Sie HAAK dan Keamanan Berbagi Makan Siang kepada Pengemudi Ojek Online

10 April 2020
  • Bagikan ke:
Sie HAAK dan Keamanan Berbagi Makan Siang kepada Pengemudi Ojek Online

Belarasa untuk mereka yang rezekinya terdampak corona.

Sudah hampir satu bulan kita sebagai bangsa Indonesia dihantui wabah Covid-19 sebagai akibat dari virus corona. Bagi kita yang tinggal di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi dampak dari wabah ini kian terasa karena daerah ini paling banyak yang terkena virus ini.

Ojol5-5_1

Selama ini kita sangat sering terbantu dengan jasa mereka.

Berbagai upaya sudah dilakukan oleh pemerintah untuk menangani korban dari virus ini dan juga menghambat dan menghentikan penyebarannya. Mulai dari pembatasan sosial, belajar dari rumah, bekerja dari rumah. dan bahkan beribadah dari rumah. Dan terakhir sudah meningkat menjadi pembatasan sosilal bersekala besar.

ojol3-3

Di masa wabah ini dia tetap harus menghidupi keluarganya.

Berkurangnya berbagai aktivitas di luar rumah rupanya berpengaruh langsung pada penghasilan para pengemudi ojek online dan para pekerja harian.

ojol7-7

Dalam membantu sesama mengamankan diri tak boleh lupa.

Berangkat dari kondisi inilah Sie HAAK dan Keamanan Gereja St Bernadet pada hari Kamis 9 April 2020 membagi paket makan siang. “Paket makan siang tersebut untuk para pengemudi ojek online, pengemudi taksi, dan pengemudi angkot yang melintas di depan Gereja,” jelas Pak Agus Suprayitno, koordinator keamanan Gereja St Bernadet yang mengkoordinir kegiatan siang itu.

ojol2-2_1

Menjadikan gerakan belarasa sebagai wujud nyata APP.

Pak Agus, sapaan akrabnya, berharap semoga paket makan siang ini sedikit membantu saudara-saudara kita ini yang merasakan dampak lain dari wabah virus corona ini. “Hari ini kami baru dapat menyiapkan 150 paket makan siang. Semoga ke depan kami dapat menyiapkan lebih banyak,” harapnya.

gantinya-ok

Kesempatan partisipasi Wilayah/ Lingkungan masih dibuka.

Bapak Yohrizal, seorang pengemudi ojek online yang ikut mendapatkan paket makan siang mengungkapkan, “Dari jam 08.00 sampai jam 12.00 ini belum mendapatkan penumpang. Ini sangat sulit, Pak. Biasanya sudah dapat penumpang 5-6 orang,” katanya.

“Sebetulnya saya juga takut dengan penyakit ini, pinginnya juga di rumah. Tetapi kalau saya di rumah ya anak dan istri saya nggak bisa makan. “Ini pun sudah keluar untuk bekerja belum dapet apa-apa. Ya terima kasih sekali ini dibagi makan siang,”  tambahnya.

ojo1-1

Driver taksi, ojek online dipersilakan ambil makan siang.

Hal serupa dialami Bapak Nardi yang mengaku keluar sejak jam 06.00 sampai jam 12.00 baru dapet satu penumpang. “Biasanya kalau saya keluar dari jam 06.00 sampai jam 12.00 sudah dapet minimal 10 penumpang. Sudah hampir satu bulan ini,  Pak, kondisinya semakin sulit,” tambahnya. “Makan siang gratis seperti ini sungguh berarti bagi pengemudi ojek seperti saya ini,” ungkapnya.

Bekerja sama dengan aparat

Dalam pelaksanaan kami  bekerja sama dengan aparat kepolisian dan Koramil sehingga pembagian di jalan raya depan gereja berjalan tertib dan lancar. Dengan150 paket hanya sekitar 15 menit di bagi sudah habis. Karena ada Bapak Polisi dan TNI yang ikut membantu di paling depan pembagianpun benar-benar tepat sasaran,” jelas Pak Agus.

ojol8-8_2

Melibatkan aparat agar pembagian paket di jalan tertib.

“Artinya memang cukup banyak yang membutuhkan di masa sulit ini. Maka kami juga terbuka kalau ada Lingkungan, Wilayah, atau Kategorial yang mau bergabung dalam kegiatan ini. Sekaligus merealisasikan Aksi Nyata Prapaskah tahun 2020 dan mewujudkan Kita Adil Bangsa Sejahtera,” harap Pak Agus.

Teks: Bambang Gunadi/ Foto-foto: Kevin Meydio Pradipta

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna