Misa 1 Mei 2020 dengan konselebrans utama Uskup KAJ.
Jumat 1 Mei 2020 masih sama seperti hari-hari sebelumnya di tengah pendemi Covid-19 yang mengancam kehidupan. Kita semua masih sama, tetap di rumah, bekerja di rumah, belajar di rumah, dan beribadah di rumah.
Lalu apa yang istimewa di hari Jumat 1 Mei 2020 ini? Toh wabah virus corona juga belum ada tanda-tanda berakhir. Bagi kita umat Katolik, ada 3 peristiwa yang kita peringati dalam satu hari ini, sehingga Jumat 1 Mei 2020 ini menjadi istimewa.
Pertama, setiap tanggal 1 Mei Gereja mengadakan perayaan pembukaan bulan Maria, dimana bulan Mei didedikasikan untuk berdevosi kepada Bunda Maria.

Patung Bunda Maria diarak memasuki Gereja Kathedral.
Yang kedua, tanggal 1 Mei 2020 jatuh pada hari Jumat sehingga disebut Jumat pertama. Sesuai tradisi Gereja Katolik, setiap Jumat pertama didedikasikan untuk penghormatan kepada Hati Kudus Yesus dalam bentuk adorasi kepada Sakramen Maha Kudus.
Ketiga, 1 Mei dalam kalender liturgi merupakan Pesta Santo Yusuf Pekerja yang diangkat sebagai pelindung para pekerja dan oleh dunia disebut hari pekerja internasional.
Di tengah pandemi Covid-19 dengan berbagai pembatasan sosial tentulah tidak banyak kegiatan yang bisa kita lakukan. Terlebih saat ini di Kota Tangerang dan kota-kota sekitar sedang diterapkan Pembatasan Sosial Bersekala Besar yang dikenal dengan istilah PSBB.

Maria Bunda Segala Suku simbol Cinta Tanah Air.
Pada hari Selasa 27 April 2020 datang tawaran dari Romo Harry Sulistyo Ketua Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Jakarta. Seksi Komsos Paroki diajak untuk menyiarkan bersama-sama momen yang amat bagus ini, yakni Pembukaan Bulan Maria, Jumat Pertama, dan Hari Pekerja dari Gereja Kathedral Jakarta yang dipimpin oleh Mgr Ignatius Kardinal Suharyo Uskup Keuskupan Agung Jakarta.
Tawaran ini muncul karena selama ini setiap paroki sudah terbiasa dengan melakukan live streaming misa dari gereja masing-masing untuk membantu umat beribadah di rumah. Untuk kali ini Seksi Komsos Paroki diajak untuk melakukan relay dari Hiduptv yang menyiarkan perayaan ini dari Gereja Kathedral Jakarta.
Diskusipun berlanjut ke urusan teknis. Dibantu Mas Raka dari Komsos KAJ dijelaskan sistem apa yang harus diinstal dan digunakan. Bahkan untuk yang mengalami kesulitan disediakan tutorial secara online.

Siaran percobaan hari Kamis petang (30/4).
Dalam diskusi tersebut terungkap sudah ada beberapa paroki yang menyatakan siap melakukan relay, termasuk Paroki Ciledug yang digawangi Jassen Novaris dari Sie Komsos.
Berkat sistem RTMP--Real Time Messaging Protocol, yakni sebuah protokol yang menyediakan transmisi video, audio, dan data lainnya. Dengan sistem ini dapat ikut menyiarkan video dan audio dengan lancar dan berkinerja tinggi di internet. Beruntung sebagian besar platform streaming langsung dapat mendukung streaming RTMP ini.
Pada hari Kamis 30 April 2020 pukul 18.00 bersamaan dengan Misa di Gereja Kathedral Jakarta dilakukan siaran percobaan. Ada beberapa catatan dan saran agar besoknya siaran berjalan lancar. Puji Tuhan beberapa paroki yang ikut kegiatan ini optimistik besok dapat melakukan relay secara baik.

Di Paroki Ciledug link disebar beberapa hari sebelumnya.
Paroki Ciledug Gereja Santa Bernadet menggunakan link: bit.ly/bernadet1mei untuk me-relay perayaan dari Gereja Kathedral Jakarta. Link ini telah disebarkan sejak beberapa hari sebelumnya melalui berbagai media sosial, termasuk group-group WA. Informasi ini terbukti efektif saat perayaan berlangsung. Tercatat ada ribuan view yang mengikuti perayaan ini lewat link Paroki Ciledug.
Tepat pukul 08.30 perayaan dimulai, diawali dengan perarakan patung Bunda Maria Bunda Segala Suku. Tampak Romo Hani Rudy Hartoko, SJ, Pastor Paroki Kathedral Jakarta mengarak Patung Bunda Maria memasuki Gereja diiringi beberapa Romo yang turut serta dalam perayaan pagi itu.
Misa pagi itu dipersembahkan oleh Mgr Ignatius Kardinal Suharyo sebagai selebran utama, didampingi Romo Adi Prasojo Pr Sekertaris Keuskupan Agung Jakarta dan Romo Samuel Pangestu Vikaris Jendral Keuskupan Agung Jakarta, dan beberapa Romo. Misa didahului dengan doa rosario yang dipimpin oleh Romo Andang L. Binawan SJ.

Altar umat St Bernadet yang mengikuti misa di rumah.
Sesaat setelah Misa berakir sekitar pukul 10.00 beberapa paroki yang ikut menyelenggarakan relay dari Gereja Kathedral melaporkan statistik pengunjung link yang dikelola.
Rata rata link masing-masing paroki diakses lebih dari seribu pengguna. Sebuah hal yang menggembirakan, di tengah pandemi dan aneka pembatasan ada kesempatan untuk menggunakan dan mempelajari aneka teknologi komunikasi yang baru. Wabah membawa berkah. Namun kita tetap berharap dan memohon wabah ini segera berakir. Semoga!

Misa Pembukaan Bulan Maria, Jumper, Hari Pekerja di rumah.
Teks: Bambang Gunadi/ Foto-foto: Cuplikan Video, WhatsApp