Pesan Misa "Live Streaming" Kedua: Tuhanlah Penolong Sejati

31 Maret 2020
  • Bagikan ke:
Pesan Misa

Romo Lamma dalam misa live streaming, Minggu (29/3).

Misa live streaming yang diselenggarakan untuk kedua kalinya pada Minggu Prapaskah V di Gereja Santa Bernadet, Minggu (29/3), mendapat tanggapan agak berbeda daripada misa Minggu Prapaskah IV.

Usai misa yang dipimpin Romo Lammarudut Sihombing, CICM, itu banyak yang menyatakan bahwa kualitas tayangan lebih bagus dibanding misa live streaming pertama. Misalnya beberapa contoh unggahan lewat Whatsapp berikut ini:

“Jernih banget kali ini. Lebih bagus dari minggu lalu.” “Aman, Om. Sinyal lancar, suara kedengeran, gambar jelas. Mantab Djiwa.” “Hari ini live streaming jernih, tanpa ada gangguan. Sepanjang misa berlangsung tidak pernah mengalami down/ngedrop.”

mis6-

Keluarga bersama-sama mengikuti misa di rumah.

Sejumlah postingan masih menyatakan rasa harunya, tetapi tampilan emoji wajah menangis keras sebagai ekspresi kesedihan mendalam, sejauh terpantau redaksi, jauh berkurang dibanding misa live streaming sebelumnya. Namun masih muncul pengakuan-pengakuan rasa amat sedih ketika Doa Komuni Batin.

Masih cukup banyak juga umat yang mengucapkan terima kasih serta apresiasi kepada Romo Lamma, kerja keras Tim Komsos, dan Tim Liturgi atas terselenggaranya misa online tersebut.

“Masih tetap kami kasih empat jempol (tampilan emoji) kepada tim Komsos yang sungguh kompak. Salam sehat selalu,” tulis satu di antaranya.

mis2-

Berupaya sepantas mungkin mempersiapkan altar di rumah.

Pesan kehidupan

Yang cukup mencolok adalah tanggapan terhadap isi kotbah. Jika pada misa Minggu Prapaskah IV umat sekadar mengungkapkan perasaan seperti “sedih”, “terharu”, pada misa live streaming Minggu lalu beberapa orang mengutip kata-kata dalam homili dan merasa sangat dikuatkan imannya.

Mengambil inspirasi dari bacaan misa hari itu, Kitab Yehezkiel dan khususnya Injil Yohanes 11:1-45 tentang Lazarus dibangkitkan, permenungan Romo Lamma sampai pada simpulan kunci bahwa Kitab Suci menyampaikan pesan kehidupan yang seirama dengan kehendak Allah.

Seseorang mengunggah bagian akhir dari permenungan: “Kehadiran Yesus sungguh menjadi penolong sejati. Sebab Dia mengetahui dan memahami semua persoalan hidup kita, bahkan persoalan yang kita tidak tahu, pun Tuhan jauh lebih mengetahui. Tuhan selalu memberikan kesempatan untuk kita untuk mengisi dan memaknai hidup ini. Janganlah pernah berpaling dari pada-Nya, sebab Dia lah penolong sejati.” (Silakan menyimak selengkapnya dalam youtube Gereja Santa Bernadet Ciledug.)

mis3-

Konsekrasi.

Dari permenungannya Romo Lamma lalu mengajak untuk membawa pesan tersebut dalam kehidupan nyata, memaknai mewabahnya virus corona yang mengingatkan kita akan beberapa poin berikut ini:

Pertama, kita semua sama, terlepas dari budaya, agama, pekerjaan, ekonomi, dan status sosial. Wabah virus corona ini memperlakukan kita semua sama, tidak dibeda-bedakan. Justru dalam hidup ini seringkali kita membeda-bedakan, entah berdasar status sosial-ekonomi, jabatan, termasuk agama.

misa10-

Misa live streaming dengan petugas liturgi terbatas.

Kedua, kita memiliki keterhubungan, konektivitas, ketersambungan satu sama lain. Artinya sesuatu yang mengenai seseorang berdampak pada orang lain. Seseorang yang terkena virus corona bisa menularkan ke semua orang.

Ketiga, kita hendaknya saling membantu, baik dalam materi, pikiran, tenaga, terutama untuk mereka yang sangat membutuhkan.

Keempat, tinggal di rumah berarti betapa pentingnya memberi waktu untuk keluarga. Banyak orang sekarang diminta untuk tinggal di rumah. Ini kita maknai bahwa waktu itu penting untuk kita persembahkan untuk keluarga. Selama ini tahu dalam 1 hari ada 24 jam tapi mengabaikan waktu untuk keluarga. Peristiwa ini memberi kesempatan kita untuk tinggal di rumah. Waktu untuk keluarga amatlah penting.

mis1-

Tangkapan misa live streaming di rumah umat, Minggu (29/3).

Kelima, pekerjaan kita sejatinya. Orang yang bekerja di kantor diminta kerja di rumah, yang bekerja serabutan sekarang tidak ada pekerjaan. Apa makna pekerjaan kita? Peristiwa corona ini mengajak kita untuk mendalami pekerjaan kita yang sejatinya adalah saling menjaga dan saling melindungi satu sama lain.

Romo Lamma berharap, pengalaman ini menghantarkan kita kepada pengalaman iman karena kita semakin menyadari kuasa Tuhan sekaligus menyadari kelemahan dan keterbatasan kita. Saat seperti ini semua akan memandang bahwa hanya kepadaNyalah kita akan berserah karena kasih Tuhan tak terbatas.

Paus-

Paus Fransiskus memikul kecemasan umat manusia semesta.

Dikatakan, hal tersebut tampak dalam penghayatan Paus Fransiskus yang memikul kecemasan seluruh umat Katolik sedunia, bahkan juga kecemasan umat manusia semesta alam karena  wabah ini dibawa kepada Yesus dalam Sakramen Maha Kudus yang Jumat lalu kita ikuti melaui kanal youtube Vatican Media.

Romo Lamma menutup homilinya dengan doa:

Ya Tuhan, terima kasih atas anugerah Bapa Suci yang amat manusiawi dan sekaligus menghidupi kerahimanMu yang tak terbatas. Semoga masa prapaskah yang kami jalani ini semakin meneguhkan iman dan harapan kami bahwa Engkaulah penolong sejati. Tuhan memberkati. Amin.

Teks/Transkripsi: ps/ Foto-foto: Komsos, Whatsapp

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna