Mengajar katekumen anak dan remaja dengan aplikasi Zoom.
Selama Covid-19 mewabah dan juga mempengaruhi kegiatan menggereja, maka beberapa kegiatan dalam bagian Seksi Katekese Paroki Ciledug ada yang harus ditunda atau dijadwalkan ulang.
Persiapan Komuni Pertama, karena pembelajaran untuk banyak orang, terutama anak-anak, memang membutuhkan interaksi langsung, tidak memungkinkan dijalankan.

Bu There dan Pak Simbolon mengajar secara online.
Pembabtisan dewasa periode Paskah 2020 sejak rekoleksi tahap terakhir dan gladi resik tidak dapat dijalankan mengingat mengumpulkan banyak orang dan memerlukan banyak sarana, terutama air yang dikawatirkan rentan untuk menjadi perantara penularan virus. Begitu pula terjadi pada babtisan bayi yang programnya setiap Minggu keempat setiap bulannya.
Namun ada beberapa subseksi yang menggeliat untuk bergerak dan berkreasi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi di antaranya:

Pengajaran katekuman dewasa dengan Google Hangouts.
Pertama, katekumenat dengan memanfaatkan aplikasi Zoom tetap mengadakan pertemuan pembelajaran online.
Kedua, persink ada yang menjalankan pembelajaran daring. Kelas-kelas tertentu menggunakan aplikasi Zoom. Ada juga yang memanfaatkan google meet, tergantung kreasi guru pengajar. Latihan dan penilaian dikirim melaui Whatsapp maupun googleform.

Ujian online untuk Persink.
Subseksi persink perlu melakukan semua itu karena berkaitan langsung dengan kurikulum dan program tahun ajaran sekolah, sehingga mau tidak mau harus mencoba untuk tetap bergerak.
Ketiga, Bina Iman Anak (BIA) yang berkreasi dengan memanfaatkan youtube live streaming.

Bina Iman Anak St Bernadet lewat youtube live streaming.
Semuanya itu menunjukkan bahwa kegiatan katekese di Gereja Santa Bernadet Paroki Ciledug tetap berjalan.
Saya sebagai ketua seksi sempat kamitenggengen, terkagum-kagum, atas jerih payah, kreasi, dan terobosan-terobosan baru yang dijalankan teman-teman katekis.
Saya pun sungguh bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada tim—teman-teman katekis—atas semua itu. Kreasi tim dengan segala keterbatasan dan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi mununjukkan katekese tetap bergerak dan berproses.

Persiapan Komuni Pertama seperti ini belum dimungkinkan.
Mungkin ini semua menjadi bekal pemikiran ke depan, bagaimana berjejaring sebagai salah satu metode untuk berkatekese, meskipun nilai lebih dari katekese adalah berinteraksi langsung dari muka ke muka, hati ke hati.
“Belajar dari Covid-19, belajar berjejaring untuk memberitakan KABAR BAIK, menjaga, menyelamatkan, dan melestarikan kehidupan.”
(Y Pramono, Ketua Sie Katekese Paroki Ciledug)
Foto-foto ilustrasi: dok. Komsos/Arya, Cuplikan Video BIA, Tim Katekese