Pertumbuhan Iman Adalah Proses yang Membutuhkan Bimbingan Tuhan

22 April 2020
  • Bagikan ke:
Pertumbuhan Iman Adalah Proses yang Membutuhkan Bimbingan Tuhan

Kepala Paroki Ciledug Pastor Lammarudut Sihombing, CICM.

Mengawali homili Minggu Paskah II yang juga Minggu Kerahiman Ilahi, Romo Lammarudut Sihombing, CICM, mengharapkan umat Paroki Ciledug tetap dalam keadaan sehat. Ia juga mengingatkan bahwa di Kota Tangerang sedang diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang harus dipatuhi. Namun kita tetap bisa melakukan perayaan-perayaan iman kita seperti mengikuti misa live streaming di rumah.

Renungan dalam homili Romo Lamma Minggu 19 April itu mengajak kita untuk belajar dari pengalaman Thomas seperti dikisahkan dalam Yoh 20:19-31 tentang bagaimana proses pertumbuhan menjadi orang beriman. Thomas mengatakan kepada murid lain bahwa ia tidak akan percaya kebangkitan Yesus sebelum melihat bekas paku pada tangan-Nya dan mencucukkan jarinya ke dalam lambung-Nya. (Yoh 20:25)

baw-w_1

Misa Minggu Paskah II yang diikuti di rumah sebuah keluarga.

Romo Lamma memberi tekanan pada kata “melihat” karena dalam Injil Yohanes kata itu mempunyai makna khusus, yaitu ada hubungan dengan kata “percaya”. Respons Thomas itu  secara manusiawi wajar, dalam arti tidak mudah mempercayai hal-hal yang di luar nalar karena biasanya manusia mengandalkan akal budi dan inderanya untuk mempercayai sesuatu.

Umumnya orang percaya akan suatu kabar atau berita karena tiga alasan. Pertama berita itu sesuai dengan fakta; kedua, berita itu terbukti sebagai kebenaran, dan ketiga, berita itu masuk akal.  “Alasan-alasan itu penting supaya kita tidak terjebak pada hasutan orang atau informasi sesat,” kata Romo Lamma.   

Namun akal budi kita, indera kita, hal-hal yang lahiriah memiliki keterbatasan dan mengandalkan semuanya itu saja sering kali akan menghalangi pertumbuhan iman kita. Pengalaman Thomas dari tidak percaya sampai pengakuan iman, “Ya Tuhanku dan Allahku” merupakan proses pengalaman pribadinya yang bisa kita jadikan sebagai guru yang baik bagi kehidupan iman kita.

Yesus berkata kepada Thomas, “Karena engkau telah melihat Aku maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh 20:29). Kata-kata Yesus ini meneguhkan iman kita yang percaya kepada-Nya meskipun tidak melihat Yesus langsung sebagaimana para murid.

margono-o

Unggahan foto Misa Paskah II di WAG Simeon-Hanna.

Belajar dari keterbukaan batin Thomas, kita diantar kepada Kerahiman Tuhan, dengan membuka diri untuk hal-hal yang rohani, spiritual, tidak hanya berhenti pada hal-hal yang sesuai dengan nalar dan lahiriah saja.

Di tengah segala kerbatasan dan kesulitan-kesulitan kita sebagai manusia, kita percaya bahwa Tuhan akan menyempurnakan kita, mengatasi keterbatasan kita dengan kerahiman-Nya, sehingga kita diperkenankan untuk mengalami sukacita-Nya, sukacita kebangkitan Tuhan yang mengantarkan kita kepada kehidupan sejati.

Segera sesudah selesai Misa Paskah II tersebut, terpantau unggahan di sejumlah WAG ucapan terima kasih umat kepada Romo Lamma, Sie Liturgi, dan Komsos atas terselenggaranya misa live streaming hari itu.  

Teks: ps/ Foto-foto: Komsos, WAG

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna