Tim siap memberikan bantuan kepada keluarga prasejahtera.
Situasi sulit Pandemik Covid 19 menghantui kita semua. Terlebih lagi bagi warga Gereja yang memang selama ini berada dalam situasi kesehatan dan ekonomi yang sudah sulit.
Hal tersebut ditanggapi cepat oleh Keuskupan Agung Jakarta melalui aksi nyata beberapa seksi terkait yang ada di paroki, yaitu Seksi PSE dan Seksi Kesehatan.

Meneliti siapa-siapa saja yang akan menerima bantuan.
Berawal dari surat edaran KAJ tertanggal 19 Maret 2020 mengenai Permintaan Keuskupan kepada semua paroki untuk membentuk Tim Pelayanan Aksi Bantuan Umat Pra Sejahtera (TAB) seluruh gerak ini dimulai. Surat tersebut menyampaikan kebijakan KAJ tentang aksi bantuan untuk umat Pra Sejahtera dalam bidang kesehatan dan ekonomi dalam masa tanggap darurat Pandemi Covid 19, antara lain:

SK Ketua Umum/Pastor Kepala Paroki Ciledug.
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Paroki di atas,Tim Aksi Bantuan (TAB) Paroki Ciledug yang beranggotakan 4 orang anggota DPH, 2 orang tim Seksi Kesehatan, 2 orang tim Seksi PSE, dibantu oleh seluruh Ketua Seksi Sosial Lingkungan, segera bergerak.

Bantuan juga diberikan kepada karyawan Gereja St Bernadet.
Selaku ketua tim, Bu Cicil (PSE) mengatur segala sesuatu yang bersifat operasional dan teknis. Melalui kerjasama dengan semua Kaling dan Seksi Sosial Lingkungan, pemberian bantuan berupa sembako ke warga KLMTD (kecil, lemah, miskin, tersingkir, difabel) dan prasejahtera diatur.

Warung terdekat penyedia barang yang ditunjuk.
Karena data dupras (data umat prasejahtera) ada di data base Seksi PSE, maka jelas siapa-siapa saja yang berhak menerimanya.
Supaya tidak terkesan Gereja menimbun sembako, rencana awal untuk memberikan voucher Indomaret atau Alfamart, sesudah diskusi intens sambil menyesuaikan diri dengan panduan KAJ, akhirnya diubah dengan koordinasi sebagai berikut:

Para penerima bantuan sesuai Dupras.
Kupon yang diterima oleh setiap KK lalu dibawa ke warung yang sudah ditunjuk untuk pengambilan barang, kemudian kupon dikembalikan kepada pengurus.

Bantuan beras, telor, sabun, sabun, dan minyak.
Melakukan semuanya itu tidak semudah melaksanakannya dalam situasi normal ketika koordinasi dan tatap muka bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Sebaliknya, dalam kondisi sekarang social distancing harus ditaati, semua koordinasi dilakukan melalui WA. Adanya beberapa lingkungan yang belum memberikan data dupras sampai kecepatan respons setiap Kaling juga mempengaruhi kegiatan ini secara keseluruhan.

Penerima bantuan.
Namun atas kesabaran dan pengertian semua pihak dan mengacu kebijakan KAJ agar hal ini dilakukan secara cepat, akhirnya semua selesai.
Sekitar 338 KK dengan jumlah anggota 676 orang menerima bantuan sembako. Kepada pegawai Gereja pun diberikan paket sembako, yaitu untuk petugas Security 10, pegawai kebersihan 6, dan parkir luar 3.

Penerima bantuan dengan paketnya.

Penerima bantuan.

Penerima bantuan dengan paketnya.
Para penerima bantuan umumnya mengucapkan terima kasih kepada Romo, tim dan Gereja untuk semua bantuan yang sudah diterima. “Alhamdulillah.... terima kasih banyak,” ucap karyawan, terutama yang ibu-ibu, bak menemukan oase di tengah pandemi Covid-19.
Sementara itu Gereja Bernadet juga memberikan bantuan sembako untuk warga RW 04 yang terdiri dari 8 RT. Secara simbolis Romo Lamma menyerahkan bantuan itu kepada Ketua RW 04 Bp Mardan, Kamis (9/4), di Aula Tarakanita Pinang.

Romo Lamma menyerahkan bantuan secara simbolis.

Romo Lamma dan perwakilan warga RW 04.
Teks: Cicilia Fatmawati, Arum, Bambang Gunadi/ Foto-foto: TAB Paroki Ciledug