Dekorasi Altar Minggu Palma Itu Menjadi Ungkapan Rasa Rindu

4 April 2020
  • Bagikan ke:
Dekorasi Altar Minggu Palma Itu Menjadi Ungkapan Rasa Rindu

Kreasi rangkaian bunga Minggu Palma, awal Pekan Suci.

Karena pandemi corona, pertemuan-pertemuan yang bersifat kerumunan dibatasi demi keselamatan bersama.Tim dekorasi Gereja Santa Bernadet termasuk yang kemudian tidak bisa bertemu secara leluasa untuk berkreasi bersama melakukan pelayanan menghias altar seperti biasanya.

dekor6-oy

Dekorasi altar dan sekitarnya.

Berkreasi bersama dalam mengerjakan dekorasi hampir tidak mungkin menghindari kedekatan secara fisik—sesuatu yang justru harus dihindari untuk memotong rantai penyebaran virus.

Akan tetapi tim dekorasi Gereja Bernadet merasa “tidak rela” jika perayaan liturgi sebesar Minggu Palma dibiarkan altarnya kosong tanpa hiasan sama sekali. Oleh karena itu mereka meminta izin kepada Pastor Paroki Romo Lammarudut Sihombing, CICM, dan Ketua Seksi Liturgi untuk mempercantik altar.

dekor3-sip

Rangkaian bunga di panti imam, serba palma.

“Yang pasti sesudah izin Romo dan Ketua Seksi Liturgi, kami baru berani mendekor,” kata Mbak Maria, salah satu anggota tim dekorasi paroki, lewat WhatsApp, Sabtu (4/4), sambil menunjukkan foto-foto ketika mereka mengerjakan dekor untuk Minggu Palma ini.

dekor2-oye

Mempercantik mimbar dengan daun-daun palma.

Izin itupun ternyata sangat dibatasi dengan alasan cukup kuat. “Dari 11 orang anggota tim dekor yang sudah disiapkan, akhirnya yang lain harus legowo mengikuti imbauan Seksi Liturgi untuk tetap menjaga diri. Kami hanya berlima karena untuk menjaga social distancing,” katanya lagi.

Kelima orang yang dimaksud itu adalah Mbak Maria, Mbak Titik, Mbak Yuni, Bu Narto, dan Mbak Erna.

dekor8-8

Daun palma yang dibentuk seperti bunga dan dicat pilox.

Meskipun sudah mendapat izin, tim dekor juga tidak lalu bisa leluasa bergerak karena berbagai kondisi yang membatasi. “Kami takut beli kembang ke Rawa Belong. Kami tetap berkreasi sesederhana mungkin, bahan dekorasi semua daun palem,” katanya.

Dalam kondisi tersebut, tim dekor justru bisa melakukan kreasi-kreasi yang mungkin tidak terjadi seandainya keadaannya normal. Misalnya ada bunga yang dari jauh terlihat seperti bunga mawar, tetapi setelah dilihat dari dekat ternyata itu daun palma yang dibentuk seperti mawar lalu dicat pilox.

dekor4=4_2

Daun-daun palma untuk diberkati pada hari Minggu Palma.

Mereka berlima bekerja untuk mempercantik altar dan sekitarnya dengan tetap memperhatikan ketaatan terhadap keharusan-keharusan menjaga diri agar tidak menjadi korban penularan virus.

dekorMaria-ok_1

Tetap memakai masker dan jaga jarak dalam bekerja.

“Kami semua tetap pakai masker dan jaga jarak,” tulis Mbak Maria menunjukkan foto waktu mereka bekerja. “Pas mau difoto saja dilepas setelah semua pekerjaan selesai,” imbuhnya.

Ungkapan rasa rindu

Setelah jarang bertemu sekian lama ada bersitan rasa rindu, seperti diungkapkan Mbak Maria, “Sudah sangat menahan rindu dan kangen untuk berkreasi bersama untuk pelayanan.”

dekor1-2

Dekorasi altar tampak dari dekat.

Dalam berbagai kondisi yang membatasinya, tim dekor paroki telah mempercantik altar untuk memasuki Pekan Suci, walaupun sayangnya umat tidak bisa melihat secara langsung kreasi mereka.

dekor9-uhuy

Setelah selesai, sejenak berani buka masker untuk difoto.

Terima kasih untuk tim dekorasi paroki!

Teks: ps/ Foto-foto: ps, Maria

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna