang untuk menghindari adanya kerumunan.

Tim bekerja sejak siang hingga sore hari.
Karena itu pembongkaran pot-pot dan penggantian media tanaman kemarin dilakukan lebih untuk mengantisipasi situasi-situasi mendatang dengan metode atau cara kerja yang harus mengadaptasi kebiasaan baru (new normal).

Tanaman di samping gereja harus disiram dan dirawat.
Kita tahu bahwa menghias altar tidak hanya masalah keindahan dekoratif tetapi juga harus ramah lingkungan. Pengurangan pemakaian bunga potong, misalnya, pertama-tama bukan karena alasan finansial, melainkan lebih bertujuan untuk ikut merawat, memelihara, dan melestarikan Bumi sebagai rumah kita bersama.

Pekerjaan selesai sore hari, dibantu koster gereja Pak Triyono.
Membersihkan pot-pot, merawat tanaman di dalamnya, mengganti media tanam agar terjadi kesuburan untuk tumbuh, meskipun kecil, merupakan bagian dari upaya untuk merawat Bumi yang dalam Ensiklik Laudato Si’ disebut “bagaikan Saudari yang berbagi hidup dengan kita”.
Teks & Foto: Maria, ps