Merajut atau menyulam butuh waktu dan kesabaran.
“Dulu banget waktu masih gadis suka bikin-bikin rajutan tapi untuk diri sendiri, terus berhenti karena nggak ditelateni. Nah sekarang pas harus di rumah karena PSBB malah jadi kerjaan,” kata Mbak Wening mengawali ceritanya, Sabtu kemarin.
Anggota pemazmur Santa Bernadet bernama lengkap Suzana Wening Wulandari itu mengaku, selama PSBB awalnya iseng-iseng bikin sulaman atau crochet untuk adik perempuannya.

Order crochet beanie (topi rajut) sesuai model dari internet.
“Eh… ada beberapa teman kantornya yang minta dibuatin juga. Mereka cari modelnya di internet terus aku buatin,” katanya.
Karena merajut itu makan waktu, dia tidak mau promosi dulu sebelum orderan 4 crochet beanie (topi rajut) yang sedang dikerjakan selesai. “Bikin satu topi bisa 1-2 minggu. Biar yang 4 ini kelar dulu,” ujar warga Wilayah Albertus ini.

Order crochet beanie (topi rajut) sesuai model dari internet.
Menyulam atau merenda harus telaten, tekun, dan sabar. Karena itu Mbak Wening jengkel setengah mati ketika belum lama ini ada yang merusak sulamannya. Ceritanya, karena ada tamu sulaman dia tinggal di meja teras. Tahu-tahu sulaman dan benangnya hancur dirusak oleh Badil dan Bleki.
“Kesel banget aku kalau ingat sulaman itu diudhel-udhel,” katanya tentang ulah kedua anjing piaraannya itu.
Mbak Wening selama PSBB juga bikin kue. “Tapi masih belajar,” katanya merendah. Dia bikin bolkus susan (susu santan), bolkus dansa (pandan santan), dan juga bolkus mersu (marmer tiramusu). Dia taruh namanya pada kue-kue itu, “Suzana WW”.

Arah jarum jam dari bawah: bolkus dansa, susan, dan mersu.
“Tetapi itu belum untuk dijual. Untuk hantaran-hantaranku ke tetangga-tentangga yang Lebaran,” katanya. “Yang dijual risol mayo dan risol sayur selama bulan Puasa, membantu Bu Lik-ku,” imbuhnya.
Ketika ditanya apakah memang punya hobi masak, dia jawab, “Sebetulnya enggak…ya karena keadaan harus cari uang ha-ha-ha…”

Mbak Wening juga bikin slide foto selama Rosario Laudato Si'.
Sementara itu Rosa Delima Widya Pramestiningtyas yang bekerja di sebuah bank swasta selama WFH ini tetap membawa pekerjaan kantor ke rumah. “Ada 1-2 hari selama seminggu ke kantor untuk mengambil data nasabah,” kata OMK dari Wilayah Maria yang kantornya berlokasi di kawasan Alam Sutera ini.
Tetapi di waktu luang Rosa juga memasak dan olahraga. “Selama bekerja di rumah mumet juga… Tetapi harus tetap menyesuaikan diri. Selain mengerjakan pekerjaan kantor, membantu mama dan papa menggunakan google meet,” ujar Juara 1 Kategori OMK Lomba Mazmur Bulan Kitab Suci Nasional Paroki Ciledug tahun 2018 itu.

Rosa bekerja di rumah, dibawa happy saja.
“Jadi ya dibawa happy saja. Aku berharap pandemi lekas berakhir. Kalau sedikit kemungkinan berakhir yah berharap supaya new normal bisa berjalan baik bagi pihak manapun. Yang kehilangan pekerjaan bisa segera dapat pengganti,” harapnya.
Peliput: Gabriela Laraswati, ps/ Foto-foto: Wening Wulandari, Rosa Delima Widya/ Kolase foto: ps