Pak Y Sunaryo menyiapkan pemberian paket sembako.
Warga RW 07 Metro Permata I Kelurahan Pondok Pucung, Karang Tengah, Kota Tangerang, mengadakan bakti sosial masa darurat Covid-19 untuk warga sekitar perumahan, Rabu (22/4) dan Kamis (23/4), dengan membagikan paket sembako masing-masing berisi 5 Kg beras, 5 bungkus mie instan, dan 1 Liter minyak goreng.

Satpam RW 07 yang semuanya merupakan warga sekitar.
Untuk hari pertama, sebanyak 42 paket sembako dibagikan kepada anggota Satpam, petugas kebersihan, dan pengangkut sampah RW 07 Metro Permata I, sedang untuk hari kedua sebanyak 150 paket sembako dibagikan kepada warga sekitar RW 07 (bukan warga perumahan), yaitu RW 05.
Baksos yang melibatkan Binamas dan Babinsa setempat tersebut dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan Karang Tengah yang juga Plt Lurah Pondok Pocung, Edi Mahyudi.

Penyerahan bantuan secara simbolis kepada Sekcam.
“Saya berkoordinasi dan ikut pertemuan dengan pengurus RT RW yang warganya jadi sasaran baksos,” kata Ketua RW 07 sekaligus Ketua Satgas Covid 19 RW 07, Pak Yulianus Sunaryo, yang akrab disapa Pak Naryo, ketika dihubungi lewat WA, Kamis (23/4).
RW 07 terdiri dari 7 RT dengan 700 KK dan untuk pengelolaan keamanan dan kebersihan masih ditambah 1 RT dari RW lain yang bergabung.

Masuk perumahan harus diperiksa suhu tubuhnya.
Mata pencaharian penerima paket bantuan antara lain pengojek, buruh serabutan, asisten rumah tangga (ART) yang tinggal bersama keluarganya di kontrakan, dan bahkan ada yang tidak bekerja. Kehidupan ekonomi mereka sangat terimbas oleh adanya pandemi Covid-19. ”Ada yang menghentikan ART selama wabah,” imbuh Pak Naryo.
Pak Naryo menjelaskan, sumbangan dana untuk baksos itu tidak hanya datang dari umat Katolik saja tetapi seluruh warga RW 07. Warga diberitahu bahwa dibuka "Posko Peduli Covid 19 RW 07" dan dana partisipasi bisa ditransfer ke nomor rekening bank tertentu.

Satpam memeriksa suhu dengan thermo gun.
“Ini kegiatan kemasyarakatan yang menurut saya sejalan dengan imbauan pimpinan Gereja Katolik agar melakukan gerakan yang inklusif,” kata Pak Naryo yang juga Ketua Seksi Liturgi Paroki Ciledug Gereja Santa Bernadet itu.
Disebutkan, ada dua warga Wilayah Anna yang terlibat langsung dalam baksos tersebut, yaitu Pak Yulianto, Wakil Ketua RW 07, dan Pak Hartono, Ketua RT 05. “Menurut penafsiran saya ini pelayanan masyarakat duc in altum yang berarti masuk lebih dalam. Tantangannya cukup menarik dan ini bukan pencitraan (orang Katolik),” imbuhnya.

Penyemprotan disinfektan di RW 07 Metro Permata I.
Dalam pemberitahuan tertulis kepada warga RW 07, baksos tersebut hanya merupakan salah satu poin yang disebut dan harus dilakukan.
Poin-poin lain merupakan langkah-langkah yang terkait langsung dengan upaya pemutusan mata rantai penularan virus corona itu sendiri, seperti misalnya penutupan akses jalan ke luar perkampungan.

Baksos melibatkan Binamas dan Babinsa setempat.
Kecuali itu, dari dana yang terkumpul juga dibuat bilik sterilisasi/ bilik desinfektan di gerbang perumahan, pembelian 4 buah alat semprot, 2 buah thermo gun, hand sanitizer, masker, disinfektan, upah tenaga semprot disinfektan, sabun dan sarung tangan untuk Satpam, serta pemberian extra food dan vitamin untuk Satpam, petugas kebersihan, dan pengangkut sampah.
Ditanya apakah baksos akan dilakukan lagi, menurut Pak Naryo, melihat situasi dan kondisi. “Kalau pandemi masih lama sangat mungkin baksos lagi,” katanya.
Teks: ps/ Foto-foto: Tim Baksos RW 07 Metro Permata I