Doa Rosario Merah Putih dimulai malam ini.
Selama Bulan Mei 2020 di tengah pandemi virus corona yang amat menakutkan umat Katolik se-Indonesia diajak berdoa Rosario Laudato Si’ bersama-sama. Doa Rosario didaraskan seperti biasa, hanya untuk renungan di setiap peristiwanya kita diajak merenungkan ensiklik Laudato Si’ yang dikeluarkan oleh Paus Fransiskus tahun 2015.
Kegiatan yang digagas oleh Komisi Komsos Keuskupan Agung Jakarta ini melibatkan para Uskup se-Indonesia untuk memimpin Doa Rosario secara bergantian. Doa Rosario dibawakan secara live steaming oleh Hidup TV yang dapat di-relay oleh paroki-paroki lewat link youtube masing-masing.

Ignatius Kardinal Suharyo membuka Doa Rosario Laudato Si'.
Rosario Laudato Si’ diawali oleh Uskup Keuskupan Agung Jakarta Mgr Ignatius Kardinal Suharyo pada tanggal 1 Mei 2020 dan ditutup oleh Uskup Keuskupan Larantuka Mgr Fransikus Kopong Kung 31 Mei 2020.
Kegiatan yang diadakan setiap hari jam 20.00 WIB ini menarik minat banyak umat dan menjadi kebiasaan baru di tengan pandemi Covid-19 ini. Lewat percakapan group WA setengah jam sebelum Doa Rosario terlihat bertebaran ajakan “Yuk… kita terbang” menuju keuskupan yang mendapat giliran memimpin Doa Rosario.
“Teman-teman Komsos, habitus doa jam 20.00 setiap hari sudah terbentuk di kalangan umat berkat adanya ‘Doa Rosario Laudato Si’’. Sayang jika habitus yang sudah terbentuk ini kita hentikan.” Demikian tulis Romo Harry Sulistyo di group WA Komsos KAJ pada Kamis, 27 Mei 2020.

Mgr Fransiscus Kopong menutup Doa Rosario Laudato Si'.
“Mari kita lanjutkan dengan LIVE STREAMING ‘DOA ROSARIO MERAH PUTIH’ bergiliran antar-paroki selama bulan Juni 2020, dipimpin oleh salah seorang Imam dari Paroki yang mendapat giliran pada hari itu,” jelas Romo Harry, sapaan akrabnya.
Ketua Komisi Komsos KAJ itu menjelaskan lebih lanjut, Doa Rosario Merah Putih ini bertujuan untuk mengingatkan kembali umat kita agar berdoa bagi bangsa dan negara Indonesia. Selain itu juga untuk terus membangkitkan semangat nasionalisme umat Katolik.
Dalam hitungan jam, tawaran itu langsung disambut oleh Komsos-komsos Paroki KAJ yang siap melakukan live streaming dan di-relay oleh link youtube masing-masing Paroki dan Hidup TV. Tentu sebelumnya harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pastor Paroki untuk menentukan tanggalnya.
Paroki Ciledug mendapat giliran Hari Minggu 28 Juni 2020. Berikut daftar lengkapnya:
01/06: Keuskupan
02/06: Paroki Harapan Indah
03/06: Paroki Alam Sutera
04/06: Paroki Cilangkap
05/06: Paroki Cilandak
06/06: Paroki Lubang Buaya
07/06: Paroki Kalideres
08/06 Paroki Curug
09/06 Paroki Citra Raya
10/06 Paroki Kampung Sawah
11/06 Paroki Danau Sunter
12/06 Paroki Rawamangun
13/06 Paroki Bidaracina
14/06 Paroki Pulogebang
15/06 Paroki Kelapa Gading
16/06 Paroki Jatiwaringin
17/06: Paroki Ciputat
18/06: Paroki Cempaka Putih
19/06: Paroki Meruya
20/06: Paroki Kosambi Baru
21/06 Paroki Cijantung
22/06 Paroki Cilincing
23/06 P Jalan Malang
24/06 Paroki Taman Galaxi
25/06 Paroki Kramat
26/06 Paroki Sunter
27/06 Paroki Bekasi
28/06 Paroki Ciledug
29/06 Paroki Pluit
30/06 Paroki Matraman
Kegiatan ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Mgr Fransiscus Kopong Kung ketika mengakhiri Doa Rosario Laudato Si’ pada Minggu, 31 Mei 2020, dari Rumah Doa Keuskupan Larantuka.
“Dengan berakhirnya Bulan Maria pada malam hari ini bukan berarti berakhir pula devosi kita kepada Bunda Maria melaluli Doa Rosario. Kita harus selalu berdoa Rosario, baik secara pribadi maupun bersama keluarga,” pesan Mgr Kopong waktu itu.
Teks & Grafis: Bambang Gunadi/ Foto: Screenshot Youtube