Tak Ada Telor Paskah pada Hari Raya Paskah Tahun Ini

18 April 2020
  • Bagikan ke:
Tak Ada Telor Paskah pada Hari Raya Paskah Tahun Ini

Romo Lamma memimpin Misa Minggu Paskah, 12 April 2020.

“Ma kok nggak ada telor paskahnya?”  Itulah pertanya Cicel, gadis mungil yang duduk di kelas satu SD, Minggu 12 April 2020, seusai Misa Live Streaming Minggu Paskah yang diteruskan ke Tim Komsos.

Cicel yang nama lengkapnya Anselma Sesilian Ambimanyu, menambahkan lagi, “Coba ada lomba kan seru, jadi bisa ketemu banyak temen. Kalau gini kan sepi jadi bosen.”

sabtu suci3-arya

Malam Paskah: Kristus Cahaya Dunia, Syukur kepada Allah.

Pertanyaan sederhana dari anak-anak tentu butuh penjelasan bijak yang tidak sederhana agar mudah dimengerti dan dipahami.

Ternyata dampak dari wabah virus corona sudah menggoreskan berbagai kesan,  termasuk Hari Raya Paskah yang baru saja kita rayakan.

Arisugiya-a

Mengikuti Misa Malam Paskah di rumah.

Semua berubah

Ketua Panitia Pak Ivan Gunawan mengungkapkan, tidak pernah membayangkan hal seperti ini. Panitia ini sudah dibentuk sekitar setahun yang lalu dan masing-masing seksi sudah merancang aneka kegiatan sesuai tanggung jawabnya. Semua berubah karena wabah corona selama Pekan Suci. Misa diselenggarakan secara live streaming tanpa kehadiran umat.

Misa Malam Paskah di Gereja Santa Bernadet diselenggarakan Sabtu, 11 April 2020, pukul 18.00. Misa dipersembahkan oleh Romo Lammarudut HPH Sihombing, CICM, dan disiarkan secara live streaming lewat  link bit.ly/bernadetsabtusuci20.

hariono-o

Lilin dinyalakan sendiri di rumah. 

Misa diawali dengan upacara cahaya yang menjadi simbol Kristus Cahaya Dunia. Yang membedakan tidak ada lilin umat yang ikut dinyalakan karena gereja benar-benar sepi dan kosong. Umat yang mengikuti misa dari rumah diajak untuk ikut memegang dan menyalakan lilin masing-masing.

Yang juga membedakan Misa Malam Paskah tahun 2020 ini adalah tidak adanya  baptisan dewasa. “Sakramen Baptis bagi para katekumen yang sudah dipersiapkan kurang lebih satu tahun ini akan dilakukan ketika suasananya sudah memungkinkan,” demikian penjelasan Dewan Paroki Harian dalam petunjuk praktis pelaksanaan Misa Malam Paskah di tengah wabah virus corona.

LegiusSabtu-u

Mengikuti homili Malam Paskah di rumah.

Harapan baru

Mengawali homilinya Romo Lamma mengutip perkataan malaikat kepada para wanita yang mengunjungi kubur Yesus, “Jangan takut!” karena saat itu para wanita itu menjumpai kubur Yesus yang sudah kosong. Kata-kata ini relevan dengan apa yang kita alami saat ini, di tengah wabah virus corona yang melanda dunia dan kita semua.

Romo Lamma mengatakan, peristiwa kubur kosong mengajak dan mengantarkan kita untuk mengosongkan diri agar siap dibentuk oleh kuasa Tuhan. Apalagi pada tahun ini,  sejak pertengahan masa prapaskah sampai dengan Pekan Suci, karena wabah virus corona, kita diminta tetap tinggal di rumah.

lilin tanpa umat-t

Api lilin Paskah tidak bisa dibagikan kepada umat.

“Rumah-rumah ibadah kosong, termasuk gereja kita, kosong dan sepi. Perayaan hari raya yang biasanya megah dan meriah kini dirayakan dengan cara yang amat sederhana,” kata Romo Lamma.

Dalam kondisi dan situasi yang tak terduga-duga dan tak pernah dialami sebelumnya itu Romo Lamma mengajak agar sebagai orang beriman kita menjadikan suasana sepi ini untuk mengosongkan diri dan merefleksikan kembali perjalanan hidup kita.

PemberkataLilinPaskah-h

Pemberkatan lilin-lilin GOTA di Malam Paskah.

“Agar Tuhan berkenan juga membangkitkan hidup kita dengan menganugerahkan kehendak yang baru, pikiran yang baru, dan harapan yang baru. Semoga Tuhan menolong kita agar mampu mewudkannya dalam hidup kita ke depan,” katanya.

Belajar cek kebenaran

Dalam homili Misa Minggu Paskah, 12 April 2020, mulai jam 09.00, Romo Lamma menegaskan makna Paskah sebagai kabar sukacita tentang kehidupan, karena Yesus yang sudah wafat sungguh telah bangkit.

GM Budisuryanto-o

Telor-telor paskah berhenti sebagai ornamen altar di rumah.

Kabar tentang kebangkitan Yesus yang disampaikan oleh para wanita kepada para rasul tidak langsung dipercaya. Karena itu para rasulpun berangkat untuk mengecek kebenarannya ke kubur Yesus dan didapati batu penutup telah terguling dan kain kafan terlipat rapi.

Romo Lamma mengajak untuk belajar dari peristiwa itu yang sangat relevan dalam aktivitas bermedia sosial kita. Para rasul terlebih dahulu mengecek kebenarannnya dan tidak langsung percaya.

RmLamm-12Apr

Paskah adalah kabar sukacita tentang kehidupan.

“Seyogyanya kitapun tidak langsung percaya dengan berita atau informasi yang kita terima. Kita perlu mengecek kebenarannya, apa lagi kalau mau membagi kepada orang lain,” pesan Romo Lamma.

Tanpa terasa kita sudah akan memasuki Minggu Paskah ke-2 dan suasananya belum berubah. Bahkan ketentuan baru sudah dikeluarkan oleh sejumlah pemerintah daerah, termasuk Pemkot Tangerang, berupa Pembatasan Sosial Bersekala Besar atau PSBB.

jagajarakPaskah-h

PSBB berlaku, tim live streaming tak bisa lagi sebanyak ini.

Maka kita diharapkan tetap di rumah, jaga kesehatan, jaga kebersihan, ibadah di rumah untuk mengikuti Misa Live Streaming dari Gereja Santa Bernadet Paroki Ciledug lewat link bit.ly/sanbernalive.

Teks: Bambang Gunadi/ Foto-foto: Carolus WA, Walter Arya, WhatsApp

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna