Pengurus RW belakang Metro membantu bagi sembako.
Karena kondisi ekonomi sedang memprihatinkan akibat pandemi Covid-19, Paguyuban Insan Metro Permata bergotong royong melakukan bakti sosial dengan membagi-bagikan sembako dengan sistem kupon kepada warga kurang mampu yang tinggal di belakang Metro Permata.

Ukur suhu dengan thermo gun sebelum ambil sembako.
Baksos tersebut diadakan di Balai Pertemuan Metro Permata bertepatan dengan Hari Raya Paskah, Minggu (12/4), dikawal oleh 3 anggota Babinsa dan 1 anggota Binamas. Pengurus RW dan RT warga penerima sembako juga diminta hadir.

Sesepuh RW 1 ikut membagikan paket sembako.
Menurut Ketua Paguyuban Metro Permata Bp Vincentius Wijaya, gagasan baksos umat Katolik Wilayah Yoseph dan Anna itu dadakan. “Seperti halnya dilakukan pada saat ada banjir dengan langsung membuka dapur umum dan men-support paroki,” katanya melalui aplikasi WhatsApp, Minggu (12/4).

Salah satu warga menerima paket sembako.
“Hari Senin dilontarkan ke WAG Paguyuban Metro usulan pembagian sembako, dan langsung mendapat respons positif. Kemudian teman-teman bergerak untuk mengumpulkan dana. Jumat dan Sabtu pembagian kupon,” jelas Pak Wijaya.

Baksos melibatkan 3 Babinsa dan 1 Binamas.
Untuk pembagian paket sembako tersebut, lebih dulu dilakukan pembagian 200 buah kupon melalui pengurus 4 RT (setiap RT mendapat 50 kupon) di RW 1 Kelurahan Karang Mulya, Kecamatan Karang Tengah, bagi warganya yang membutuhkan.
Dijelaskan Pak Wijaya, pembagian sembako dibagi 4 tahap. Di kuponnya sudah diberi jam pengambilan agar warga tidak sampai antre. Kupon no. 1 - 50 jam 08.00-09.00; kupon no. 51 - 100 jam 09.00-10.00 dst. Pembagian dilakukan jam 08.00-12.00.

Pengurus paguyuban mengemas sembako untuk dibagikan.
“Puji Tuhan, pengambilan sembako akhirnya berjalan dengan tertib, rapi, dan lancar,” kata anggota Paguyuban Metro Permata lainnya, Bp Selamat Sunarjo yang mengirim beberapa foto kegiatan baksos itu.

Persiapan pelaksanaan pemberian sembako.
Paket 200 sembako tersebut berisi beras 5 Kg, mie instan 10 bungkus, dan minyak goreng 1 Liter. Untuk tetap memperhatikan keselamatan dengan menjaga jarak, semua petugas memakai masker dan sarung tangan.

Periksa suhu dan cuci tangan sebelum ambil sembako.
“Juga disiapkan thermo gun dan hand sanitizer. Jadi sebelum ambil sembako, penerimanya dicek suhu badannya dan harus cuci tangan lebih dulu,” kata Pak Wijaya.

Pengurus paguyuban menunggu pembawa kupon.
“Sembako yang ada kami distribusikan bagi warga/penduduk di luar kompleks, belakang Balai Metro, karena di situ banyak ibu-ibu yang bekerja sebagai ART yang terpaksa diberhentikan sementara karena rawan Covid saat ini,” kata anggota paguyuban lain, Pak Yulianto.

Petugas Babinsa juga diukur suhunya.
Paguyuban tetap mengantisipasi berkepanjangannya wabah Covid-19. “Penggalangan dana dari para donatur tetap berjalan. Nanti dicari waktu yang tepat untuk mengadakan baksos lagi. Mungkin baksos ini akan menjadi rutin selama menghadapi pandemi Covid-19. Saat ini masih ada kelebihan dana yang akan dipakai untuk tahap baksos berikutnya,” ujar Pak Wijaya.

Anggota Binamas ikut membagikan sembako.
Pak Wijaya menambahkan, Pastor Kepala Paroki Ciledug Romo Lammarudut Sihombing, CICM, mengetahui dan mendukung baksos ini. “Beliau mengikuti semua perkembangan dari usulan sampai realisasinya karena ada di grup WAG Paguyuban Metro juga,” katanya.
Teks: ps/ Foto-foto: Panitia Baksos Paguyuban Metro