Patung Bunda Maria Gereja Santa Berndet.
Ada berbagai cara mengisi waktu di rumah selama masa darurat Covid-19. Misalnya di bulan Mei sekarang ini menyanyikan lagu Nderek Dewi Maria kemudian mengunggahnya di youtube, seperti yang dilakukan Pak Andreas Nayoko, salah satu pembina vokal/ paduan suara di Paroki Ciledug yang orang sering juga memanggilnya Pak Nay.
Karena kapan berakhirnya Covid-19 belum jelas, Pak Nay berusaha mengisi waktu di rumah dengan hal-hal positif sesuai dengan apa yang selama ini ditekuninya, yaitu menyanyi. “Jadi enggak ambyar kayak lagunya Didi Kempot,” katanya dengan emoji tertawa dalam percakapan lewat medsos Rabu kemarin.
Kegiatan itu juga mengingatkan Pak Nay pada pekerjaan lamanya dulu sebagai Music Director dan Music Arranger di Indosiar Visual Mandiri.

Tahun lalu, ketika mendekor Gua Maria dimungkinkan.
Ketika youtube Pak Nay diunggah dalam salah satu grup WA koor Rabu kemarin, musik iringan lagu Nderek Dewi Maria tersebut mencuri perhatian salah seorang anggotanya yang langsung menanyakan siapa yang membuat iringan itu.
Menurut Pak Nay, iringan lagu tersebut adalah musik etnik Betawi dan sudah ada software untuk membuat iringan seperti itu.

Lagu Nderek Dewi Maria dalam aransemen TTBB.
“Pengen sih bikin iringan lagu-lagu dari Puji Syukur dengan model iringan seperti lagu Nderek Dewi Maria itu, tapi bukan untuk di dalam gereja,” katanya. Maksudnya, walaupun enak di telinga, model iringan seperti itu tidak untuk nyanyian liturgis dalam Perayaan Ekaristi.
Nderek Dewi Maria adalah lagu bahasa Jawa, tapi yang dipakai untuk melodinya bukan nada pentatonik (5 nada dasar) dan diaransemen dengan komposisi vokal TTBB (Tenor-Bas) yang dalam koor virtual itu semua vokal diisinya sendiri.

Pembukaan Bulan Maria di Gereja Bernadet tahun 2019.
Nderek Dewi Maria adalah lagu lama yang sudah menjadi klasik. Sering penciptanya ditulis NN (No Name). Situs https://lib.atmajaya.ac.id, mengutip majalah Hidup, No 42 Oktober 2012, menyatakan bahwa Ari A. Riyanto, kakak penyanyi Lisa A. Riyanto, menyebut Romo Ambrosius S. Adikardjono Pr sebagai penciptanya.
Kembali ke youtube, Pak Nay juga mengunggah lagu lama lainnya, Aku Rindu Akan Tuhan (Puji Syukur 423) dan Sewaka Bakti (Madah Bakti 165) di akun youtube-nya.
Ditanya mengapa menyanyikan lagu-lagu lama, dia jawab, “Lebih enak di rasa.” Lagu-lagu itu sederhana tetapi terasa lebih ngresep (meresap di hati). Ia setuju ketika dikatakan bahwa karena lagunya sederhana, orang menjadi tidak merasa rendah diri atau minder untuk ikut menyanyikannya.
Nderek Dewi Maria dengan iringan etnik Betawi.
Teks: ps/ Foto-foto ilustrasi: Jassen Novaris, Wilayah Isidorus, Cuplikan Video/ Video: Andreas Nayoko