Berbagi Takjil di Masa Pandemi, Berharap Makin Banyak Orang Bahagia dan Bisa Tersenyum…

25 Mei 2020
  • Bagikan ke:
Berbagi Takjil di Masa Pandemi, Berharap Makin Banyak Orang Bahagia dan Bisa Tersenyum…

Takjil gratis sebagai ungkapan apresiasi dan persaudaraan.

Lebaran telah tiba dengan sejuta cerita. Salah satunya, Minggu 17 Mei, ada bagi takjil gratis di depan pintu masuk Gereja Santa Bernadet.

takjil10-10

Bagi takjil merupakan kegiatan rutin Sie HAAK St Bernadet.

Dimotori Sie HAAK Paroki, agenda ini rutin dilakukan tiap bulan Ramadhan. Biasanya kegiatan ini beriringan dengan dua kegiatan lain, yaitu Buka Puasa Bersama dan Halal Bihalal. Namun di tengah situasi pandemi ini dua kegiatan itu tidak mungkin diselenggarakan.

takjil8-8

Tak perlu waktu lama untuk membagi habis takjil.

Seperti sudah diperkirakan, pembagian takjil pasti akan berlangsung cepat. Maka benar saja, 400 paket takjil selesai dibagikan hanya dalam 20 menit saja. Kegiatan yang diselenggarakan mulai pukul 16.30 itu selesai pukul 17.05. Meskipun jumlahnya ditambah 100 paket dibanding tahun sebelumnya (300 paket)  tetap saja paket cepat ludes.

takjil6-6

Tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Komitmen untuk memberikan makanan sehat di dalam paket itu pun tetap terjaga. “Bubur kacang hijau dan arem-arem gurih yang disepakati sebagai isi paket itu adalah menu sehat tanpa gorengan yang diharapkan bisa menjadi menu berbuka yang menyehatkan,“ kata Pak Rene Dacosta dari Seksi HAAK, yang jadi koordinator kegiatan ini.

takjil7-7

Memberikan takjil untuk orang yang ada di dalam angkot.

Jalan sejak jam 14.00

“Saya keliling baru dapat bingkisan buka puasa ini,” kata Ibu Ida dengan mata berbinar ketika menerima paket. Ia bercerita, sejak jam 14.00 bersama anaknya, dari Kompleks Pinang Griya Permai ia berjalan. Biasanya mendapat beberapa bingkisan untuk sekadar makan, tapi saat di depan pintu gereja itulah baru mendapatkan paket buka puasa.

tajil1-1

Banyak komplek ditutup, makin sulit cari barang bekas.

Lain lagi yang diceritakan mas Yanto, pembawa gerobak berisi kardus. Sambil menerima paket ia berujar senang, “Syukur alhamdulillah, Bu, saya masih bisa membawa ini untuk keluarga karena sejak pandemi banyak kompleks yang ditutup. Penghasilan dari mencari barang bekas sangat tidak mencukupi.”

takjil5-5

Tanpa gorengan, paket takjil sehat dari Sie HAAK.

Bu Ida, warga Kayu Gede yang kebetulan melintas sambil menerima paket berujar, “Terima kasih kepada Gereja yang meskipun beda keyakinan masih sangat memperhatikan kami dengan kegiatan ini. Sangat baik untuk dilanjutkan.” Ia menambahkan meskipun rumahnya dekat dengan gereja, baru kali itu mengetahui bahwa gereja juga berbagi takjil di masa puasa.

Dua anak muda yang sedang—istilah mereka sendiri—ngegabut, malah berhenti dan berujar, “Kegiatan yang sangat baik ini semoga terus dilakukan dan diikuti oleh banyak orang muda.” Itu dikatakan karena melihat yang membagikan takjil kebanyakan ibu-ibu dan bapak-bapak. Anak mudanya langka.

takji13-

Pak Rene, bermasker merah putih, koordinator bagi takjil.

“Supaya kami bisa saling kenal dan berkegiatan bersama. Meskipun berbeda keyakinan tetap Bhinneka Tunggal Ika,” katanya sambil menyampaikan salam untuk semua kaum muda Gereja Bernadet.

Kegiatan tersebut dilakukan di tengah pandemi ketika semakin banyak orang terdampak kehidupan ekonominya. Sebuah kegiatan sederhana yang dilakukan dengan cinta dan harapan agar bisa membuat orang menjadi bahagia dan bisa tersenyum.

Takjil11-11_1

Agar orang bisa bahagia dan tersenyum...

Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi semua saudara kami!

Teks: Arum/ Foto-foto: Arya/Komsos

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna